"Kamu tahu kelemahanmu, dek? Kamu tidak pernah mau memulai percakapan dengan orang lain terlebih dulu. Kamu seolah membuat jarak dengan orang lain"
Kurang lebih itulah kalimat yang saya terima beberapa hari lalu dari seorang rekan di kantor
Saya hanya melirik sekilas dan tersenyum
Dalam hati memang membenarkan
Kepribadian saya yang introvert memang membuat saya lebih suka berfokus pada dunia saya
Bukan berarti autis
Saya hanya seringkali lebih nyaman dengan kesendirian saya
Ketika pertama kali bertemu dengan seseorang, saya sangat jarang menyapa terlebih dulu atau mengajak berkenalan
Entahlah
Ada semacam efek insecure dalam diri saya
Ada semacam pertanyaan di otak,
"Apakah kamu bisa menerima saya?"
Saya seringkali mencoba menganalisa perilaku ini
Mungkin ketika saya disapa atau diajak berkenalan terlebih dulu, ada keyakinan bahwa orang itu ada keinginan untuk berteman dengan saya, dan kemungkinan bahwa dia bisa menerima saya akan semakin besar
Saya bisa tersenyum kapan saja
Saya bisa tersenyum dengan siapa saja yang saya kenal
Tapi, itu tidak lantas berarti kamu menjadi teman dekat saya
Picky? Perhaps !
Teman saya banyak
Sekedar teman
Tetapi yang menjadi teman dekat, sahabat, atau saudara, bisa dihitung dengan jari
:)
Kadang saya iri lho misalnya ketika melihat teman-teman di kos lama bisa sebegitu akrabnya, bisa ketawa haha-hihi setiap saat, pergi ke mall atau makan bersama
That was so lovely, wasn`t it?
Ketika mereka berkumpul dan saling bercerita dengan sangat antusias, saya seringkali lebih memilih untuk menonton TV atau malah berdiam diri di kamar dan melakukan aktivitas lain
Aneh? Mungkin
Tapi saya merasa lebih nyaman dengan ketenangan dan segala aktivitas yang telah saya rencanakan
Iya, begitulah saya :)
Saya tidak bisa memungkiri, memang ada jarak yang sengaja saya ciptakan
Bukan tanpa alasan, bukan tanpa pertimbangan
Pertama, saya menyadari kalau saya memiliki fuktuasi mood atau suasana hati yang luar biasa
Ibarat roller coaster
Up and down easily
Saya tidak ingin fluktuasi mood tersebut mempengaruhi mereka
Saya tidak ingin mereka tertular emosi negatif dari saya
Jadi, lebih baik saya menjauh
Selain itu, saya terbiasa dengan segala sesuatu yang teratur dan terjadwal
Dan sekali lagi, hal itu membuat saya merasa lebih secure
Segala sesuatu saya pikirkan dengan detil dari jauh-jauh hari
Saya tidak bersahabat dengan segala sesuatu yang mendadak
Makanya saya lebih suka dengan segala kegiatan yang sudah saya jadwalkan sendiri
:)
Saya tidak mau memungkiri atau mengelak
Memang ada jarak yang sengaja saya ciptakan
Hmm, mungkin karena memang masih ada trauma
Trauma dengan hubungan pertemanan yang berujung pada kecewa atau sakit hati
Difitnah oleh teman
Percaya pada teman yang akhirnya membeberkan rahasia saya
Sangat dekat dengan seorang teman seperti belahan jiwa, kemana-mana berdua, lalu tiba-tiba menjauh bagai dua kutub berlawanan yang tak mungkin menyatu
Seorang teman yang akhirnya menjauh tanpa alasan yang jelas
Seorang teman yang menjauh sejak ia memiliki pacar
Ah, ironi :`)
Call me weak, call me pathetic
I don`t think I could endure such pain anymore
Saya tidak ingin menanggung luka yang sama untuk kesekian kali
Itulah kenapa saya memilih untuk menjaga jarak
Bukan karena sombong atau sok ekslusif
Tapi karena rasa kehilangan seorang teman yang telah kita percaya, tanpa ada alasan yang jelas dan masuk akal itu sangatlah membuat saya jatuh ke titik terendah
:`)
Maaf jika saya jadi terlalu picky
Maaf jika saya jadi terkesan angkuh dan sombong
Sungguh saya tidak ada niat untuk merendahkan siapa pun
Saya bahagia untuk kalian yang sudah menemukan sahabat sejati
Yang bisa diajak berbagi dalam suka dan duka
Yang bisa menghiburmu dengan canda yang dewasa
Yang siap memeluk dan memegang tanganmu dengan cinta
Yang tak ragu mengingatkanmu dengan cara yang anggun
Yang tak pilu memprioritaskanmu di atas bahagianya
A friend is a gift we give to ourself
:)
![]() |
| Aku kangen kalian. Kapan kita berkumpul lagi? :) |

Comments
Post a Comment