27 tahun, memasuki usia dan linimasa dimana banyak berseliweran kalimat, "JANGAN LUPA UNDANGANNYA YA" YHA. Dulu. Dulu sekali, saat masih menempuh kuliah di Psikologi. Ada beberapa teman saya yang sudah menikah di usia dini Saat itu, sempat terlintas di pikiran saya, "Eh kok aku nggak diundang ya?" Lucu sih kalau mengingat pemikiran semacam itu Saya merasa cukup dekat, setidaknya sering mengerjakan tugas bersama, duduk berdekatan saat kuliah dengan teman saya itu Namun saat dia menikah, saya bahkan baru mengetahui kabar pernikahannya melalui facebook Seiring berjalannya waktu, saya semakin menyadari bahwa menyiapkan pernikahan bukanlah hal yang mudah Akan ada banyak kekurangan, seolah ketidaksempurnaan selalu memiliki celah Saya mulai sering mendengar berbagai keriweuhan menyiapkan pernikahan dari teman dekat, atau bahkan saudara Mulai dari konsumsi untuk pengajian, rias pengantin, katering, seragam untuk keluarga, undangan, sovenir, perintilan dekor...