Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Lelah

Aku tahu Ini hanya perkara waktu Perlahan tapi pasti Aku sedang menanam benih sakit hati Aku tidak tahu mengapa aku tidak berlari Menjauhi pusara bernama patah hati Aku ingin dunia tahu bahwa aku sedang mencintaimu Tapi kamu harus tahu Aku (belum) siap menerima kehilanganmu Mungkin aku harus menyerah Pada Dia yang selalu berkehendak menentukan arah Pada rasa rindu yang tak menyisakan celah Pun sekedar memberiku kesempatan untuk berbalik arah Tuhan, Aku lelah!

Si Manja

Sebut saja aku si manja yang angkuh Atau mungkin si manja dengan gengsi selangit Terserah! Kamu boleh berpikir kalau aku tegar, mandiri, atau frase sebangsanya Boleh juga jutek, galak, sombong, ya sesukamu lah Tapi, tunggu dulu Tidak sembarang orang bisa menyematkan kata sifat manja padaku Kau tahu kenapa? Karena aku cukup jenius untuk memilih sisi mana yang ingin aku tampilkan di hadapanmu Aku mungkin bisa menjadi sosok dewasa yang bijaksana dan membuatmu nyaman bercerita Aku mungkin bisa menjadi petaka yang membuat setiap detik yang kau lalui bersamaku adalah neraka Atau mungkin juga menjadi sosok angkuh yang membuatmu enggan melihat tatapan mataku yang seolah menamparmu hingga ke titik terendah Tapi, satu hal yang pasti Jika aku telah memilih untuk menunjukkan sisi diriku yang manja Maka jangan ragukan betapa spesialnya kehadiranmu bagiku Maka jangan pertanyakan betapa berartinya namamu untuk mengukir senyumku Iya, aku si manja :)

Terbiasa Luka.

Bagiku, social media adalah bencana Bencana bagi hatiku yang masih tidak karuan setiap kali mengingat namanya "Buat apa kamu melihat halaman facebooknya? kamu tahu kan, rasa rindu dan keingintahuanmu tentangnya adalah perpaduan sempurna untuk menggores luka?" ujar sahabatku - entah untuk yang keberapa kalinya. Ah, sudah. Tidak perlu mengingatkanku lagi akan luka. Sesakit-sakitnya rindu, adalah rindu kepada yang bukan haknya. Begitulah. Mungkin aku memang terluka melihat dia yang bahagia tapi bukan denganku. Aku tidak akan mengelak atau membantah. Percuma. Rasa perih itu nyata. Dan luka itu memang ada. Tapi, bukankah semakin sering aku mengunjungi halaman facebookmu maka aku akan semakin terbiasa dengan luka? Siapa tahu, luka tidak akan lagi menjadi luka jika aku memaknainya dengan satu kata: terbiasa Surabaya, September 2013 Akibat insomnia

Kamu Tahu?

Kamu tahu? Menjadi pemujamu itu butuh kebesaran hati Karena selalu dihadapkan pada sikapmu yang tak pasti Kamu tahu? Ada banyak hal yang aku simpan rapi dalam hati Banyak kata yang kubiarkan terpatri Agar rasa tak melambung tinggi Kamu tahu? Aku masih sering mencari tahu tentangmu Semua hal. Iya, semuanya. Semua hal tentangmu selalu menarik bagiku Kamu tahu? Aku tak butuh waktu lama untuk mengagumimu Gaya bicaramu yang cerdas selalu membuatku tertunduk malu Perdebatan lucu denganmu - entah bagaimana - menjadi energi baru Kamu tahu? Aku mulai terbiasa dengan kesibukanmu Aku mulai terbiasa mengobati rindu dengan segala imajinasi tentangmu Aku mulai terbiasa mengagumi semua tentangmu dalam diamku Kamu tahu? Aku seringkali berpura-pura merajuk untuk merebut perhatianmu Iya. Aku lakukan semuanya dengan sengaja sejak dulu Hanya agar kamu tahu Ada aku yang selalu merindukanmu Kamu tahu? Aku seringkali berpura-pura tak peduli denga...

Aku Benci Kamu !

Aku benci kamu Yang mengejawantahkan rasa kagum tanpa jemu Membuatku merasa bahwa kamulah yang aku mau Aku benci kamu Yang menghempaskan segala ragu dalam benakku Mengganti takaran logika dengan cinta yang lucu Aku benci kamu Yang menjadi distraktor bagi duniaku Menghanyutkan mimpi dalam gubahan lagu Aku benci kamu Yang tahu pasti bagaimana membuatku tersipu malu Atau terdiam membisu Hei, kamu! Yang selalu datang dan pergi sesuka hatimu Aku. Rindu.

Jakarta. Kamu.

Menikmati riuhnya Ibu Kota dengan serpihan kenangan tentang kamu Aku rindu Iya. Selalu begitu. Ada sayang yang tidak pernah layu Aku belajar untuk bahagia di atas rasa kehilangan kamu Mencoba percaya bahwa hatiku cukup kuat untuk merelakan kamu Meyakini bahwa rasa yang kumiliki tidak lagi segaris dengan kamu Aku biarkan rindu ini tetap tertuju padamu Karena aku tahu, Pada waktunya nanti, bayangan tentang kamu akan jadi kekuatan bagiku Aku pantas bahagia, seperti kamu ! *Jakarta, dalam bus kota*

K.A.M.U.

Kamu, Kepingan puzzle yang mungkin keliru Menyesaki ruang hati yang terlanjur membiru Memaksaku tuk berdamai dengan rindu yang tak tahu waktu Kamu, Terlalu jauh untuk kurengkuh Pun bayangmu begitu rapuh untuk kusentuh Kamu, Tinggalkan cerita tentang cinta Lepaskan sejuta rasa yang sempurna Kamu, Buatku mati cemburu !

Rindu

Aku rindu kamu dalam diam Cukup menjadi rahasia antara aku dan malam Aku rindu kamu Seperti air yang mengalir ke hulu Tak bisa dicegah Walau kadang tak seharusnya begitu Aku rindu Sejak dulu. Dan selalu. Jadi, ini namanya apa? Rindu? Oh. Wassalam. *catatan kecil untuk kamu yang sudah menepati janji* Surabaya, Juli 2013

Menata Mimpi

Beberapa hari lalu saat selesai sahur dan tidak bisa tidur lagi, saya iseng melihat akun instagram salah satu teman kuliah saya Bosan melihat foto-foto yang dia upload, saya "bergerilya" melihat followersnya Di situ, saya menemukan akun adik tingkat saya yang sama-sama berasal dari Denpasar Singkat cerita lah karena ke-kepo-an saya sedang tinggi, saya mengubek-ubek akun instagram adik tingkat yang baru saja melahirkan itu Dan dari akunnya, saya menemukan akun-akun teman saya di SMA dulu Ada perasaan "nyess" saat melihat akun-akun instagram milik teman saya semasa SMA I could see clearly, most of them have been reaching their dreams Ada yang sudah menjadi dokter Ada yang menjadi perawat Ada yang lulus program magister di ilmu hubungan internasional dan mengikuti konferensi di beberapa negara Ada yang sudah berkeliling Eropa sebagai hadiah wisata dari tempatnya bekerja Begh! Tanpa bisa dicegah, ada rasa inferior yang mendadak muncul Saya...

Definisi Rumah

Ia menatapku heran Sepersekian detik kemudian, tatapannya berganti tatapan iba "Kenapa kamu tidak bergabung dengan teman-temanmu?" tanyanya kepadaku dengan lembut Aku melirik sekilas ke arah teman-temanku di sudut ruangan. Ada yang sibuk bercerita, ada yang membantu memasukkan es buah ke dalam gelas plastik, ada yang berlarian sambil tertawa riang. "Aku ingin sendiri," jawabku singkat sambil menundukkan wajah. Gadis berusia 25-an itu kemudian memegang tanganku lembut. Ia seolah bisa membaca pikiranku "Oke. Kakak tinggal kamu sendiri ya. Tapi nanti kalau sudah mau adzan maghrib, kita kumpul di sana ya. Kakak udah siapin es buah kesukaan kamu tuh" Aku mengangkat wajahku. Tatapan kami bertemu di satu titik. Ia tersenyum lalu mengusap kepalaku. Tidak berapa lama kemudian, TV dinyalakan. Anca, anak paling senior di panti asuhan kami sibuk mencari stasiun televisi yang menyiarkan adzan maghrib. Acara TV saat itu masih menyiarkan ceramah me...

Berhenti Di Kamu

Aku mencintaimu dalam kenangan Meluluhlantakkan semua egoku yang tak terkalahkan Aku mencintaimu tanpa banyak kata memuja Biar bahagia yang bicara saat kudengar suaramu manja Aku berdiri di ujung cerita Ada rindu yang menguap sia-sia di udara Ada sayang yang terkikis tak bersisa Jika kecewa adalah pasangan sempurna bagi doa dan harapku, Maka biarkan rasa ini berhenti di kamu Orang yang pernah mencintaiku dalam ragu Surabaya, 22 Maret 2013

Kenangan

Mampukah aku beranjak pergi, dengan semua tentangmu pelan-pelan membatu dan memberatkan langkahku? Padahal aku tak bisa berlama-lama di sini. Padahal kau juga sudah lama tak ada di sini. (Moammar Emka) Aku tercekat. Siang itu dikala pikiranku sedang panik menghadapi tumpukan berkas yang belum sempat terproses di kantor Kamu mengirimkan bbm singkat yang menanyakan apakah aku sudah menerima emailmu Entah kenapa dengan bodohnya aku sign in, memasukkan user name dan password emailku Di folder inbox, aku menemukan namamu Aku tau pasti file apa yang kamu lampirkan dalam email itu Sebuah lagu yang kamu ciptakan khusus untukku Kubaca pelan-pelan pesan yang kamu tuliskan di email itu "Mungkin lagu ini juga yang paling tepat mewakili perasaanku ke kamu saat ini. Aku menyerah. Kita memang harus berakhir. I`ll get married on 2nd March. Aku nggak tau gimana perasaan kamu ke aku. Tapi yang jelas, aku masih sayang kamu. Mungkin aku harus benar-benar belajar m...

Fiksi - Curhatan Seorang Teman

Bagaimana jika aku mulai jatuh hati pada caramu membuatku cemburu? Bagaimana jika aku mulai rindu pada caramu mengisi malam-malamku dengan perbincangan panjang yang menyenangkan? Bagaimana jika aku mulai merasa butuh mendengar pendapatmu pada setiap masalahku? Cinta itu sederhana Sesederhana caramu membuatku tertawa di sela kesibukanku Sesederhana argumenmu yang seringkali membuatku diam tertunduk malu Sesederhana kalimat manjamu yang meredam amarahku Tapi, mari kita kembali pada realita Aku dan kamu Harus menyerah pada keadaan kan? Tanpa perlu banyak kata Kita tahu bahwa ada cinta yang harus rela Rela mengalah meskipun terluka Aku dan kamu Cukup menjadi cerita yang biasa Menjalani hari dengan kenangan yang tersisa Tanpa perlu ada yang tahu seberapa besar rasa yang kupunya Ya. Aku dan kamu. Harusnya menjadi teman biasa sejak dulu. Surabaya, Februari 2013 Catatan kecil untuk kamu yang kembali ke ibukota

Dear You - Rumah Hatimu

Rumah. Sejauh mana pun aku melangkah dan berlari, kepadanya juga aku kembali. Rumah. Karena di sanalah hati begitu nyaman berdiam. Ada rindu yang terus bernyawa. Membawa inginku selalu kembali kepadanya. Rumah itu kamu. Semesta nyaman yang menjalar dan teduh yang berjajar. Menguar rindu yang tak terbilang. Mengejar cinta - tanpa tanda tanya, berulang-ulang. Rumah itu, hatimu. (Dear You - Moammar Emka)

Dear You

Aku ingin mencintaimu tanpa batas waktu. Tidak kini, dulu, apalagi nanti. Aku ingin mencintaimu saja untuk selamanya Ini sudah benar dari awal Aku mencintaimu tanpa tanda tanya. (Moammar Emka - Dear You)