Saat masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sering menemani Alm. Bunda mengajar ke kampus. Saya kenal baik dengan banyak mahasiswa Bunda. Beberapa dari mereka bahkan seringkali menginap di rumah. Siang itu, saya menunggu Bunda di kampus. Bunda saat itu sedang menguji sidang Tugas Akhir mahasiswanya. Di tempat Bunda mengajar dulu sidang Tugas Akhir diadakan dalam periode waktu tertentu. Setelah periode tersebut selesai dan semua mahasiswa sudah menghadapi sidang, mereka akan dikumpulkan menjadi satu di lapangan rumput yang tidak begitu luas. Saat itulah nama mereka akan dipanggil satu per satu dan maju ke depan untuk mendengar pembacaan hasil sidang mereka. Jika mereka lulus, mereka akan mendapat ucapan selamat bergantian dari seluruh Ketua Jurusan plus disiram dengan air, cat, entah benda apa lagi. Sungguh suatu tradisi yang baru saya sadari sangat kejam bagi mereka yang dinyatakan tidak lulus karena harus menerima keputusan itu di hadapan banyak orang. Selain itu, saya tidak s...