Skip to main content

Posts

Showing posts with the label pernikahan

3B

Teruntuk anakku kelak, Nak, ada yang mengatakan bahwa tugas terakhir bagi orang tua adalah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya Coba bayangkan saja Selama ini dalam memilih makanan, pakaian, pendidikan, dan begitu banyak hal lainnya saja kami selalu berusaha memilihkan yang terbaik Apalagi memilihkan jodoh, yang berkorelasi dengan ibadah seumur hidup Darah suku Jawa yang mengalir dalam tubuhmu akan selalu membawa kita kembali pada satu pedoman penting dalam memilih jodoh: "Bibit, Bebet, Bobot" Pedoman itu menjadi sebuah SOP mutlak yang berlaku dalam adat budaya kita sebagai orang Jawa Pedoman yang terlihat sederhana, namun bisa menyimpan banyak bencana Pengalaman hidup dan berbagai masalah yang pernah Ibu lewati bisa saja mengubah pandangan Ibu mengenai konsep tersebut Ibu ingin yang terbaik untukmu, tapi Ibu juga percaya bahwa kamu tahu yang terbaik untukmu Maafkan Ibu yang memiliki pemikiran berbeda dengan adat budaya kita, Nak Bukannya Ibu tidak memahami ...

JANGAN LUPA UNDANGAN

27 tahun, memasuki usia dan linimasa dimana banyak berseliweran kalimat, "JANGAN LUPA UNDANGANNYA YA" YHA. Dulu. Dulu sekali, saat masih menempuh kuliah di Psikologi. Ada beberapa teman saya yang sudah menikah di usia dini Saat itu, sempat terlintas di pikiran saya,  "Eh kok aku nggak diundang ya?" Lucu sih kalau mengingat pemikiran semacam itu Saya merasa cukup dekat, setidaknya sering mengerjakan tugas bersama, duduk berdekatan saat kuliah dengan teman saya itu Namun saat dia menikah, saya bahkan baru mengetahui kabar pernikahannya melalui facebook Seiring berjalannya waktu, saya semakin menyadari bahwa menyiapkan pernikahan bukanlah hal yang mudah Akan ada banyak kekurangan, seolah ketidaksempurnaan selalu memiliki celah Saya mulai sering mendengar berbagai keriweuhan menyiapkan pernikahan dari teman dekat, atau bahkan saudara Mulai dari konsumsi untuk pengajian, rias pengantin, katering, seragam untuk keluarga, undangan, sovenir, perintilan dekor...