Teruntuk anakku kelak,
Nak, ada yang mengatakan bahwa tugas terakhir bagi orang tua adalah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya
Coba bayangkan saja
Selama ini dalam memilih makanan, pakaian, pendidikan, dan begitu banyak hal lainnya saja kami selalu berusaha memilihkan yang terbaik
Apalagi memilihkan jodoh, yang berkorelasi dengan ibadah seumur hidup
Darah suku Jawa yang mengalir dalam tubuhmu akan selalu membawa kita kembali pada satu pedoman penting dalam memilih jodoh:
"Bibit, Bebet, Bobot"
Pedoman itu menjadi sebuah SOP mutlak yang berlaku dalam adat budaya kita sebagai orang Jawa
Pedoman yang terlihat sederhana, namun bisa menyimpan banyak bencana
Pengalaman hidup dan berbagai masalah yang pernah Ibu lewati bisa saja mengubah pandangan Ibu mengenai konsep tersebut
Ibu ingin yang terbaik untukmu, tapi Ibu juga percaya bahwa kamu tahu yang terbaik untukmu
Maafkan Ibu yang memiliki pemikiran berbeda dengan adat budaya kita, Nak
Bukannya Ibu tidak memahami atau menerima konsep bibit bebet bobot yang sudah berlaku sekian lama
Hanya saja Ibu merasa bahwa dengan meyakini dan mempraktikkan konsep tersebut seutuhnya, maka kita sedang "mengecilkan" Tuhan yang mampu mengubah segalanya
Konsep bibit bebet bobot mengisyaratkan tentang hal-hal yang sempurna
Tetapi jangan lupa, tidak ada istilah sempurna bagi manusia
Ibu percaya sebuah konsep sederhana
Bahwa setiap manusia dilahirkan ke dunia dengan keunikan yang berbeda-beda
Dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana jalan hidup kita
Bagaimana jika nanti ternyata kamu jatuh cinta dengan anak seorang petani biasa, atau pedagang kecil di pasar yang penghasilan per harinya tidak seberapa?
Apakah lantas Ibu harus menolak pilihanmu karena merasa bahwa keluarganya tidak sepadan dengan keluarga kita?
Jikalau Ibu berpikiran demikian, tolong ingatkan Ibu kembali mengenai sebuah ayat sederhana dalam kitab suci kita, "Tidak akan pernah mencium bau surga seseorang yang dalam hatinya tersimpan kesombongan barang sedikit saja"
Mari kita coba lihat dengan perumpaan lainnya
Ketika ibu akan memasak atau membuat sebuah kue, Ibu pasti akan menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik agar hasilnya sempurna
Tetapi ketika Ibu mengganti satu saja komponen utama dengan kualitas rendah, misalnya telur busuk, maka hasilnya tidak akan sempurna atau bahkan tidak layak kita sebut sebagai makanan
Tapi apakah hal itu berlaku juga pada manusia?
Jika teori tersebut kita sematkan pada manusia, maka Ibu pikir kita tidak lagi mampu mempercayai kemampuan manusia untuk berubah dan kekuasaan Tuhan untuk mewujudkannya
Seorang anak tidak pernah bisa memilih ingin dilahirkan dari orang tua yang seperti apa
Dan kalau pun bisa memilih, tentu tidak ada yang ingin dilahirkan oleh orang tua yang hidup dalam kekurangan atau berperilaku buruk
Ibu ingat ada salah seorang teman Ibu yang berkata, "Lahir dalam keadaan miskin adalah takdir, namun mati dalam keadaan miskin adalah pilihan"
Maka tidak ada yang tidak mungkin jika manusia mau berusaha, terlepas dari kondisi apapun ia bermula
Nak, sekali lagi ingatlah bahwa Ibu selalu menginginkan yang terbaik untukmu
Namun jika keinginan Ibu untuk memberikan yang terbaik itu lantas membuat Ibu harus merendahkan anak orang lain, maka kamu mungkin saja akan berubah membenci Ibu di sisa hidupmu
Nak, Ibu tidak ingin perbedaan pendapat menjadikan kita berjarak
Ibu ingin kita duduk bersama dan saling bercerita, jangan menghindar atau mengelak
Bisa saja, ada kelebihan dalam dirinya yang membuatmu jatuh cinta namun Ibu tidak mampu melihatnya karena terlanjur terperangkap dalam praduga
Tidak apa-apa, ceritakan saja
Agar Ibu bisa melihat dia dari sudut pandang yang berbeda
Bisa saja, ada kelemahan Ibu yang kamu lihat, dan lalu kamu menemukan dia sebaliknya
Bisa saja, dia memang melengkapimu dengan cara yang istimewa
Kalau begitu, mengapa kita tidak berdoa bersama?
Jika memang dia adalah jodoh terbaik untukmu, mari kita berdoa agar hati ibu dilembutkan untuk menerima
Dan jika dia bukan jodoh terbaik untukmu, mari kita berdoa agar hatimu pun dilembutkan dan diberikan kekuatan untuk merelakan
Nak, seiring berjalannya waktu kamu akan tahu bahwa manusia adalah kumpulan dari segala pilihan yang dibuatnya
Kamu tidak lupa kan, bahwa Ibu selalu percaya dengan pilihanmu karena Ibu tahu kamu akan siap menerima segala konsekuensinya
Itulah saat dimana Ibu menyebutmu dewasa
Menikah tidak hanya sekadar perkara cinta
Menikah adalah sebuah ibadah seumur hidup yang tidak mudah, namun akan menjadi jalan ke surga
Dan seperti yang pernah Ibu ceritakan, menikahlah dengan orang yang tidak akan lelah untuk selalu diajak belajar bersama sampai kalian menua
Salam cinta,
Ibu yang akan tetap menjadi orang Jawa dan berpikiran terbuka
Nak, ada yang mengatakan bahwa tugas terakhir bagi orang tua adalah memilihkan jodoh terbaik untuk anaknya
Coba bayangkan saja
Selama ini dalam memilih makanan, pakaian, pendidikan, dan begitu banyak hal lainnya saja kami selalu berusaha memilihkan yang terbaik
Apalagi memilihkan jodoh, yang berkorelasi dengan ibadah seumur hidup
Darah suku Jawa yang mengalir dalam tubuhmu akan selalu membawa kita kembali pada satu pedoman penting dalam memilih jodoh:
"Bibit, Bebet, Bobot"
Pedoman itu menjadi sebuah SOP mutlak yang berlaku dalam adat budaya kita sebagai orang Jawa
Pedoman yang terlihat sederhana, namun bisa menyimpan banyak bencana
Pengalaman hidup dan berbagai masalah yang pernah Ibu lewati bisa saja mengubah pandangan Ibu mengenai konsep tersebut
Ibu ingin yang terbaik untukmu, tapi Ibu juga percaya bahwa kamu tahu yang terbaik untukmu
Maafkan Ibu yang memiliki pemikiran berbeda dengan adat budaya kita, Nak
Bukannya Ibu tidak memahami atau menerima konsep bibit bebet bobot yang sudah berlaku sekian lama
Hanya saja Ibu merasa bahwa dengan meyakini dan mempraktikkan konsep tersebut seutuhnya, maka kita sedang "mengecilkan" Tuhan yang mampu mengubah segalanya
Konsep bibit bebet bobot mengisyaratkan tentang hal-hal yang sempurna
Tetapi jangan lupa, tidak ada istilah sempurna bagi manusia
Ibu percaya sebuah konsep sederhana
Bahwa setiap manusia dilahirkan ke dunia dengan keunikan yang berbeda-beda
Dan bahwa kita memiliki kemampuan untuk memilih bagaimana jalan hidup kita
Bagaimana jika nanti ternyata kamu jatuh cinta dengan anak seorang petani biasa, atau pedagang kecil di pasar yang penghasilan per harinya tidak seberapa?
Apakah lantas Ibu harus menolak pilihanmu karena merasa bahwa keluarganya tidak sepadan dengan keluarga kita?
Jikalau Ibu berpikiran demikian, tolong ingatkan Ibu kembali mengenai sebuah ayat sederhana dalam kitab suci kita, "Tidak akan pernah mencium bau surga seseorang yang dalam hatinya tersimpan kesombongan barang sedikit saja"
Mari kita coba lihat dengan perumpaan lainnya
Ketika ibu akan memasak atau membuat sebuah kue, Ibu pasti akan menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik agar hasilnya sempurna
Tetapi ketika Ibu mengganti satu saja komponen utama dengan kualitas rendah, misalnya telur busuk, maka hasilnya tidak akan sempurna atau bahkan tidak layak kita sebut sebagai makanan
Tapi apakah hal itu berlaku juga pada manusia?
Jika teori tersebut kita sematkan pada manusia, maka Ibu pikir kita tidak lagi mampu mempercayai kemampuan manusia untuk berubah dan kekuasaan Tuhan untuk mewujudkannya
Seorang anak tidak pernah bisa memilih ingin dilahirkan dari orang tua yang seperti apa
Dan kalau pun bisa memilih, tentu tidak ada yang ingin dilahirkan oleh orang tua yang hidup dalam kekurangan atau berperilaku buruk
Ibu ingat ada salah seorang teman Ibu yang berkata, "Lahir dalam keadaan miskin adalah takdir, namun mati dalam keadaan miskin adalah pilihan"
Maka tidak ada yang tidak mungkin jika manusia mau berusaha, terlepas dari kondisi apapun ia bermula
Nak, sekali lagi ingatlah bahwa Ibu selalu menginginkan yang terbaik untukmu
Namun jika keinginan Ibu untuk memberikan yang terbaik itu lantas membuat Ibu harus merendahkan anak orang lain, maka kamu mungkin saja akan berubah membenci Ibu di sisa hidupmu
Nak, Ibu tidak ingin perbedaan pendapat menjadikan kita berjarak
Ibu ingin kita duduk bersama dan saling bercerita, jangan menghindar atau mengelak
Bisa saja, ada kelebihan dalam dirinya yang membuatmu jatuh cinta namun Ibu tidak mampu melihatnya karena terlanjur terperangkap dalam praduga
Tidak apa-apa, ceritakan saja
Agar Ibu bisa melihat dia dari sudut pandang yang berbeda
Bisa saja, ada kelemahan Ibu yang kamu lihat, dan lalu kamu menemukan dia sebaliknya
Bisa saja, dia memang melengkapimu dengan cara yang istimewa
Kalau begitu, mengapa kita tidak berdoa bersama?
Jika memang dia adalah jodoh terbaik untukmu, mari kita berdoa agar hati ibu dilembutkan untuk menerima
Dan jika dia bukan jodoh terbaik untukmu, mari kita berdoa agar hatimu pun dilembutkan dan diberikan kekuatan untuk merelakan
Nak, seiring berjalannya waktu kamu akan tahu bahwa manusia adalah kumpulan dari segala pilihan yang dibuatnya
Kamu tidak lupa kan, bahwa Ibu selalu percaya dengan pilihanmu karena Ibu tahu kamu akan siap menerima segala konsekuensinya
Itulah saat dimana Ibu menyebutmu dewasa
Menikah tidak hanya sekadar perkara cinta
Menikah adalah sebuah ibadah seumur hidup yang tidak mudah, namun akan menjadi jalan ke surga
Dan seperti yang pernah Ibu ceritakan, menikahlah dengan orang yang tidak akan lelah untuk selalu diajak belajar bersama sampai kalian menua
Salam cinta,
Ibu yang akan tetap menjadi orang Jawa dan berpikiran terbuka
Comments
Post a Comment