Skip to main content

Satu Pelukan

"Kamu tahu? Setiap hari aku mikirin kamu. Kamu sudah makan apa belum? Kamu makan apa hari ini? Uangmu tinggal berapa? Apa yang kamu kerjakan seharian ini? Apa yang kamu lakukan kalau bosan di kamar? Kamu terbiasa bekerja dengan segudang aktivitas dan kesibukan kesana-kemari. Sementara sekarang, kamu hanya di kamar. Siapa yang menemani kamu kalau kamu sedang bosan? Siapa yang setiap hari menyapamu dengan ucapan selamat pagi dan mendapat senyum manis yang tidak akan pernah aku lupa? Iya. Kamu dulu terbiasa menghabiskan setiap pagi di kantor. Bertemu dengan banyak orang yang akan menyapamu "Selamat pagi, Ibu HRD" lalu kamu jawab dengan sebuah senyuman manis yang menyenangkan. Aku khawatir. Iya. Sangat khawatir. Sampai kapan kamu bisa bertahan hidup dengan sisa uangmu sekarang? Sampai kapan kamu akan betah menghabiskan waktu seperti ini. Nggak, aku bukannya menuduh kamu nggak bahagia. Tapi aku tahu kamu. Aku hafal sifat dan kebiasaanmu. Dan aku tahu, kamu akan bosan tanpa pekerjaan. Iya, aku mikirin kamu sampai sebegitunya. Setiap hari."

Aku diam
Tanpa perlawanan
Membiarkan satu demi satu air mata menetes tanpa ampun

Beri aku satu pelukan yang menenangkan 

Comments