Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2016

Hati yang Elastis

Semalam saya sangat kelelahan Mata sudah sangat mengantuk namun ada banyak yang saya pikirkan Saya teringat sebuah meme yang akhir-akhir sering berseliweran di sosial media terkait dengan maraknya isu agama di negara tercinta " Jika beragama membuatmu jadi mudah membenci, maka coba renungkan kembali. Kamu menyembah Tuhan atau egomu" Sudah berkali-kali saya membaca kalimat itu tanpa ada perasaan yang luar biasa Lalu tiba-tiba saya tersadar akan 1 hal yang sejak kemarin mengganggu pikiran saya "Tuhan saya jelas memerintahkan saya untuk berbuat baik kepada dia. Selama dia tidak memerintahkan saya untuk melanggar syariat, maka saya tetap berkewajiban untuk berbuat baik kepada dia. Lalu, saya membencinya atas dasar seluruh luka yang saya terima selama puluhan tahun. Saya membencinya karena menganggap bahwa dialah yang paling bertanggungjawab atas semua penderitaan saya dan Bunda. Saya ingin dia merasakan sakit yang sama. Lalu, saya ini menyembah Tuhan atau eg...

Janji Kecil Untuk Bunda

Sekitar 18 tahun lalu... Ada seorang gadis kecil yang baru saja pulang sekolah Saat sedang menyantap makan siangnya, gadis kecil itu mendengar Bundanya bercerita " Bunda dapat tawaran dari Bu Suli untuk lanjut S3". Gadis kecil itu tahu betul siapa Bu Suli, yang tidak lain adalah pemilik perusahaan tempat Bundanya bekerja. Gadis kecil itu juga paham betul bahwa Bundanya adalah tangan kanan dari Bu suli Orang kepercayaan yang selalu bisa diandalkan Gadis kecil itu juga paham betul, Bundanya adalah seorang wanita mandiri yang sangat cerdas dan mencintai dunia pendidikan Tawaran untuk melanjutkan S3 dengan beasiswa dari kantor tentu merupakan sebuah jawaban atas impian Gadis kecil itu bukannya egois Ia hanya sedang ketakutan dan ingin menangis Sekitar 3 tahun lalu Bundanya berangkat ke Bandung untuk menyelesaikan jenjang S2 di salah satu universitas terbaik Selama 2 tahun masa studi Bundanya, menjadi neraka bagi gadis kecil itu Gadis kecil itu tid...

Jalan Terbaik

Pagi ini saat sedang mengerjakan laporan, tidak sengaja play list di laptop memutar lagu ini Saya terdiam Seketika ada rasa ngilu yang kembali menghujam Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya hanya memberi waktu 1 hari untuk berduka Setelah itu, saya akan kembali tegar dan menjalani hari bahagia Kamu yang di sana, Saya percaya kita akan berbahagia meskipun sudah tidak lagi bersama Ah, menuliskan kalimat ini saja sudah membuat mata saya kembali berkaca-kaca Saya ingat, dulu kamu pernah berkata Jika suatu saat nanti saya menemukan orang yang lebih baik daripada kamu, maka kamu tidak akan pernah menahan saya Sekarang saya sadar bahwa kalimat itu terucap bukan karena kamu tidak cinta Tetapi karena kebahagiaan saya adalah yang utama Kemarin saya sempat bertanya-tanya Apakah selama setahun ini kamu pernah merindukan saya? Apakah selama setahun ini kamu merasa kehilangan saya? Saya mencari tanda-tanda kesedihan atau kehilangan di matamu yang terus menatap ...

P A M I T (END)

Hari ini harus saya rayakan sebagai salah satu hari paling menguras air mata Selain disaat Almarhumah Mama saya meninggal, ini adalah sebuah hari dimana saya merasakan kehilangan yang luar biasa Setelah 1 tahun, akhirnya Tuhan mengabulkan doa saya Mempertemukan kembali saya dengan dia Kami bertemu setelah tidak saling berkabar sekian lama Dan just in case you wonder, pertemuan ini sudah atas seizin pasangan saya Hari ini, saya sudah ikhlas memaafkan dan melepaskan. Percayalah, tidak pernah ada perpisahan yang menyenangkan. Tetapi kadang hidup memberi pelajaran mengenai mana yang patut dipertahankan. Hingga detik ini, saya biarkan diri saya menangis sepuasnya. Iya, saya masih menangis dan merasakan sakit yang sungguh menyiksa. Rasa marah, rindu, kecewa, benci, sedih yang sudah saya pendam selama 1 tahun belakangan kini semuanya tumpah begitu saja bersamaan dengan air mata. Awalnya saya ingin terlihat tegar dan bersikap biasa Saya ingin dia melihat bahwa saya masih dan...