Skip to main content

Re-visit

"Jadi kalau mbak perhatikan di ayat-ayat Al-Qur`an, sering ada kalimat yang menyatakan kalau Manusia adalah makhluk yang suka mendzolimi diri sendiri. Iya, kita kadang suka mempersulit diri kita sendiri, mbak. Ada beberapa hal yang sebenarnya nggak perlu kita pertanyakan. Saya dulu juga pernah mengalami seperti yang njenengan alami ini. Saya kehilangan kedua orang tua saya. Kehilangan pekerjaan. Dan waktu itu saya terus mempertanyakan: kenapa? Sementara pertanyaan kenapa itu tadi hanya akan terjawab oleh waktu. Pada waktunya nanti, kita akan mengerti dan mendapat banyak jawaban atas berbagai hal yang terjadi dalam hidup kita. Sekarang tinggal tergantung gimana kita percaya kalau Allah sudah menyiapkan yang terbaik. Saya jadi ingat cerita salah seorang ustad di suatu pengajian. Waktu itu beliau bertanya, kalau kita mendapatkan promosi jabatan apakah hal itu termasuk rezeki atau anugerah. Seluruh orang yang hadir kompak menjawab iya. Lalu ustad bertanya lagi. Kalau kita dipecat, apakah itu sebuah musibah atau ujian dari Allah? Seluruh orang yang hadir kompak menjawab iya. Lalu ustad itu tertawa dan menjelaskan lagi. Musibah atau anugerah itu sebenarnya tergantung dengan ibadah kita kepada Allah. Kalau kita mendapat promosi jabatan dan itu membuat kita semakin tidak punya waktu untuk beribadah, semakin jauh dari Allah, maka promosi itu menjadi musibah bagi kita. Begitu sebaliknya. Jika kita dipecat dari suatu pekerjaan dan hal itu membuat kita semakin rajin beribadah, semakin dekat dengan Allah, maka itu akan menjadi anugerah bagi kita dan Allah akan mengganti dengan yang lebih baik. Ingat mbak. Segala sesuatu yang terjadi dengan diri kita, itu pasti sudah atas sepengetahuan dan seizin Allah. Artinya Allah meridhoi anugerah atau musibah itu menimpa kita, dan Allah percaya kita mampu melewatinya"

Sebuah percakapan di siang hari menjelang Dzuhur dengan Mas Setya
Pengumpul zakat dari Yayasan Yatim Mandiri

Allah, sudah berapa rakaat Shalat yang hamba kerjakan dengan terburu-buru karena teringat akan pekerjaan yang belum selesai?
Allah, berapa rakaat Shalat yang hamba tinggalkan tanpa sengaja karena terlalu sibuk bekerja?
Allah, berapa bilangan hari yang hamba lewatkan tanpa membaca Al Qur`an barang satu ayat pun?

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah