Skip to main content

Kamu, Sayangku :)

Sekali waktu aku bertanya padamu
Tidak bosankah kau mencintaiku?
Tidak bosankah kau menitipkan rindu di setiap pesanmu?
Tidak bosankah kau membanjiri tatapanmu padaku dengan sejuta cinta?

Ah, aku lupa
Kamu selalu berpikir sederhana
Sesederhana pelukanmu ketika aku gundah
Sesederhana doamu untuk menjadi ayah terbaik bagi anak-anakku kelak

Pernah juga aku bertanya
Mengapa tak kau cari yang lebih baik dariku
Kala itu kau tatap mataku dalam
"Apa arti dari "lebih baik" itu sayang? Jangan gunakan logikamu untuk menakar rasa ini. Kenapa tak kau terima saja takdir bahwa dalam setiap sujud kita ada doa agar selalu bersama?" ujarmu lembut

Ah, lagi-lagi aku terpesona
Tidak tahukah kau rahasia terdalam yang kusimpan rapat dalam setiap shalatku?
Ya, aku mengagumi Tuhan yang mampu menyisipkan pesona dalam tutur kata lembutmu
Aku memuja Tuhan yang membuat hukum aksi-reaksi antara kau dan aku
Kau tersenyum manja, jantungku berdegup dengan ritme di atas ambang batas normal

Aku bersandar di bahumu
Ah, itulah tempat ternyaman untuk mengadu
Kau tak pandai bermain dengan kata, yang notabene membuat romansa semakin bermakna
Kau tak ahli membalas puluhan untaian kata cinta yang kuramu dalam puisi sederhana
Yang kau tahu, kau harus selalu ada di sampingku dalam setiap duka dan bahagiaku

Ah, kamu
Lagi-lagi kesederhanaanmu membuatku terpaku

Sayang,
Tahukah kamu kalau senyummu itu candu?
Tahukah kamu kalau tatapanmu ibarat lagu pengantar tidur yang menghapus segala lelahku?
Tahukah kamu kalau kesederhanaanmu membuatku merasa utuh?

Kamu,
Melengkapi ritme hidupku dengan satu makna sahaja
Menemani langkahku dengan satu cerita tentang cita
Menggenggam tanganku erat dalam alunan merdu kata setia

Kamu,
Sesederhana pelukan hangat di kala aku merajuk
Semegah perpaduan jingga dalam pelangi yang kupuja
Setangguh galaksi bimasakti dengan segala rotasi yang tak terusik ragu

Adakah alasan lain bagiku untuk tidak berkata, "Aku sayang kamu?"

:)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah