Tidak bosankah kau mencintaiku?
Tidak bosankah kau menitipkan rindu di setiap pesanmu?
Tidak bosankah kau membanjiri tatapanmu padaku dengan sejuta cinta?
Ah, aku lupa
Kamu selalu berpikir sederhana
Sesederhana pelukanmu ketika aku gundah
Sesederhana doamu untuk menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku kelak
Pernah juga aku bertanya
Mengapa tak kau cari yang lebih baik dariku
Kala itu kau tatap mataku dalam
"Apa arti dari "lebih baik" itu sayang? Jangan gunakan logikamu untuk menakar rasa ini. Kenapa tak kau terima saja takdir bahwa dalam setiap sujud kita ada doa agar selalu bersama?" ujarmu lembut
Ah, lagi-lagi aku terpesona
Tidak tahukah kau rahasia terdalam yang kusimpan rapat dalam setiap shalatku?
Ya, aku mengagumi Tuhan yang mampu menyisipkan pesona dalam tutur kata lembutmu
Aku memuja Tuhan yang membuat hukum aksi-reaksi antara kau dan aku
Kau tersenyum manja, jantungku berdegup dengan ritme di atas ambang batas normal
Aku bersandar di bahumu
Ah, itulah tempat ternyaman untuk mengadu
Kau tak pandai bermain dengan kata, yang notabene membuat romansa semakin bermakna
Kau tak ahli membalas puluhan untaian kata cinta yang kuramu dalam puisi sederhana
Yang kau tahu, kau harus selalu ada di sampingku dalam setiap duka dan bahagiaku
Ah, kamu
Lagi-lagi kesederhanaanmu membuatku terpaku
Sayang,
Tahukah kamu kalau senyummu itu candu?
Tahukah kamu kalau tatapanmu ibarat lagu pengantar tidur yang menghapus segala lelahku?
Tahukah kamu kalau kesederhanaanmu membuatku merasa utuh?
Kamu,
Melengkapi ritme hidupku dengan satu makna sahaja
Menemani langkahku dengan satu cerita tentang cita
Menggenggam tanganku erat dalam alunan merdu kata setia
Kamu,
Sesederhana pelukan hangat di kala aku merajuk
Semegah perpaduan jingga dalam pelangi yang kupuja
Setangguh galaksi bimasakti dengan segala rotasi yang tak terusik ragu
Adakah alasan lain bagiku untuk tidak berkata, "Aku sayang kamu?"
:)
Comments
Post a Comment