Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2015

K E H I L A N G A N

Aku sedang mengingat Bagaimana dulu hati kita pernah terikat Berjanji untuk tetap bergandengan di suatu sudut malam yang pekat Kamu tahu Aku benci menunggu Tanpa tahu batas waktu Aku sedang bercengkrama dengan ketakutan Bias irama kenangan yang muncul dalam keheningan Aku sedang bertanya-tanya Bagaimana bisa kita saling tak acuh dan tidak bertegur sapa Dan ketiadaan menjadi teman bagi kata terbiasa Aku tidak tahu harus bagaimana Mengumbar kesedihan agar kamu tahu aku sedang terluka Atau berbahagia karena Tuhan menunjukkan bahwa kamu tidak setangguh yang aku kira? Aku ingin merasa diperjuangkan Aku ingin merasa diinginkan Bukan dengan diam yang berujung pada pengabaian Mengutip satu kalimat sederhana di pagi ini Seberapa keras usaha kita mempertahankan, jika memang sudah tak sejalan, semua akan bertemu pada satu kehilangan

Pengacara Wanna Be

Beberapa tahun lalu Papa pernah meminta saya untuk masuk ke jurusan hukum Alasannya sederhana dan cukup membuat saya memprotes keras Saya cerewet, pandai bernegosiasi sekaligus mengintimidasi orang Sungguh saya tidak paham apakah itu sebuah pujian atau sindiran terang-terangan Saran dari Papa itu saya tolak mentah-mentah Tanpa basa-basi dan tidak perlu berpikir ulang Alasan saya? Saya benci dengan hukum dan segala profesi yang terkait di dalamnya No offense Bagi saya yang merupakan orang awam, profesi seperti pengacara adalah sebuah profesi yang penuh dengan kepalsuan sekaligus keribetan Seorang pengacara harus mau dan mampu membela kliennya di persidangan, even when he knows which is right or wrong *pls tolong anak hukum yang baca tulisan ini jangan tersinggung* Sepertinya Tuhan sedang bercanda Saya dibuat merasakan bagaimana berada di posisi semacam pengacara yang sejak dulu saya cibir tanpa ampun Saya berada di posisi yang mau-tidak-mau-suka-...