Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

3B

Teruntuk anakku kelak, Nak, ada yang mengatakan bahwa tugas terakhir bagi orang tua adalah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya Coba bayangkan saja Selama ini dalam memilih makanan, pakaian, pendidikan, dan begitu banyak hal lainnya saja kami selalu berusaha memilihkan yang terbaik Apalagi memilihkan jodoh, yang berkorelasi dengan ibadah seumur hidup Darah suku Jawa yang mengalir dalam tubuhmu akan selalu membawa kita kembali pada satu pedoman penting dalam memilih jodoh: "Bibit, Bebet, Bobot" Pedoman itu menjadi sebuah SOP mutlak yang berlaku dalam adat budaya kita sebagai orang Jawa Pedoman yang terlihat sederhana, namun bisa menyimpan banyak bencana Pengalaman hidup dan berbagai masalah yang pernah Ibu lewati bisa saja mengubah pandangan Ibu mengenai konsep tersebut Ibu ingin yang terbaik untukmu, tapi Ibu juga percaya bahwa kamu tahu yang terbaik untukmu Maafkan Ibu yang memiliki pemikiran berbeda dengan adat budaya kita, Nak Bukannya Ibu tidak memahami ...

Teruntuk Kamu Gadis Penuh Percaya Diri

Saya akan selalu ingat air matanya di sore itu Saya akan selalu ingat bagaimana dia menahan rasa sakitnya dan berusaha tetap tersenyum sambil memeluk dan mengucapkan kata maaf Kehilangan pekerjaan tidak akan pernah menjadi hal yang mudah Tetapi saya percaya, tidak ada satu kejadian pun dalam hidup kita yang tidak memiliki maksud Saya tahu dia terluka Tetapi setidaknya, saya memberikan dia kesempatan untuk belajar dan berjuang bersama Setidaknya, saya membiarkan dia tahu apa saja kesalahannya dan bagaimana dia harus memperbaiki semuanya Setidaknya, saya memberikan dia pilihan dan kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan yang sepantasnya A proper goodbye Karena saya tahu bagaimana sakitnya harus pergi tanpa tahu apa salah saya Karena saya ingat bagaimana pahitnya tidak diberikan kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal meski untuk sekejap saja Saya berdoa semoga semua pedih itu akan mendewasakan Saya berharap rasa sakit dan kecewa itu tidak aka...