Skip to main content

Posts

Showing posts from 2012

Resolusi 2013 !

31 Desember 2012 Hari terakhir di tahun 2012 Dan, hari ulang tahun Papa =) Well, sebenarnya tidak ada yang istimewa dengan pergantian tahun Kalau boleh memilih, saya lebih suka menghabiskan tahun baru di kos Iya, sendirian Membaca buku, menikmati pesona kasur-bantal-guling, menghabiskan stok cemilan, dan juga menonton acara di televisi yang cihuy Baiklah, saya mengaku kalau kadar introvert saya suka berlebihan Saya benci dengan kemacetan di tahun baru Saya jengah dengan suara knalpot tidak tahu malu Apalagi, hujan selalu menjadi tamu tak diundang di malam yang sebenarnya biasa ini Pffft ! Semua orang sibuk membicarakan resolusi Hmm, saya pun jadi latah ingin membahas tentang resolusi juga 2012 ini titik pencapaian yang luar biasa DI tahun ini, banyak hal istimewa yang saya alami Terutama dalam masalah pekerjaan Dalam setahun ini, begitu banyak masalah, air mata, dan tawa bahagia yang saya peroleh di kantor Dan mau tidak mau, saya dipaksa...

Kekuatan Doa

"Sekarang udah bukan waktunya bagi kamu untuk main-main, nduk. Kamu harus berdoa lebih giat. Kalo kamu sudah berdoa, yakinlah sama pilihanmu. Kamu tau, kalo kita sudah berdoa dan akhirnya memilih jalan yang salah, pasti kamu akan sadar sendirinya karena petunjuk Allah dan akhirnya kamu memilih untuk mundur lalu memilih jalan yang lain" -Kakak-

Maumu Apa?

"Jadi, sebenarnya maumu apa? Kamu maksa orang untuk tegas, sementara kamu sendiri masih nggak tau maumu apa. Dia mundur, kamu ngamuk. Dia maju, kamu ngeper. Kamu ini pinter tapi goblok" -Mas Is-

Selamat Hari Ibu, Malaikatku =)

22 Desember 2012 Sejak saya membuka mata, mengecek timeline hingga detik ini, beragam ucapan selamat hari ibu berseliweran Mulai dari yang nostalgia masa kecil, video tentang ibu, bahkan hingga tweet sarkas anti mainstream yang mencela TL yang heboh karena hari ibu, padahal harusnya tiap hari kita menyayangi ibu Saya sempat menangis Iya, saya sangat merindukan wanita tangguh yang telah melahirkan dan juga membesarkan saya Ada rasa iri terbersit ketika membaca tweet seorang teman yang mengatakan kalau ia sudah memeluk ibunya dan mengucapkan selamat hari ibu Ah, bunda You have no idea how I miss you Bersyukurlah kalian yang masih memiliki ibu Yang masih diberi kesempatan untuk bertemu maupun menelepon, atau sekedar mengirim pesan singkat untuk mengucapkan selamat hari ibu Sementara aku? Ya, aku memiliki ibu Wanita tangguh yang saat ini sudah berada di surga Dan ucapan selamat hari ibu untuknya, aku titipkan lewat doa dan surat Al-Fatihah yang kubaca seles...

MINE !

Somehow, I do love his smile at this photo Sorry for insisting you to smile, dear Xoxo :)

I`m (not) a Psychologyst

Saya bersyukur kuliah di Psikologi Kuliah di fakultas itu memang merupakan mimpi saya sejak dulu Ada ketertarikan luar biasa untuk mempelajari perilaku manusia yang dinamis Bukan hanya teorinya saja Tetapi juga praktik Yang utama, praktik bertoleransi :) Ketika menulis sebuah esai diri atau biodata, saya selalu menuliskan kelemahan saya: moody Artinya sederhana Mood saya mudah berubah tanpa permisi Mungkin bagi orang lain, hal itu merupakan kelemahan Tapi menurut saya, ada sisi lain yang bisa saya angkat sebagai nilai positif Orang bilang, moody itu sifat yang buruk Saya bilang, moody itu tantangan Tantangan bagaimana saya bisa mengontrol segala perasaan negatif yang sering muncul tiba-tiba Tantangan bagaimana saya berdamai dengan hati saya sendiri Tantangan bagaimana saya menemukan hal-hal sederhana yang bisa membantu saya meredakan segala emosi negatif Karena atas nama profesionalisme, tidak ada istilah moody, jendral ! Banyak yang beranggap...

Masalah

"Orang yang bertanggungjawab menyelesaikan suatu masalah adalah orang yang pertama kali merasa bahwa hal itu merupakan suatu masalah" *pesan dari Bu Fajrianti, dalam kuliah Hubungan Antar Person"

Kamu, Sayangku :)

Sekali waktu aku bertanya padamu Tidak bosankah kau mencintaiku? Tidak bosankah kau menitipkan rindu di setiap pesanmu? Tidak bosankah kau membanjiri tatapanmu padaku dengan sejuta cinta? Ah, aku lupa Kamu selalu berpikir sederhana Sesederhana pelukanmu ketika aku gundah Sesederhana doamu untuk menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku kelak Pernah juga aku bertanya Mengapa tak kau cari yang lebih baik dariku Kala itu kau tatap mataku dalam "Apa arti dari "lebih baik" itu sayang? Jangan gunakan logikamu untuk menakar rasa ini. Kenapa  tak kau terima saja takdir bahwa dalam setiap sujud kita ada doa agar selalu bersama?" ujarmu  lembut Ah, lagi-lagi aku terpesona Tidak tahukah kau rahasia terdalam yang kusimpan rapat dalam setiap shalatku? Ya, aku mengagumi Tuhan yang mampu menyisipkan pesona dalam tutur kata lembutmu Aku memuja Tuhan yang membuat hukum aksi-reaksi antara kau dan aku Kau tersenyum manja, jantungku berdegup dengan ritme di atas ambang...

Quote for Enemy

"Don`t let stupid people make you look stupid just because you have fight with them. Keep calm and be elegant" "Choose your friend wisely. Choose your enemy wiser. #Lifeguide" ( Falla Adinda ) "Save your class. Save your pride. Save your energy. Don`t ever let hater find a way to get your attention. Let them bark. Let them stay in their class"

Teman - Sahabat

"Kamu tahu kelemahanmu, dek? Kamu tidak pernah mau memulai percakapan dengan orang lain terlebih dulu. Kamu seolah membuat jarak dengan orang lain" Kurang lebih itulah kalimat yang saya terima beberapa hari lalu dari seorang rekan di kantor Saya hanya melirik sekilas dan tersenyum Dalam hati memang membenarkan Kepribadian saya yang introvert memang membuat saya lebih suka berfokus pada dunia saya Bukan berarti autis Saya hanya seringkali lebih nyaman dengan kesendirian saya Ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, saya sangat jarang menyapa terlebih dulu atau mengajak berkenalan Entahlah Ada semacam efek insecure dalam diri saya Ada semacam pertanyaan di otak, "Apakah kamu bisa menerima saya?" Saya seringkali mencoba menganalisa perilaku ini Mungkin ketika saya disapa atau diajak berkenalan terlebih dulu, ada keyakinan bahwa orang itu ada keinginan untuk berteman dengan saya, dan kemungkinan bahwa dia bisa menerima saya akan s...

Bahagiaku Sederhana

Beberapa hari lalu, saya bertemu dengan salah seorang teman saya Dia sudah saya anggap seperti adik saya sendiri Dan ketika itu, saya tahu dia sedang patah hati karena baru beberapa hari putus Siapa yang tidak tahu sakitnya patah hati Saya pun pernah beberapa kali ada di posisi itu Dan dalam kondisi demikian, saya merasa butuh seseorang yang bisa mendengarkan dan memahami seluruh perasaan saya Ketika dulu saya patah hati, teman menjadi salah satu obat yang paling mujarab Betapa beruntungnya saya ketika itu, memiliki teman kos yang sangat perhatian dan sudah seperti saudara sendiri Mereka setia memeluk dan memegang tangan saya ketika saya tidak berhenti menangis Mereka mengajak saya melakukan aktivitas lain yang bisa membuat saya lupa akan kesedihan saya Dan rasa syukur itu ingin saya bagikan juga kepada orang-orang terdekat saya Makanya ketika mengetahui teman saya itu patah hati dan dia mengajak saya untuk bertemu, saya langsung mengiyakan Saya sengaja menye...