Beberapa tahun lalu
Papa pernah meminta saya untuk masuk ke jurusan hukum
Alasannya sederhana dan cukup membuat saya memprotes keras
Saya cerewet, pandai bernegosiasi sekaligus mengintimidasi orang
Sungguh saya tidak paham apakah itu sebuah pujian atau sindiran terang-terangan
Saran dari Papa itu saya tolak mentah-mentah
Tanpa basa-basi dan tidak perlu berpikir ulang
Alasan saya?
Saya benci dengan hukum dan segala profesi yang terkait di dalamnya
No offense
Bagi saya yang merupakan orang awam, profesi seperti pengacara adalah sebuah profesi yang penuh dengan kepalsuan sekaligus keribetan
Seorang pengacara harus mau dan mampu membela kliennya di persidangan, even when he knows which is right or wrong
*pls tolong anak hukum yang baca tulisan ini jangan tersinggung*
Sepertinya Tuhan sedang bercanda
Saya dibuat merasakan bagaimana berada di posisi semacam pengacara yang sejak dulu saya cibir tanpa ampun
Saya berada di posisi yang mau-tidak-mau-suka-tidak-suka membuat saya harus berujar dalam hati, "That`s what you were hired for, fan"
Saya berada di posisi yang membuat saya harus menegosiasikan suatu hal yang sudah jelas melanggar undang-undang
Saya berada di posisi yang membuat saya menerima kalimat semacam,
"Ibu jangan seenaknya gitu, donk. Karma itu ada lho, bu"
*elus dada*
*dada lee min ho*
*ya allah bukan muhrim*
Comments
Post a Comment