Skip to main content

Posts

Showing posts with the label galau

JANGAN LUPA UNDANGAN

27 tahun, memasuki usia dan linimasa dimana banyak berseliweran kalimat, "JANGAN LUPA UNDANGANNYA YA" YHA. Dulu. Dulu sekali, saat masih menempuh kuliah di Psikologi. Ada beberapa teman saya yang sudah menikah di usia dini Saat itu, sempat terlintas di pikiran saya,  "Eh kok aku nggak diundang ya?" Lucu sih kalau mengingat pemikiran semacam itu Saya merasa cukup dekat, setidaknya sering mengerjakan tugas bersama, duduk berdekatan saat kuliah dengan teman saya itu Namun saat dia menikah, saya bahkan baru mengetahui kabar pernikahannya melalui facebook Seiring berjalannya waktu, saya semakin menyadari bahwa menyiapkan pernikahan bukanlah hal yang mudah Akan ada banyak kekurangan, seolah ketidaksempurnaan selalu memiliki celah Saya mulai sering mendengar berbagai keriweuhan menyiapkan pernikahan dari teman dekat, atau bahkan saudara Mulai dari konsumsi untuk pengajian, rias pengantin, katering, seragam untuk keluarga, undangan, sovenir, perintilan dekor...

Satu Pelukan

"Kamu tahu? Setiap hari aku mikirin kamu. Kamu sudah makan apa belum? Kamu makan apa hari ini? Uangmu tinggal berapa? Apa yang kamu kerjakan seharian ini? Apa yang kamu lakukan kalau bosan di kamar? Kamu terbiasa bekerja dengan segudang aktivitas dan kesibukan kesana-kemari. Sementara sekarang, kamu hanya di kamar. Siapa yang menemani kamu kalau kamu sedang bosan? Siapa yang setiap hari menyapamu dengan ucapan selamat pagi dan mendapat senyum manis yang tidak akan pernah aku lupa? Iya. Kamu dulu terbiasa menghabiskan setiap pagi di kantor. Bertemu dengan banyak orang yang akan menyapamu "Selamat pagi, Ibu HRD" lalu kamu jawab dengan sebuah senyuman manis yang menyenangkan. Aku khawatir. Iya. Sangat khawatir. Sampai kapan kamu bisa bertahan hidup dengan sisa uangmu sekarang? Sampai kapan kamu akan betah menghabiskan waktu seperti ini. Nggak, aku bukannya menuduh kamu nggak bahagia. Tapi aku tahu kamu. Aku hafal sifat dan kebiasaanmu. Dan aku tahu, kamu akan bosan tanpa p...

Epic - Failed

"Non, suaramu lho baguuuss. Kamu harusnya ikut Idol gitu lho" - Pak Rono, Satpam kantor "Mbak, suarane sampeyan lho uapik. Lapo seh dadi HRD? Kudune sampeyan dadi penyanyi ae" - Mbak Risca "Aku suka baca blogmu. Meskipun terlalu banyak kesedihan di sana-sini, tapi ada semacam magnet yang bikin ga bosen baca tulisanmu. Rapi. Terstruktur. Kalimat yang sederhana tapi mengena. Kamu harusnya jadi penulis" - Koko "Aku nangis baca tulisanmu tentang Mom di blog. Kak Nan juga bilang kamu punya bakat nulis. Seriously, you have to concider about leaving your job and become a writer instead" - My sister Saya tidak sedang ingin pamer beberapa kalimat yang bolehlah-dianggap-sebagai-pujian terhadap diri saya Saya hanya sedang mempertimbangkan lagi arah hidup saya Mungkin Dunia industri ini tidak cocok untuk saya

Trauma

Saya tidak tahu mana yang lebih menyakitkan Patah hati atau kecelakaan Tapi, keduanya sama-sama membawa efek yang mencengangkan Sakitnya tidak seberapa, tapi traumanya luar biasa Tidak apa-apa Ini bukan yang pertama Diterima saja Nanti waktu akan membinasakan luka Tuhan, Engkau sedang berkonspirasi atau apa? Kenapa semua kejadian buruk menimpa tanpa jeda?

Jeda Dalam Koma

Aku sedang berusaha berdamai dengan jarak Agar tidak ada penyesalan kelak Mungkin seharusnya sejak dulu aku memberi jeda Agar kamu belajar menjadi dewasa Sepertinya aku sudah terlalu lelah berlari Bukan hanya karena berlari menguras energi Tapi aku berlari sendiri Tanpa ada kamu yang ternyata nyaman dengan lintasanmu sendiri Jadi, bagaimana jika kita mundur selangkah Merenungi lagi garis akhir mana yang hendak dijamah Walaupun perih, biarlah Kali ini aku kembali percaya pada waktu Jika sampai batas aku menunggu Kamu tetap tidak mensejajari langkahku Maka aku sudah jelas tahu Seberapa berharganya aku untuk menjadi perjuanganmu Bukankah manusia memang harus terbiasa dengan jengah dan berbalik arah? Ada jeda dalam koma, berhenti untuk mengerti

Kekuatan Doa

"Sekarang udah bukan waktunya bagi kamu untuk main-main, nduk. Kamu harus berdoa lebih giat. Kalo kamu sudah berdoa, yakinlah sama pilihanmu. Kamu tau, kalo kita sudah berdoa dan akhirnya memilih jalan yang salah, pasti kamu akan sadar sendirinya karena petunjuk Allah dan akhirnya kamu memilih untuk mundur lalu memilih jalan yang lain" -Kakak-

Maumu Apa?

"Jadi, sebenarnya maumu apa? Kamu maksa orang untuk tegas, sementara kamu sendiri masih nggak tau maumu apa. Dia mundur, kamu ngamuk. Dia maju, kamu ngeper. Kamu ini pinter tapi goblok" -Mas Is-