Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2012

Kamu, Sayangku :)

Sekali waktu aku bertanya padamu Tidak bosankah kau mencintaiku? Tidak bosankah kau menitipkan rindu di setiap pesanmu? Tidak bosankah kau membanjiri tatapanmu padaku dengan sejuta cinta? Ah, aku lupa Kamu selalu berpikir sederhana Sesederhana pelukanmu ketika aku gundah Sesederhana doamu untuk menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku kelak Pernah juga aku bertanya Mengapa tak kau cari yang lebih baik dariku Kala itu kau tatap mataku dalam "Apa arti dari "lebih baik" itu sayang? Jangan gunakan logikamu untuk menakar rasa ini. Kenapa  tak kau terima saja takdir bahwa dalam setiap sujud kita ada doa agar selalu bersama?" ujarmu  lembut Ah, lagi-lagi aku terpesona Tidak tahukah kau rahasia terdalam yang kusimpan rapat dalam setiap shalatku? Ya, aku mengagumi Tuhan yang mampu menyisipkan pesona dalam tutur kata lembutmu Aku memuja Tuhan yang membuat hukum aksi-reaksi antara kau dan aku Kau tersenyum manja, jantungku berdegup dengan ritme di atas ambang...

Quote for Enemy

"Don`t let stupid people make you look stupid just because you have fight with them. Keep calm and be elegant" "Choose your friend wisely. Choose your enemy wiser. #Lifeguide" ( Falla Adinda ) "Save your class. Save your pride. Save your energy. Don`t ever let hater find a way to get your attention. Let them bark. Let them stay in their class"

Teman - Sahabat

"Kamu tahu kelemahanmu, dek? Kamu tidak pernah mau memulai percakapan dengan orang lain terlebih dulu. Kamu seolah membuat jarak dengan orang lain" Kurang lebih itulah kalimat yang saya terima beberapa hari lalu dari seorang rekan di kantor Saya hanya melirik sekilas dan tersenyum Dalam hati memang membenarkan Kepribadian saya yang introvert memang membuat saya lebih suka berfokus pada dunia saya Bukan berarti autis Saya hanya seringkali lebih nyaman dengan kesendirian saya Ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, saya sangat jarang menyapa terlebih dulu atau mengajak berkenalan Entahlah Ada semacam efek insecure dalam diri saya Ada semacam pertanyaan di otak, "Apakah kamu bisa menerima saya?" Saya seringkali mencoba menganalisa perilaku ini Mungkin ketika saya disapa atau diajak berkenalan terlebih dulu, ada keyakinan bahwa orang itu ada keinginan untuk berteman dengan saya, dan kemungkinan bahwa dia bisa menerima saya akan s...

Bahagiaku Sederhana

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan salah seorang teman saya Dia sudah saya anggap seperti adik saya sendiri Dan ketika itu, saya tahu dia sedang patah hati karena baru beberapa hari putus Siapa yang tidak tahu sakitnya patah hati Saya pun pernah beberapa kali ada di posisi itu Dan dalam kondisi demikian, saya merasa butuh seseorang yang bisa mendengarkan dan memahami seluruh perasaan saya Ketika dulu saya patah hati, teman menjadi salah satu obat yang paling mujarab Betapa beruntungnya saya ketika itu, memiliki teman kos yang sangat perhatian dan sudah seperti saudara sendiri Mereka setia memeluk dan memegang tangan saya ketika saya tidak berhenti menangis Mereka mengajak saya melakukan aktivitas lain yang bisa membuat saya lupa akan kesedihan saya Dan rasa syukur itu ingin saya bagikan juga kepada orang-orang terdekat saya Makanya ketika mengetahui teman saya itu patah hati dan dia mengajak saya untuk bertemu, saya langsung mengiyakan Saya sengaja menye...