Skip to main content

Last Post in 2017

2017 adalah tahun rollercoaster bagi saya
Tahun yang penuh dengan drama, lebih tepatnya

Diawali dengan kebahagiaan saya menjadi seorang tante
Seorang anak lelaki yang mengubah hidup saya
Karena dia, saya menjadi lebih semangat dalam bekerja
Karena dia, saya rasanya ingin menghabiskan uang untuk membelikan dia buku, baju, mainan, atau apapun yang dia suka
Karena dia, suasana hati saya yang muram bisa berubah menjadi bahagia setelah menerima kiriman foto atau video tentang dia

Bulan berikutnya, saya menerima pukulan telak ketika tanpa sengaja membuka sebuah chat yang meruntuhkan semua kepercayaan dan impian saya
Sebuah pesan sederhana yang seketika membuat saya merasa tidak berharga
Sebuah pesan singkat di Whatsapp yang membuat saya rasanya ingin kembali ke 6 tahun lalu dan mengubah pilihan saya
Percayalah, rasa sakit karena pesan sederhana itu jauh lebih menyakitkan dibandingkan ketika melihat mantan ternyata menikah dengan seorang rekan kerja di kantornya
HA HA HA HA HA SA M PA H !
(eh, monmaap. Mbaknya nggak pernah ngepoin blog saya kayak mbak yang itu kan ya? *wink*)

Belum reda rasa sakit saya karena pesan itu, ternyata Tuhan ingin saya melewati ujian yang sama seperti 3 tahun lalu
Tamparan telak yang membuat saya banyak belajar hal baru
Dan menyadari lingkungan seperti apa yang harus saya perjuangkan di setiap sujud sholat 5 waktu
Namun ujian kali ini tidak terasa semenyakitkan ujian pertama
Entah karena saya sudah terbiasa, atau karena kali ini saya merasa memiliki partner luar biasa yang tidak meninggalkan saya
Namun yang pasti, kali ini saya "dipaksa" untuk kembali percaya kepada rancangan-Nya
Setiap hari saya berkata pada diri saya sendiri, "calm down, Fanny. He never leaves you. You did good 3 years ago (even without a proper partner), and sure you will do better this year"

Tahun ini juga membuat saya sangat bahagia karena pada akhirnya berhasil meraih impian untuk mendapatkan sertifikasi Professional Grapholog
Sertifikasi yang sudah menjadi target saya sejak 2016
Saya masih ingat betapa dramanya proses menyelesaikan tugas akhir untuk sertifikasi itu
File rekaman wawancara yang mendadak hilang sehingga membuat saya panik dan memakai berbagai metode untuk melakukan analisa

Tahun ini, saya kembali merasakan betapa nikmatnya perjuangan menghandle klien dengan berbagai permintaan yang membuat saya sakit kepala
Mengatur tim yang seringkali tidak menghargai pemimpinnya dan hanya mengharapkan fee yang tidak seberapa
Saya merasakan betapa bahagia sekaligus kejang-kejang saat membuat laporan hasil analisa dan mempresentasikannya

Di tahun ini juga, saya merasa menemukan partner yang sepadan dengan keinginan saya untuk berkembang
Dan sejauh 3 bulan ini, saya merasa cukup bahagia dengan tekanan yang saya terima

Tahun ini benar-benar mengajarkan saya untuk semakin berhati-hati memilih siapa orang yang saya ajak berbagi
Tahun ini juga mengajarkan (atau lebih tepatnya mengingatkan saya kembali) bahwa betapa Dia selalu memiliki rencana yang tidak terduga, dan memberikannya di saat yang tepat
Dia tidak pernah meninggalkan saya
Dan saya semakin percaya bahwa berdoa itu sama seperti mengayuh sepeda, dimana pada akhirnya saya akan mencapai sebuah tujuan meskipun di luar perkiraan saya

Jika ditanya apa resolusi saya di tahun 2018, maka saya akan menjawab bahwa saya ingin menjadi pribadi yang semakin melibatkan Tuhan di setiap langkah saya, dan berbahagia dengan hal sederhana yang dianugerahkan kepada saya
Saya ingin belajar menjadi pribadi yang tidak selalu merasa benar sendiri (meskipun dengan dalil agama dan ayat), dan menghargai setiap hari yang akan saya lalui
Saya ingin menjadi pribadi yang semakin bijak dalam memilah mana hal yang harus saya respon dan mana yang harus saya abaikan

Semoga semua doa baik mendapatkan jalannya untuk menjadi nyata
Aamiin
:)

Comments