Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Kata Adalah Doa

Be careful what you wish for, Cause you just might get it all (Chris Daughtry - Home) "Pokoknya ya, Bund. Sampai kapanpun adek nggak bakalan mau hidup di 2 kota itu. Jakarta sama Surabaya. Udahnya panas, sumpek, macet. Pokoknya nggak bakal" Faktanya, saya sudah hampir 7 tahun hidup di Surabaya Sudah mulai jatuh cinta dengan kota panas ini Dan belum terpikir untuk meninggalkan kota yang sudah seperti rumah sendiri "Aku nggak bakalan lama kok di Mandala" Faktanya, saya hanya diberi waktu 1 tahun berkarir di sini Dan harus meninggalkan perusahaan ini dengan cara yang cukup menguras emosi Tuhan, Benarlah bahwa kata-kata adalah sebagian dari doa Dan ternyata Engkau Maha Teliti atas segala yang terucap meskipun tidak terencana Engkau kabulkan tanpa banyak bertanya    

P O L I T I K

Putus cinta disaat sedang cinta-cintanya itu sakitnya luar biasa ! Sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu, saya pernah berpacaran dengan salah seorang teman Teman yang entah kenapa tiba-tiba bisa menjadi dekat tanpa ada rencana Saya dan dia tidak sekota LDR istilah kerennya Saya di Surabaya, dia di Jakarta Sama-sama kuliah di universitas ternama Sama-sama sibuk dengan urusan kuliah dan aktivitas sosial yang berjubel banyaknya Saya tidak tahu kegilaan macam apa yang membuat saya pada akhirnya memilih bertahan Saya juga tidak tahu kebodohan macam apa yang membuat saya mulai yakin padanya dan dengan otomatis menciptakan berbagai angan-angan Dia sibuk dengan dunianya Saya sibuk menahan rasa kecewa karena terabaikan begitu saja Dia sibuk dengan teman-temannya Saya sibuk menahan rindu dan berharap dia menelepon meskipun hanya semenit saja Di tengah kegalauan karena merasa tidak dianggap dan tidak berharga Saya dengan gilanya justru memutuskan untuk bertahan d...

Epic - Failed

"Non, suaramu lho baguuuss. Kamu harusnya ikut Idol gitu lho" - Pak Rono, Satpam kantor "Mbak, suarane sampeyan lho uapik. Lapo seh dadi HRD? Kudune sampeyan dadi penyanyi ae" - Mbak Risca "Aku suka baca blogmu. Meskipun terlalu banyak kesedihan di sana-sini, tapi ada semacam magnet yang bikin ga bosen baca tulisanmu. Rapi. Terstruktur. Kalimat yang sederhana tapi mengena. Kamu harusnya jadi penulis" - Koko "Aku nangis baca tulisanmu tentang Mom di blog. Kak Nan juga bilang kamu punya bakat nulis. Seriously, you have to concider about leaving your job and become a writer instead" - My sister Saya tidak sedang ingin pamer beberapa kalimat yang bolehlah-dianggap-sebagai-pujian terhadap diri saya Saya hanya sedang mempertimbangkan lagi arah hidup saya Mungkin Dunia industri ini tidak cocok untuk saya

R I N D U

Pelukanmu itu candu Menyejukkan hati yang selalu rindu Penawar gundah yang datang tidak tahu waktu Senyumanmu itu lagu Melodi sempurna yang memberangus semua pilu Menyempurnakan ritme cinta dalam kalbu Kau bilang Tuhan sedang berbaik hati Kubilang Tuhan sedang mempermainkan hati Aku dan kamu, mengapa harus saling mencintai dengan berhati-hati? Aku titipkan hati kepadamu lelaki bermata sendu Tetaplah di situ untukku selalu Meskipun Tuhan terlanjur bicara kita bukan satu Tu me manques *satu rindu mengendap kembali dalam kejamnya waktu*

L E L A H

"Kamu tahu, apa kalimat terindah yang pernah kamu ucapkan untuk aku?" "Mmm. Kamu cantik?" "Bukan. Bukan itu." "Lantas?" "Kamu pernah bilang. Ketika kamu mendengar rekan-rekanmu yang lain membicarakan hal buruk tentangku di belakang, kamu berpikir bahwa itu bukan salahku. Itu karena mereka yang tidak bisa memahamiku. Itu karena mereka yang tidak tahu bagaimana caranya mengambil hatiku." "Aku tidak paham dimana sisi indahnya kalimat itu buatmu."  "Setiap orang berhak berkomentar apapun tentang kita. Setiap orang tidak perlu berpikir panjang untuk sekedar berkomentar, apalagi menyalahkan orang lain. Dan nyatanya aku memang tidak peduli. Tapi tahukah kamu, ada rasa bahagia yang menyesaki dada saat aku tahu bahwa setidaknya masih ada satu orang yang tidak ikut menghujaniku dengan pikiran negatif? Tahukah kamu betapa bahagianya mengetahui bahwa masih ada setidaknya satu orang yang memilih diam dan pergi daripada me...

Trauma

Pernah dengar kata trauma? Pernah merasakan bagaimana mengerikannya?  Saya tahu, dan sedang mengalaminya Sejak kejadian kecelekaan sekitar seminggu lalu Hari-hari mengendarai motor bagaikan mimpi buruk yang membuat hidup saya berwarna kelabu Jantung berdegup kencang tiap melewati jalan itu Tangan gemetar tiap kali ada kendaraan lain berjarak cukup dekat dan ingin menyalip Mulut tidak berhenti mengucap istighfar, sedikit usaha menenangkan Iya, seluar biasa itu Sempat terpikir untuk tidak mau mengendarai motor dalam waktu dekat Masih ada taksi atau angkot Tapi niat itu keburu saya tutup rapat Kenapa? Karena saya tidak mau kalah dari ketakutan tanpa jeda Karena saya tidak mau menghabiskan waktu untuk tenggelam dalam luka Sehari setelah kecelakaan, saya memberanikan diri untuk ke kantor dengan mengendarai motor Meskipun tangan gemetar Meskipun air mata sesekali menetes, tapi saya tidak gentar The limitation that we have is the only limitat...

Trauma

Saya tidak tahu mana yang lebih menyakitkan Patah hati atau kecelakaan Tapi, keduanya sama-sama membawa efek yang mencengangkan Sakitnya tidak seberapa, tapi traumanya luar biasa Tidak apa-apa Ini bukan yang pertama Diterima saja Nanti waktu akan membinasakan luka Tuhan, Engkau sedang berkonspirasi atau apa? Kenapa semua kejadian buruk menimpa tanpa jeda?

Ciye Nyinyir Ciye

Hati-hati dengan kata Baik lisan maupun yang tertulis di sosial media Karena kata adalah sebagian dari doa Yakin nih, berharap saya jatuh? *LoL* Lihat fakta, jangan hanya nyinyir semata Saya sudah pindah ke perusahaan baru, dengan posisi dan segala benefit yang lebih tinggi tentunya Saya punya kehidupan yang luar biasa bahagia Lalu Anda? Oh, iya Masih sibuk dengan aerobik, masak, selfie, dan nyinyir di sosial media? *LoL* Coba diubah itu pola pikirnya Ada banyak cara lho untuk bahagia Shopping, nonton, baca buku, nulis, karaoke, liburan, jalan-jalan Bukan nyinyir di sosial media Oh, apa? Kere? Otaknya pas-pasan? Pantesan. Ya udah nggak papa :(   Seriously, you need vacation If someone talk about you behind your back, it simply means that they already left behind you Sudah hukum alam Yang terbiasa membicarakan orang di belakang, akan selalu tertinggal di belakang Atau, ada yang sudah tertular virus Farhat Abbas jadi hobinya ngoceh...

SO WHAT?

Whatever you do, good or bad People will always have something to say Then why bothered? Whatever you do, good or bad People will always have something to judge Then why should I have to try harder to please everyone? Like seriously, live your life mbak! I have no problem with you and your family Don`t insist me to start a war Wait a second Are we really a proper partner in war? Mmm.. I don`t think so If you feel lonely and find nothing else to do, I strongly suggest you to open up your mind Perhaps, He will lead you find another worth-to-do things except talking me behind My back isn`t a voicemail So if you really have something to say, talk in front of me directly I bet you are that naive Do you really think that everyone who talked bad things about me never do the same about you? Oh, pathetic! Mbak, mbak If only you knew I have a very good relationship since 4.5 years ago I had no interest to your husband Mmm, If only this i...

LOGOUT [ ! ]

Saat ini, saya sedang tahap menarik diri Bukan karena sedang benci pada lingkungan atau diri sendiri Atau mari sebut saja sedang belajar memahami dan berkompromi Logout ! Iya, saya melogout semua akses ke sosial media di kedua ponsel pintar saya Lebih tepatnya, hanya facebook dan twitter saja Path masih ada, meskipun jarang dibuka Instagram tentu saja ada, untuk mendukung bakat selfie saya yang luar biasa Akhir-akhir ini entah kenapa Media sosial menjadi sangat memuakkan bagi saya Banyak perdebatan ini-itu tentang politik dan agama Update tentang liburan, pertunangan, pernikahan, kelahiran, dan monolog-monolog konyol lainnya Saya mencapai titik jengah Entahlah Anggaplah saya sedang menantang diri saya sendiri Bagaimana rasanya hidup tanpa perlu tahu urusan orang lain Bagaimana rasanya memusatkan energi pada diri sendiri Belajar memperbaiki segala hal tanpa standar ganda dari lingkungan Sometimes, over updated create a new problem called in...

25 yang ke-25

25 yang ke-25 Barakallah :) Tidak terasa sudah diberi seperempat abad oleh Yang Maha Pencipta Diberi berbagai ujian berupa bahagia dan duka agar tidak lupa Bahwa ada Dia yang Maha Mengatur Segala Di seperempat abad yang luar biasa Hanya ingin mengambil waktu barang sejenak untuk berterimakasih kepada Dia Betapa skenario yang Dia tuliskan sungguh luar biasa Kemudahan dan nikmat bertubi-tubi di luar logika Dia memberi saya anugerah tak terhingga Dua Malaikat penjaga yang cintanya mengagumkan, Mama dan Bunda Dia memberi saya kemudahan bersekolah sejak SD di sekolah ternama Bahkan salah satu universitas terbaik di Indonesia yang tidak saya duga Dia memberi saya langkah karier yang cemerlang tanpa jeda Dia memberi saya teman-teman yang selalu bersedia menolong kapan saja Dan Dia memberi saya kekasih yang sabar, penyeimbang langkah yang tak tergantikan cintanya Allah Yang Maha Mendengarkan segala doa Terimakasih untuk usia dua puluh lima Terimakasih untuk segala doa yan...

Orang Nomor Satu

Kejadian hari ini memaksa ingatan saya kembali ke masa kecil Masa di mana hidup kita masih sederhana Terpaut usia tidak sampai 2 tahun Hanya 2 bersaudara, tidak ada lagi partner yang lain Sejak kecil orang selalu berkata bahwa kita berbeda Aku dan kamu adalah saudara yang berkebalikan seutuhnya Aku yang tomboi, kamu yang feminin Aku yang pemberani, kamu yang penakut Aku yang galak, kamu yang kalem Aku yang cuek, kamu yang lembut Kamu ingat, dulu saat kita masih dirawat oleh adik-adik Papa Saat Mama berjuang menyelesaikan S2 nya di Bandung Bulik Ida yang keras dan jahat Sering menghukum untuk membuat kita patuh Cacian, makian, pukulan, sudah jadi makanan sehari-hari Aku ingat Kamu hanya akan menangis tanpa melawan Sementara aku selalu dengan sigap membalas tanpa banyak pertimbangan Kamu masih ingat? Hari itu Bulik Ida marah besar karena kita pulang terlambat Kita terlambat bukan karena bermain Tapi karena mobil antar-jemput tidak juga d...

Injustice Complaints

" Do u remember , Mbak? Waktu itu ada beberapa orang yang saya interview di Surabaya untuk posisi ini. Tapi, I fall in love with you since the first time we met. Saya menaruh harapan besar ke mbak Fanny, dan sejak awal saya tahu kamu punya potensi yang besar. Maka saya harap, kamu tidak menyerah dengan adanya kritik seperti itu dari partnermu di regional. Behind every injustice complaints, there is always hidden appreciation of what we`ve done . Mungkin dia tidak cukup berbesar hati untuk memuji kelebihan kita, sehingga yang muncul adalah komplain " -My Boss-

Untuk Kamu yang Hobi Drama

Kalau kamu berpikir saya diam karena takut, Maka saya pastikan kamu keliru akut Saya tidak peduli, bukan tidak berani Tapi kamu hanyalah wanita kesepian yang tidak perlu diladeni Maka benarlah apa yang dituliskan oleh Arman Dhani Jangan berdebat dengan orang bijak dan orang dungu Karena jikapun menang, Yang pertama membuatmu menyesal Yang kedua membuatmu bebal Karena bagi saya kamu tidak lebih dari sekedar pencari sensasi Yang hobi mengumbar masalah pribadi Playing victim seolah kamulah yang terdzolimi dan patut dikasihani Hati-hati dengan diksi Karena sudah pasti,  Tiap kalimat yang kamu tulis akan menunjukkan kualitas diri Perbaiki dulu ejaan dan penulisan kata depan Baru berdebat dengan orang yang sepadan Terimakasih sudah mengingatkan bahwa saya adalah lulusan psikologi yang punya jabatan lebih tinggi Itu adalah fakta yang sifatnya hakiki Maka jika kamu ingkari, Kamu hanya semakin akan terlihat iri Saya tidak membalas kar...

Haiku Palsu

Sudah, jangan terlalu sering mengkhawatirkanku Nanti aku tidak lagi bisa belajar menghargai kemampuanku Sudah, jangan terlalu sering memaksaku Nanti aku terbiasa melupakan kehebatan doaku   Mungkin harus aku paksa Agar lama-lama terbiasa Mungkin ini hanya perkara luka sederhana Yang tidak perlu diumbar kemana-mana

Jeda Dalam Koma

Aku sedang berusaha berdamai dengan jarak Agar tidak ada penyesalan kelak Mungkin seharusnya sejak dulu aku memberi jeda Agar kamu belajar menjadi dewasa Sepertinya aku sudah terlalu lelah berlari Bukan hanya karena berlari menguras energi Tapi aku berlari sendiri Tanpa ada kamu yang ternyata nyaman dengan lintasanmu sendiri Jadi, bagaimana jika kita mundur selangkah Merenungi lagi garis akhir mana yang hendak dijamah Walaupun perih, biarlah Kali ini aku kembali percaya pada waktu Jika sampai batas aku menunggu Kamu tetap tidak mensejajari langkahku Maka aku sudah jelas tahu Seberapa berharganya aku untuk menjadi perjuanganmu Bukankah manusia memang harus terbiasa dengan jengah dan berbalik arah? Ada jeda dalam koma, berhenti untuk mengerti

Doa Yang Sama Kala Lebaran

Aku bahagia, kembali dipertemukan dengan Ramadhan Aku bersyukur, masih diberi umur Tapi Lagi-lagi ada satu hal yang mengganjal dalam hati Mungkin, lebaran nanti aku akan sendiri (lagi) Tahun kemarin, pertama kalinya aku berlebaran di keluarga Kediri tanpa Kakak Iya Dia yang sudah berkeluarga, harus berlebaran di rumah mertua Lebaran pertamanya dengan keluarga baru Kakak memang sempat menawari saya untuk ikut berlebaran di sana Tapi saya menolak Siapa yang akan berziarah ke makam Bunda dan membaca Yasin di sana kalau bukan saya Lagipula, biarlah dia merasakan lebaran dengan keluarga barunya tanpa saya Tahun ini, sepertinya akan sama seperti tahun lalu Kami sempat mengobrol lewat BBM beberapa hari lalu Saya menanyakan rencana mudiknya Memang beberapa bulan lalu sempat ada wacana bahwa tahun ini ia dan suaminya akan ikut mudik ke Kediri Mengingat lebaran yang tinggal sebentar lagi dan tiket mudik pasti sudah ludes, saya berusaha mencari kepastian...

Ramadhan Dulu Dan Sekarang

Masih teringat jelas percakapan di Ramadhan tahun lalu... "Kamu kenapa nggak tarawih di masjid bareng sama mbak, Mama, Papa?" "Ngantuk. Imamnya lama" Saya menarik nafas, menahan jengkel dan kecewa di ubun-ubun. "Terus kalo nanti kita udah nikah, kamu bakal ngebiarin aku tarawih sendirian ke Masjid? Terus siapa yang jadi imam buat aku sama anak-anakku?" Percakapan ditutup dengan kalimat "terserah kamu deh. Aku capek ngasih tau kamu" dan muka jutek. P ercakapan selama beberapa hari awal Ramadhan tahun ini... "Kemarin tarawih?" "Iya, tarawih. Tapi sama Papa Mama di rumah. Soalnya pas mau ke Masjid, masih bingung cari sarung. Jadinya telat deh. Ya udah, akhirnya jamaah bertiga" "Sayang, nanti kita nonton The Fault In Our Star ya jam 8.15. Ayah jemput di kantor jam 5, habis itu kita buka puasa. Masih sempat tarawih kan? Nanti kita langsung ke masjid deket kos ya" Semoga, aku tidak salah me...