Skip to main content

LOGOUT [ ! ]

Saat ini, saya sedang tahap menarik diri
Bukan karena sedang benci pada lingkungan atau diri sendiri
Atau mari sebut saja sedang belajar memahami dan berkompromi

Logout !
Iya, saya melogout semua akses ke sosial media di kedua ponsel pintar saya
Lebih tepatnya, hanya facebook dan twitter saja
Path masih ada, meskipun jarang dibuka
Instagram tentu saja ada, untuk mendukung bakat selfie saya yang luar biasa

Akhir-akhir ini entah kenapa
Media sosial menjadi sangat memuakkan bagi saya
Banyak perdebatan ini-itu tentang politik dan agama
Update tentang liburan, pertunangan, pernikahan, kelahiran, dan monolog-monolog konyol lainnya

Saya mencapai titik jengah
Entahlah

Anggaplah saya sedang menantang diri saya sendiri
Bagaimana rasanya hidup tanpa perlu tahu urusan orang lain
Bagaimana rasanya memusatkan energi pada diri sendiri
Belajar memperbaiki segala hal tanpa standar ganda dari lingkungan

Sometimes, over updated create a new problem called insecure

Sudah dua puluh lima
Jangan drama

Saya percaya, Tuhan punya rencana yang luar biasa
Saya takut, Tuhan marah karena saya tidak berhenti menoleh ke kanan-kiri-depan-belakang dan menjadikannya penentu bahagia
Saya takut, Tuhan kecewa karena saya tidak bersyukur dan jeli melihat setiap hal kecil yang menjadi rahmat dari-Nya

Jadi, beri saya kesempatan untuk "hidup" dalam hidup saya, ya?
Adios
=) 

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah