Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2014

Cincin Itu Pengingat

"Bu Fanny cantik," ujarnya sambil menatap lekat mata saya "Terimakasih," jawab saya singkat sambil tersenyum "Saya tebak, usia Bu Fanny tidak lebih dari 25 kan?" tanyanya dengan yakin Saya tertawa sambil mengangguk, mengiyakan. Sepersekian detik kemudian, dia mengamati jari tangan saya Saya mengernyitkan dahi, hendak bertanya apa yang dia perhatikan Lalu saya tersadar, dia mengamati cincin di jari manis kiri saya "Jadi Bu Fanny sudah bertunangan?" tanyanya lagi, kali ini entah dengan ekspresi yang tidak bisa saya pahami Saya hanya tertawa Tidak mengiyakan, tidak juga membantah Saya jelas belum bertunangan atau apapun istilahnya Cincin itu sengaja saya beli beberapa bulan lalu dan saya pakai di jari manis kiri Cincinnya sederhana, hanya terbuat dari campuran monel dan emas putih kalau saya tidak salah ingat ya Tujuannya hanya satu Sebagai pengingat dan penanda, bahwa hati saya sudah terpaut di satu nama Sehingg...

Lesson Learned: Love Your Job, But Never Love Your Company

Sabtu malam, hujan deras Daripada memikirkan pacar saya yang entah ada di mana, lebih baik rasanya menulis di blog ini Sebenarnya sejak Kamis malam kemarin, saya sudah ingin menulis di blog Menceritakan pengalaman luar biasa yang baru saja saya alami Tapi kondisi saya malam itu yang sangat kelelahan sangat tidak memungkinkan untuk menulis Sejak Rabu sore, saya dan Bu Frieda sudah berada di Tulungagung Jangan dikira tujuan kami hanya sekedar untuk visit cabang Kami membawa sebuah amanah besar dari Direksi Untuk melakukan efisiensi Sumpah demi apapun yang bisa disumpah. Selama hampir 3 tahun menjadi seorang HRD, ini adalah pekerjaan terberat yang pernah saya lakukan Ya, efisiensi Atau bahasa awamnya, pengurangan karyawan Kami tidak bisa memungkiri, kondisi regional sedang terpuruk Angka booking dan collection semakin menurun Pengeluaran dan pemasukan kian tidak seimbang Otomatis, harus ada yang dikorbankan Kali ini, pihak karyawan operasional yang haru...

Kenapa Saya Suka Menulis Blog?

Pernah ada yang bertanya kepada saya "Untuk apa kamu rajin menulis blog? Itu kan sama dengan menceritakan masalahmu ke publik?" Saya menjawab, ada dua alasan mengapa saya suka menulis blog Pertama, menulis di blog melatih saya untuk menyusun draft dan berpikir runtut Saya adalah tipe orang yang suka berpikir melompat-lompat Terkadang terlalu banyak ide di kepala, lalu bingung harus menuliskannya dari mana Dari blog inilah saya belajar menyusun draft, berpikir runtut, dan lalu menuliskannya Kedua, saya tidak hanya sekedar mengeluh atau curhat Saya sadar, ingatan saya sebagai manusia sangatlah terbatas Kejadian hari ini mungkin akan terlupa begitu saja Padahal saya percaya, setiap detil kejadian dalam hidup kita pasti memiliki makna Saya sedang dalam proses belajar pendewasaan Di setiap proses belajar, selalu ada suka duka Saya tidak mau terfokus pada duka dan luka itu saja Tapi juga pelajaran kedewasaan apa yang bisa saya ambil Saya tid...

Bertahan Pada Keputusan

Saya tercekat pada sebuah paragraf Tulisan JFlow dalam The Journeys 3 "Cinta adalah keputusan, bukan semata perasaan. Saya yakin, si istri sering tidak nyaman dengan pembawaan si suami. Namun, keputusan untuk mencintai sang laki-laki yang dipilihnya membawa dia pada situasi bertahan dan menerima laki-laki itu apa adanya. Sebuah pelajaran berharga bagi saya". Saya jadi teringat pada Bu Ririn, tante yang sudah saya anggap seperti Ibu sendiri dan memang saya panggil Ibu Saya tidak ingat pasti berapa lama usia perkawinan Ibu dengan Om Iman Kalau tidak salah, sejak saya SD Ibu lahir di keluarga Jawa yang bisa dibilang priyayi ( kalau tidak salah tulis) Saya tahu betul bagaimana budaya di keluarga kami Eyang yang memang keturunan Ningrat mendidik dengan tata krama yang cukup saklek Jika bertutur harus menjaga nada bicara Jika duduk harus sopan, tidak boleh mengangkat kaki apalagi di hadapan orang tua Jika makan harus rapi, tidak boleh bersuara atau meni...

Jangan Takabur :)

Awal April lalu, saya diberi tugas dinas ke Bogor untuk menjadi trainer dalam Effective Self Management Saya tidak akan bercerita banyak tentang jalannya training itu Sejak hari pertama training, saya tahu dan sadar betul Ada beberapa peserta yang terus memperhatikan saya (Terserah mau menganggap ini ge-er atau semacamnya) Bahkan ketika saya memberikan materi, pandangan mereka seolah tidak sedetik pun lepas Tapi ya, itu saya anggap sebagai antusiasme mereka dalam mengikuti training Di hari kedua, saya membawakan sebuah games Games tentang emosi ini dikemas dalam sebuah nyanyian Tahu lagu anak-anak yang liriknya, "Kalau kau suka hati tepuk tangan.. kalau kau suka hati tepuk tangan"? Jadi lirik lagu itu nantinya akan diganti dengan kata-kata emosi Sejak awal saya mencontohkan (baca: menyanyi) sorak sorai dari para peserta sudah mulai mendengar Dan setelah saya selesai bernyanyi, mereka dengan sengaja meminta saya mengulang Yassalam x_x Setelah g...

The Jouneys 3: Titik Balik Pencarian

Weekend seringkali menjadi "waktu sakral" bagi saya Kalau banyak pasangan yang menghabiskan weekend dengan berkencan, lain halnya dengan kami Saya dan pacar justru cenderung jarang bertemu di weekend Alasannya sederhana Saya butuh waktu istirahat. Butuh waktu untuk diri sendiri. Butuh waktu untuk melakukan hal-hal yang saya suka tanpa interupsi. Di setiap akhir pekan, saya selalu punya rencana-rencana asik Mencuci baju. Menata kamar. Belajar. Menonton film. Membaca buku. Ah, ya. Pilihan terakhir itu yang paling sering saya lakukan di akhir pekan. Seperti yang sudah pernah saya tuliskan, saya punya keahlian yang cukup unik Membeli buku, dan tidak membacanya selesai *self keplak* Untuk mengurangi keahlian itu, saya selalu memasang target untuk buku-buku yang baru saya beli Nah, ceritanya bulan lalu saya baru saja membeli sebuah Novel (atau kumpulan cerpen) yang berjudul The Journeys 3 Cerita yang paling ingin saya baca tentu saja cerita dari e...