Skip to main content

Posts

Showing posts from 2016

Politik dan Agama

Saya sangat tidak tertarik dengan pembicaraan mengenai politik Tetapi sejak momen Pilpres kemarin, suasana politik semakin terasa mencekik Berbagai perdebatan di media sosial diperkeruh dengan banyaknya berita dari berbagai sumber yang dipertanyakan kebenarannya, dan dibumbui dengan banyaknya orang yang mudah terpancing tanpa mencari bukti Saya semakin gerah manakala 4 November kemarin terjadi aksi dengan tuduhan penistaan Penistaan agama YHA ! Linimasa saya dipenuhi dengan tautan berbagai artikel baik yang pro maupun kontra Banyak teman saya yang juga ikut memberikan opini dan kejelasan pihak Baik yang dilandasi dengan analisa maupun memperkeruh suasana semata Sebelumnya, saya dengan rendah hati mengakui kedangkalan ilmu saya Saya bukanlah ahli agama, ahli tafsir maupun ahli bahasa Saya memiliki banyak kekurangan yang bisa menjadi bahan cela Dan saya juga bukanlah pendukung Ahok sebagai pemimpin Jakarta Karena kalaupun dia kembali menjadi Gubernur, tidak akan berdampak...

JANGAN LUPA UNDANGAN

27 tahun, memasuki usia dan linimasa dimana banyak berseliweran kalimat, "JANGAN LUPA UNDANGANNYA YA" YHA. Dulu. Dulu sekali, saat masih menempuh kuliah di Psikologi. Ada beberapa teman saya yang sudah menikah di usia dini Saat itu, sempat terlintas di pikiran saya,  "Eh kok aku nggak diundang ya?" Lucu sih kalau mengingat pemikiran semacam itu Saya merasa cukup dekat, setidaknya sering mengerjakan tugas bersama, duduk berdekatan saat kuliah dengan teman saya itu Namun saat dia menikah, saya bahkan baru mengetahui kabar pernikahannya melalui facebook Seiring berjalannya waktu, saya semakin menyadari bahwa menyiapkan pernikahan bukanlah hal yang mudah Akan ada banyak kekurangan, seolah ketidaksempurnaan selalu memiliki celah Saya mulai sering mendengar berbagai keriweuhan menyiapkan pernikahan dari teman dekat, atau bahkan saudara Mulai dari konsumsi untuk pengajian, rias pengantin, katering, seragam untuk keluarga, undangan, sovenir, perintilan dekor...

Hati yang Elastis

Semalam saya sangat kelelahan Mata sudah sangat mengantuk namun ada banyak yang saya pikirkan Saya teringat sebuah meme yang akhir-akhir sering berseliweran di sosial media terkait dengan maraknya isu agama di negara tercinta " Jika beragama membuatmu jadi mudah membenci, maka coba renungkan kembali. Kamu menyembah Tuhan atau egomu" Sudah berkali-kali saya membaca kalimat itu tanpa ada perasaan yang luar biasa Lalu tiba-tiba saya tersadar akan 1 hal yang sejak kemarin mengganggu pikiran saya "Tuhan saya jelas memerintahkan saya untuk berbuat baik kepada dia. Selama dia tidak memerintahkan saya untuk melanggar syariat, maka saya tetap berkewajiban untuk berbuat baik kepada dia. Lalu, saya membencinya atas dasar seluruh luka yang saya terima selama puluhan tahun. Saya membencinya karena menganggap bahwa dialah yang paling bertanggungjawab atas semua penderitaan saya dan Bunda. Saya ingin dia merasakan sakit yang sama. Lalu, saya ini menyembah Tuhan atau eg...

Janji Kecil Untuk Bunda

Sekitar 18 tahun lalu... Ada seorang gadis kecil yang baru saja pulang sekolah Saat sedang menyantap makan siangnya, gadis kecil itu mendengar Bundanya bercerita " Bunda dapat tawaran dari Bu Suli untuk lanjut S3". Gadis kecil itu tahu betul siapa Bu Suli, yang tidak lain adalah pemilik perusahaan tempat Bundanya bekerja. Gadis kecil itu juga paham betul bahwa Bundanya adalah tangan kanan dari Bu suli Orang kepercayaan yang selalu bisa diandalkan Gadis kecil itu juga paham betul, Bundanya adalah seorang wanita mandiri yang sangat cerdas dan mencintai dunia pendidikan Tawaran untuk melanjutkan S3 dengan beasiswa dari kantor tentu merupakan sebuah jawaban atas impian Gadis kecil itu bukannya egois Ia hanya sedang ketakutan dan ingin menangis Sekitar 3 tahun lalu Bundanya berangkat ke Bandung untuk menyelesaikan jenjang S2 di salah satu universitas terbaik Selama 2 tahun masa studi Bundanya, menjadi neraka bagi gadis kecil itu Gadis kecil itu tid...

Jalan Terbaik

Pagi ini saat sedang mengerjakan laporan, tidak sengaja play list di laptop memutar lagu ini Saya terdiam Seketika ada rasa ngilu yang kembali menghujam Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya hanya memberi waktu 1 hari untuk berduka Setelah itu, saya akan kembali tegar dan menjalani hari bahagia Kamu yang di sana, Saya percaya kita akan berbahagia meskipun sudah tidak lagi bersama Ah, menuliskan kalimat ini saja sudah membuat mata saya kembali berkaca-kaca Saya ingat, dulu kamu pernah berkata Jika suatu saat nanti saya menemukan orang yang lebih baik daripada kamu, maka kamu tidak akan pernah menahan saya Sekarang saya sadar bahwa kalimat itu terucap bukan karena kamu tidak cinta Tetapi karena kebahagiaan saya adalah yang utama Kemarin saya sempat bertanya-tanya Apakah selama setahun ini kamu pernah merindukan saya? Apakah selama setahun ini kamu merasa kehilangan saya? Saya mencari tanda-tanda kesedihan atau kehilangan di matamu yang terus menatap ...

P A M I T (END)

Hari ini harus saya rayakan sebagai salah satu hari paling menguras air mata Selain disaat Almarhumah Mama saya meninggal, ini adalah sebuah hari dimana saya merasakan kehilangan yang luar biasa Setelah 1 tahun, akhirnya Tuhan mengabulkan doa saya Mempertemukan kembali saya dengan dia Kami bertemu setelah tidak saling berkabar sekian lama Dan just in case you wonder, pertemuan ini sudah atas seizin pasangan saya Hari ini, saya sudah ikhlas memaafkan dan melepaskan. Percayalah, tidak pernah ada perpisahan yang menyenangkan. Tetapi kadang hidup memberi pelajaran mengenai mana yang patut dipertahankan. Hingga detik ini, saya biarkan diri saya menangis sepuasnya. Iya, saya masih menangis dan merasakan sakit yang sungguh menyiksa. Rasa marah, rindu, kecewa, benci, sedih yang sudah saya pendam selama 1 tahun belakangan kini semuanya tumpah begitu saja bersamaan dengan air mata. Awalnya saya ingin terlihat tegar dan bersikap biasa Saya ingin dia melihat bahwa saya masih dan...

Don`t Let Me Down

TENTANG BERHARAP Kata orang, kekecewaan seringkali muncul karena harapan. Saat kita sudah meletakkan harapan pada sesuatu atau seseorang dan ternyata ending yang kita peroleh tidak sesuai dengan harapan, di situlah muncul kekecewaan. Seiring berjalannya waktu, saya mulai memahami dan meyakini bahwa satu-satunya orang yang bertanggungjawab atas kebahagiaan saya adalah diri saya sendiri , bukan orang lain. Bukan teman, pasangan, rekan, atasan, atau siapapun. Hanya saya sendirilah yang mampu memberikan kebahagiaan untuk diri saya sendiri. Mungkin sebagian orang yang membaca tulisan ini akan berpikir bahwa hidup saya sangat menyedihkan dan penuh dengan kesedihan. Tetapi saya memilih untuk tidak peduli dan belajar memahami. Kenapa? Ya karena jika standar bahagia diletakkan pada penilaian orang lain, maka sampai Kaesang Pangarep menjadi Menteri Pemberdayaan Jomblo pun saya tidak akan pernah bahagia. Ada banyak kejadian sederhana yang seringkali menjadi perusak kebahagiaan, hanya kare...

Comfort Zone at Work

It's been so long since my last post. Yaa, the ups and downs have been so sickening. But here I am. Writing on my phone just to let you know what's inside my mind. Saya tidak habis pikir. Bagaimana bisa ada orang yang sebegitu menyedihkannya karena bertahan  (dan bangga) berada  di zona nyaman . Saya sedang berbicara tentang para buruh pabrik tempat saya bekerja saat ini. Oke, sebelumnya saya klarifikasi terlebih dahulu. Postingan ini sama sekali tidak bermaksud untuk merendahkan atau mendiskreditken pihak tertentu. Saya hanya murni ingin bicara tentang zona nyaman. Toh selama saya masih bekerja untuk orang lain dan saya dibayar untuk itu, ya artinya saya pun seorang buruh. Jadi bukan berarti kata buruh itu berkonotasi negatif atau bernilai rendah ya. Mungkin otak saya sudah terdistraksi dengan berbagai berita buruk mengenai para buruh. Sebut saja berita tentang buruh yang menuntut biaya perawatan wajah, cicilan motor dan lain-lain dimasukkan dalam standar hidup layak. Ya ...

SEMOGA

Kamu tahu Saya membenci kamu sampai di satu titik itu Sampai sebuah kalimat yang sadis meluncur tanpa banyak pikir ini-itu "Seandainya membunuh orang itu bukan merupakan tindakan kriminal dan diganjar dengan dosa besar, maka sudah pasti saya akan membunuh dia" Kamu, iya kamu Yang diam-diam masih sering mengecek blog saya entah dengan tujuan apa Yang menyebabkan saya menangis berbulan-bulan dan mengabaikan segala usaha saya meminta sebuah kejelasan yang sederhana Hingga saya harus berjuang seorang diri menuju UGD pada pukul dua dini hari Kamu, iya kamu Semoga suatu saat kamu akan melihat rasa sakit yang sama Pada wanita yang kamu cinta Ingat, karma itu ada

Love Yourself

For all the times that you rain on my parade And all the clubs you get in using my name You think you broke my heart, oh girl for goodness sake You think I'm crying, oh my oh, well I ain't And I didn't wanna write a song cause I didn't want anyone thinking I still care I don't but, you still hit my phone up And baby I be movin' on and I think you should be somethin ' I don't wanna hold back, maybe you should know that My mama don't like you and she likes everyone And I never like to admit that I was wrong And I've been so caught up in my job, didn't see what's going on And now I know, I'm better sleeping on my own Cause if you like the way you look that much Oh baby you should go and love yourself And if you think that I'm still holdin' on to somethin' You should go and love yourself But when you told me that you hated my friends The only problem was with you and not them And every time you told me my opinion w...

CATATAN HATI WANITA GALAU: TENTANG MENIKAH

Memasuki usia 27, memasuki masa dimana telinga dan hati harus kebal menghadapi pertanyaan “Kapan nikah?”. YHA. At first, I thought it was suck. And now I understand, the different between care and kepo . Saya mulai terbiasa membedakan mana yang bertanya karena sekadar mengikuti norma atau memang berharap kebahagiaan saya agar segera menggenapkan separuh agama. Pertanyaan “kapan nyusul?” is really suck. Seriously. Marriage is NOT a racing . Terserah jika ini disebut sebagai sebuah pembelaan atau apa. Tapi bagi saya, perkara menikah bukanlah sebuah ajang perlombaan. Dalam agama yang saya anut, sudah jelas diajarkan bahwa jodoh, rezeki dan maut adalah hak mutlak milik Dia Yang Maha Kuasa. Lalu, kenapa masih bertanya? Memangnya manusia bisa apa? Ya hanya bisa berusaha. Sebatas itu saja. Semakin bertambahnya usia, saya semakin sadar. Menikah bukan sekadar perkara menghalalkan yang haram. Menikah tidak sesederhana perkara perasaan saya mencintai dia dan ingin menghabiskan sisa...