Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2013

Rindu

Aku rindu kamu dalam diam Cukup menjadi rahasia antara aku dan malam Aku rindu kamu Seperti air yang mengalir ke hulu Tak bisa dicegah Walau kadang tak seharusnya begitu Aku rindu Sejak dulu. Dan selalu. Jadi, ini namanya apa? Rindu? Oh. Wassalam. *catatan kecil untuk kamu yang sudah menepati janji* Surabaya, Juli 2013

Menata Mimpi

Beberapa hari lalu saat selesai sahur dan tidak bisa tidur lagi, saya iseng melihat akun instagram salah satu teman kuliah saya Bosan melihat foto-foto yang dia upload, saya "bergerilya" melihat followersnya Di situ, saya menemukan akun adik tingkat saya yang sama-sama berasal dari Denpasar Singkat cerita lah karena ke-kepo-an saya sedang tinggi, saya mengubek-ubek akun instagram adik tingkat yang baru saja melahirkan itu Dan dari akunnya, saya menemukan akun-akun teman saya di SMA dulu Ada perasaan "nyess" saat melihat akun-akun instagram milik teman saya semasa SMA I could see clearly, most of them have been reaching their dreams Ada yang sudah menjadi dokter Ada yang menjadi perawat Ada yang lulus program magister di ilmu hubungan internasional dan mengikuti konferensi di beberapa negara Ada yang sudah berkeliling Eropa sebagai hadiah wisata dari tempatnya bekerja Begh! Tanpa bisa dicegah, ada rasa inferior yang mendadak muncul Saya...

Definisi Rumah

Ia menatapku heran Sepersekian detik kemudian, tatapannya berganti tatapan iba "Kenapa kamu tidak bergabung dengan teman-temanmu?" tanyanya kepadaku dengan lembut Aku melirik sekilas ke arah teman-temanku di sudut ruangan. Ada yang sibuk bercerita, ada yang membantu memasukkan es buah ke dalam gelas plastik, ada yang berlarian sambil tertawa riang. "Aku ingin sendiri," jawabku singkat sambil menundukkan wajah. Gadis berusia 25-an itu kemudian memegang tanganku lembut. Ia seolah bisa membaca pikiranku "Oke. Kakak tinggal kamu sendiri ya. Tapi nanti kalau sudah mau adzan maghrib, kita kumpul di sana ya. Kakak udah siapin es buah kesukaan kamu tuh" Aku mengangkat wajahku. Tatapan kami bertemu di satu titik. Ia tersenyum lalu mengusap kepalaku. Tidak berapa lama kemudian, TV dinyalakan. Anca, anak paling senior di panti asuhan kami sibuk mencari stasiun televisi yang menyiarkan adzan maghrib. Acara TV saat itu masih menyiarkan ceramah me...