Mampukah aku beranjak pergi,
dengan semua tentangmu pelan-pelan membatu dan memberatkan langkahku?
Padahal aku tak bisa berlama-lama di sini.
Padahal kau juga sudah lama tak ada di sini.
(Moammar Emka)
Aku tercekat.
Siang itu dikala pikiranku sedang panik menghadapi tumpukan berkas yang belum sempat terproses di kantor
Kamu mengirimkan bbm singkat yang menanyakan apakah aku sudah menerima emailmu
Entah kenapa dengan bodohnya aku sign in, memasukkan user name dan password emailku
Di folder inbox, aku menemukan namamu
Aku tau pasti file apa yang kamu lampirkan dalam email itu
Sebuah lagu yang kamu ciptakan khusus untukku
Kubaca pelan-pelan pesan yang kamu tuliskan di email itu
"Mungkin lagu ini juga yang paling tepat mewakili perasaanku ke kamu saat ini. Aku menyerah. Kita memang harus berakhir. I`ll get married on 2nd March. Aku nggak tau gimana perasaan kamu ke aku. Tapi yang jelas, aku masih sayang kamu. Mungkin aku harus benar-benar belajar melupakan kamu. Kita bisa menjadi sahabat.."
Entah kalimat apalagi yang kamu tuliskan di paragraf berikutnya.
Otakku terlanjur ngilu.
Hatiku terlanjur terluka tak bersisa
Aku menangis seketika
Email itu kamu kirimkan 2 hari menjelang pernikahanmu
Dan seperti biasa, gengsiku mengalahkan semuanya
Aku tidak ingin terlihat lemah di hadapanmu
Aku kuatkan hati dan jariku untuk mengetik email balasan
"Dear, aku bangga akhirnya kamu berani mengambil keputusan besar dalam hidupmu. Selamat ya, semoga acaranya lancar. Aku cuma bisa berdoa untuk kamu dari jauh. Pesanku untuk kamu cuma dua. Pertama, perbaiki dulu ibadahmu ya. Ketika kamu mengucap ijab qabul, semesta menjadi saksi bahwa mulai detik itu kamu menjadi penanggung dosa istri dan anak-anakmu kelak. Bagaimana kamu bisa menjadi Imam dan menanggung dosa mereka jika kamu sendiri masih belum memperbaiki ibadahmu? Kedua, jangan pernah merokok di depan istri dan anakmu. Mereka berhak hidup sehat tanpa asap rokokmu. Barokallah, semoga Allah meridhoi pernikahan kalian ya :)"
SENT!
2 Maret 2013
Aku melihat beberapa foto yang diupload oleh temanmu di facebook
Ya, foto pernikahanmu
Kamu yang menyuapi istrimu, dan tangan kalian bergandengan mesra
Kamu yang tersenyum bahagia mengenakan baju adat berwarna merah
Iya, aku melihatmu begitu bahagia
Setidaknya, aku melihatmu bahagia
Meskipun kondisi itu membuatku sulit percaya bahwa kamu masih menyayangiku
Aku mengambil langkah ekstrem
Tidak ada lagi namamu di BBM,YM,Skype,Gtalk,twitter dan facebook
Aku menutup semua akses untuk berhubungan denganmu
Bukan karena aku lemah
Bukan karena aku sakit hati
Justru karena aku cukup tegar untuk merelakanmu pergi
Dan karena aku cukup kuat untuk memilih pergi dari hidupmu
Selamanya.
Jadi, mulai sekarang kamu kupanggil kenangan ya?
:)
Comments
Post a Comment