Skip to main content

Posts

Showing posts with the label renungan

Backup Players

I do believe that all of you must have ever seen a match between 2 teams, which consists of more than 2 people in each Football, basketball, etc In each team, there will be some backup players As it can be clearly understood, their function is for replacing the main players if there is something happen These backup players usually takes place in the corner of the field They will never be brought into the light, unless they take over the position of the main player Don`t you think it such cruel? They just sit and watch the game, waiting for their turn if they had one Moreover, when they finally get the chance to get into the match, do you really think it`s wonderful? Correct me if I`m wrong There`s nothing fun in being a replacer Why? Because you will be compared to the previous player It`s such a delight if you can play better than the previous one What if you don`t? People will never stop comparing People will never stop thinking highly of the prev...

Jawaban 5 Tahun Lalu

Saya teringat nasihat salah satu senior di kampus "Nduk, istikharah itu jawabannya ndak selalu lewat mimpi. Jawabannya bisa lewat ketenangan dan kemantapan hati buat memilih salah satu hal dari yang kamu khawatirkan" Dan sekarang saya baru menyadari Inilah kemantapan hati yang dulu saya cari 5 tahun lalu Saya tersungkur dan menangis dalam sujud yang pilu Saya dihantam ribuan ragu Saya terjerat dalam kekhawatiran yang tidak segera berlalu 5 tahun lalu Saya meyakinkan diri agar bersetia pada satu Mungkin Tuhan sedang menertawakan pilihan saya ketika itu Saya benci berandai-andai Karena sekeras apapun saya membenci, waktu tidak akan pernah kembali Dan sedahsyat apapun keinginan untuk memperbaiki, tetaplah takdir menjadi penentu yang paling hakiki Mungkin saat ini Tuhan sedang menguji kemampuan saya untuk berdamai dengan diri sendiri Karena sejatinya, memaafkan diri sendiri membutuhkan kekuatan hati Bersabar dan berbanggalah Karena...

K E H I L A N G A N

Aku sedang mengingat Bagaimana dulu hati kita pernah terikat Berjanji untuk tetap bergandengan di suatu sudut malam yang pekat Kamu tahu Aku benci menunggu Tanpa tahu batas waktu Aku sedang bercengkrama dengan ketakutan Bias irama kenangan yang muncul dalam keheningan Aku sedang bertanya-tanya Bagaimana bisa kita saling tak acuh dan tidak bertegur sapa Dan ketiadaan menjadi teman bagi kata terbiasa Aku tidak tahu harus bagaimana Mengumbar kesedihan agar kamu tahu aku sedang terluka Atau berbahagia karena Tuhan menunjukkan bahwa kamu tidak setangguh yang aku kira? Aku ingin merasa diperjuangkan Aku ingin merasa diinginkan Bukan dengan diam yang berujung pada pengabaian Mengutip satu kalimat sederhana di pagi ini Seberapa keras usaha kita mempertahankan, jika memang sudah tak sejalan, semua akan bertemu pada satu kehilangan

Cerita Anak Kos: Bertoleransi Itu Menyebalkan !

Setelah sekitar 8 tahun merasakan menjadi anak kos, ada 1 pelajaran penting yang saya dapat Menghargai keberagaman Sejak pertama kali ngekos di dekat kampus, saya mulai menemukan banyak perbedaan kebiasaan yang mencolok Efek sering ditinggal orang tua dan mengurus rumah sendiri, saya jadi terbiasa mengatur semua barang dengan rapi dan kembali ke tempatnya Saya juga terbiasa menjaga setiap barang, karena semurah apapun harga barang tersebut tetap butuh perjuangan untuk membelinya Saya hafal betul susunan baju maupun barang lainnya di lemari saya Dan hal itu pun masih berlanjut sampai saat ini Jadi, jangan heran kalau saya bisa dengan mudah menyadari jika ada yang mengambil barang saya tanpa izin atau sekedar menggeser posisinya Di kantor, saya pernah beberapa kali menginterogasi OB karena menyadari bahwa jumlah kertas yang tersisa di printer saya berkurang, air mineral botol di laci saya berkurang, kopi sachet yang berkurang, file database yang bergeser susunannya, da...

Satu Pelukan

"Kamu tahu? Setiap hari aku mikirin kamu. Kamu sudah makan apa belum? Kamu makan apa hari ini? Uangmu tinggal berapa? Apa yang kamu kerjakan seharian ini? Apa yang kamu lakukan kalau bosan di kamar? Kamu terbiasa bekerja dengan segudang aktivitas dan kesibukan kesana-kemari. Sementara sekarang, kamu hanya di kamar. Siapa yang menemani kamu kalau kamu sedang bosan? Siapa yang setiap hari menyapamu dengan ucapan selamat pagi dan mendapat senyum manis yang tidak akan pernah aku lupa? Iya. Kamu dulu terbiasa menghabiskan setiap pagi di kantor. Bertemu dengan banyak orang yang akan menyapamu "Selamat pagi, Ibu HRD" lalu kamu jawab dengan sebuah senyuman manis yang menyenangkan. Aku khawatir. Iya. Sangat khawatir. Sampai kapan kamu bisa bertahan hidup dengan sisa uangmu sekarang? Sampai kapan kamu akan betah menghabiskan waktu seperti ini. Nggak, aku bukannya menuduh kamu nggak bahagia. Tapi aku tahu kamu. Aku hafal sifat dan kebiasaanmu. Dan aku tahu, kamu akan bosan tanpa p...

Re-visit

"Jadi kalau mbak perhatikan di ayat-ayat Al-Qur`an, sering ada kalimat yang menyatakan kalau Manusia adalah makhluk yang suka mendzolimi diri sendiri. Iya, kita kadang suka mempersulit diri kita sendiri, mbak. Ada beberapa hal yang sebenarnya nggak perlu kita pertanyakan. Saya dulu juga pernah mengalami seperti yang njenengan alami ini. Saya kehilangan kedua orang tua saya. Kehilangan pekerjaan. Dan waktu itu saya terus mempertanyakan: kenapa? Sementara pertanyaan kenapa itu tadi hanya akan terjawab oleh waktu. Pada waktunya nanti, kita akan mengerti dan mendapat banyak jawaban atas berbagai hal yang terjadi dalam hidup kita. Sekarang tinggal tergantung gimana kita percaya kalau Allah sudah menyiapkan yang terbaik. Saya jadi ingat cerita salah seorang ustad di suatu pengajian. Waktu itu beliau bertanya, kalau kita mendapatkan promosi jabatan apakah hal itu termasuk rezeki atau anugerah. Seluruh orang yang hadir kompak menjawab iya. Lalu ustad bertanya lagi. Kalau kita dipecat, ap...

LOGOUT [ ! ]

Saat ini, saya sedang tahap menarik diri Bukan karena sedang benci pada lingkungan atau diri sendiri Atau mari sebut saja sedang belajar memahami dan berkompromi Logout ! Iya, saya melogout semua akses ke sosial media di kedua ponsel pintar saya Lebih tepatnya, hanya facebook dan twitter saja Path masih ada, meskipun jarang dibuka Instagram tentu saja ada, untuk mendukung bakat selfie saya yang luar biasa Akhir-akhir ini entah kenapa Media sosial menjadi sangat memuakkan bagi saya Banyak perdebatan ini-itu tentang politik dan agama Update tentang liburan, pertunangan, pernikahan, kelahiran, dan monolog-monolog konyol lainnya Saya mencapai titik jengah Entahlah Anggaplah saya sedang menantang diri saya sendiri Bagaimana rasanya hidup tanpa perlu tahu urusan orang lain Bagaimana rasanya memusatkan energi pada diri sendiri Belajar memperbaiki segala hal tanpa standar ganda dari lingkungan Sometimes, over updated create a new problem called in...

Untuk Kamu yang Hobi Drama

Kalau kamu berpikir saya diam karena takut, Maka saya pastikan kamu keliru akut Saya tidak peduli, bukan tidak berani Tapi kamu hanyalah wanita kesepian yang tidak perlu diladeni Maka benarlah apa yang dituliskan oleh Arman Dhani Jangan berdebat dengan orang bijak dan orang dungu Karena jikapun menang, Yang pertama membuatmu menyesal Yang kedua membuatmu bebal Karena bagi saya kamu tidak lebih dari sekedar pencari sensasi Yang hobi mengumbar masalah pribadi Playing victim seolah kamulah yang terdzolimi dan patut dikasihani Hati-hati dengan diksi Karena sudah pasti,  Tiap kalimat yang kamu tulis akan menunjukkan kualitas diri Perbaiki dulu ejaan dan penulisan kata depan Baru berdebat dengan orang yang sepadan Terimakasih sudah mengingatkan bahwa saya adalah lulusan psikologi yang punya jabatan lebih tinggi Itu adalah fakta yang sifatnya hakiki Maka jika kamu ingkari, Kamu hanya semakin akan terlihat iri Saya tidak membalas kar...

Haiku Palsu

Sudah, jangan terlalu sering mengkhawatirkanku Nanti aku tidak lagi bisa belajar menghargai kemampuanku Sudah, jangan terlalu sering memaksaku Nanti aku terbiasa melupakan kehebatan doaku   Mungkin harus aku paksa Agar lama-lama terbiasa Mungkin ini hanya perkara luka sederhana Yang tidak perlu diumbar kemana-mana

Kenapa Saya Suka Menulis Blog?

Pernah ada yang bertanya kepada saya "Untuk apa kamu rajin menulis blog? Itu kan sama dengan menceritakan masalahmu ke publik?" Saya menjawab, ada dua alasan mengapa saya suka menulis blog Pertama, menulis di blog melatih saya untuk menyusun draft dan berpikir runtut Saya adalah tipe orang yang suka berpikir melompat-lompat Terkadang terlalu banyak ide di kepala, lalu bingung harus menuliskannya dari mana Dari blog inilah saya belajar menyusun draft, berpikir runtut, dan lalu menuliskannya Kedua, saya tidak hanya sekedar mengeluh atau curhat Saya sadar, ingatan saya sebagai manusia sangatlah terbatas Kejadian hari ini mungkin akan terlupa begitu saja Padahal saya percaya, setiap detil kejadian dalam hidup kita pasti memiliki makna Saya sedang dalam proses belajar pendewasaan Di setiap proses belajar, selalu ada suka duka Saya tidak mau terfokus pada duka dan luka itu saja Tapi juga pelajaran kedewasaan apa yang bisa saya ambil Saya tid...

Bertahan Pada Keputusan

Saya tercekat pada sebuah paragraf Tulisan JFlow dalam The Journeys 3 "Cinta adalah keputusan, bukan semata perasaan. Saya yakin, si istri sering tidak nyaman dengan pembawaan si suami. Namun, keputusan untuk mencintai sang laki-laki yang dipilihnya membawa dia pada situasi bertahan dan menerima laki-laki itu apa adanya. Sebuah pelajaran berharga bagi saya". Saya jadi teringat pada Bu Ririn, tante yang sudah saya anggap seperti Ibu sendiri dan memang saya panggil Ibu Saya tidak ingat pasti berapa lama usia perkawinan Ibu dengan Om Iman Kalau tidak salah, sejak saya SD Ibu lahir di keluarga Jawa yang bisa dibilang priyayi ( kalau tidak salah tulis) Saya tahu betul bagaimana budaya di keluarga kami Eyang yang memang keturunan Ningrat mendidik dengan tata krama yang cukup saklek Jika bertutur harus menjaga nada bicara Jika duduk harus sopan, tidak boleh mengangkat kaki apalagi di hadapan orang tua Jika makan harus rapi, tidak boleh bersuara atau meni...

Jangan Takabur :)

Awal April lalu, saya diberi tugas dinas ke Bogor untuk menjadi trainer dalam Effective Self Management Saya tidak akan bercerita banyak tentang jalannya training itu Sejak hari pertama training, saya tahu dan sadar betul Ada beberapa peserta yang terus memperhatikan saya (Terserah mau menganggap ini ge-er atau semacamnya) Bahkan ketika saya memberikan materi, pandangan mereka seolah tidak sedetik pun lepas Tapi ya, itu saya anggap sebagai antusiasme mereka dalam mengikuti training Di hari kedua, saya membawakan sebuah games Games tentang emosi ini dikemas dalam sebuah nyanyian Tahu lagu anak-anak yang liriknya, "Kalau kau suka hati tepuk tangan.. kalau kau suka hati tepuk tangan"? Jadi lirik lagu itu nantinya akan diganti dengan kata-kata emosi Sejak awal saya mencontohkan (baca: menyanyi) sorak sorai dari para peserta sudah mulai mendengar Dan setelah saya selesai bernyanyi, mereka dengan sengaja meminta saya mengulang Yassalam x_x Setelah g...

The Jouneys 3: Titik Balik Pencarian

Weekend seringkali menjadi "waktu sakral" bagi saya Kalau banyak pasangan yang menghabiskan weekend dengan berkencan, lain halnya dengan kami Saya dan pacar justru cenderung jarang bertemu di weekend Alasannya sederhana Saya butuh waktu istirahat. Butuh waktu untuk diri sendiri. Butuh waktu untuk melakukan hal-hal yang saya suka tanpa interupsi. Di setiap akhir pekan, saya selalu punya rencana-rencana asik Mencuci baju. Menata kamar. Belajar. Menonton film. Membaca buku. Ah, ya. Pilihan terakhir itu yang paling sering saya lakukan di akhir pekan. Seperti yang sudah pernah saya tuliskan, saya punya keahlian yang cukup unik Membeli buku, dan tidak membacanya selesai *self keplak* Untuk mengurangi keahlian itu, saya selalu memasang target untuk buku-buku yang baru saya beli Nah, ceritanya bulan lalu saya baru saja membeli sebuah Novel (atau kumpulan cerpen) yang berjudul The Journeys 3 Cerita yang paling ingin saya baca tentu saja cerita dari e...

Waktu dan Mimpi

Menjelang bulan kedua di 2014 Well, ya. Sudah hampir sebulan saya berkutat dengan pekerjaan baru. Kantor baru. Teman baru. Suasana baru. Konsep baru. Tantangan baru! Iya, saya tahu. Keluar dari zona nyaman butuh keyakinan dan energi yang tidak sedikit Saya melewati minggu-minggu berat hingga akhirnya memutuskan untuk keluar dari zona nyaman saya di perusahaan sebelumnya Saya meninggalkan sistem yang sudah saya bangun dengan susah payah selama 2 tahun Saya meninggalkan tim luar biasa yang saya didik dengan penuh perjuangan Saya meninggalkan keluarga HRD yang begitu memahami fluktuasi saya Tapi, hidup tetaplah sebuah pilihan kan? Saya rasa, saya tidak akan pernah menjadi lebih tegar jika saya tidak mencoba untuk pindah Memasuki kantor baru ini butuh perjuangan yang tidak sedikit Jangan kira perkara sepele macam positioning itu mudah! Menghadapi ego level manager itu selalu menguras mental Jangan pernah sekali-kali menunjukkan sikap, "gue lebih ta...