Skip to main content

Kamu Tahu?

Kamu tahu?
Menjadi pemujamu itu butuh kebesaran hati
Karena selalu dihadapkan pada sikapmu yang tak pasti

Kamu tahu?
Ada banyak hal yang aku simpan rapi dalam hati
Banyak kata yang kubiarkan terpatri
Agar rasa tak melambung tinggi

Kamu tahu?
Aku masih sering mencari tahu tentangmu
Semua hal. Iya, semuanya.
Semua hal tentangmu selalu menarik bagiku

Kamu tahu?
Aku tak butuh waktu lama untuk mengagumimu
Gaya bicaramu yang cerdas selalu membuatku tertunduk malu
Perdebatan lucu denganmu - entah bagaimana - menjadi energi baru

Kamu tahu?
Aku mulai terbiasa dengan kesibukanmu
Aku mulai terbiasa mengobati rindu dengan segala imajinasi tentangmu
Aku mulai terbiasa mengagumi semua tentangmu dalam diamku

Kamu tahu?
Aku seringkali berpura-pura merajuk untuk merebut perhatianmu
Iya. Aku lakukan semuanya dengan sengaja sejak dulu
Hanya agar kamu tahu
Ada aku yang selalu merindukanmu

Kamu tahu?
Aku seringkali berpura-pura tak peduli denganmu
Iya. Aku memang sengaja begitu
Hanya agar kamu menoleh ke arahku
Dan mulai merajuk seperti dulu

Kamu tahu?
Aku rindu perbincangan panjang kita hingga pagi
Aku rindu menjadi seseorang yang kau ajak berbagi
Meskipun hanya kau anggap sebagai persinggahan yang akan kau tinggalkan pada waktunya nanti

Kamu tahu?
Rasa kagum ini mematikan langkahku !

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah