Skip to main content

Doa Sederhana

Saya menjadi semakin percaya
Bahwa Allah tidak pernah keliru dalam menuliskan cerita
Waktu yang Dia tentukan selalu sempurna tanpa cela

Mungkin saya saat itu sedang diajak belajar rendah hati
Mungkin juga saya sedang diberi pelajaran agar tidak menyimpan dendam dalam hati
Karena sesungguhnya, tidak ada rasa benci yang mampu menjadi penguat secara hakiki

Berbulan-bulan saya hidup dalam pemikiran, "Lihat saja. Suatu hari nanti saya akan buktikan bahwa kalian akan menyesal telah mendepak saya begitu saja"
Berbulan-bulan saya biarkan jiwa saya mati dalam kebencian yang tidak ingin saya ikrarkan

Tapi ternyata, jalan hidup saya berubah tidak lama setelah saya bersujud menangis dan melafalkan doa sederhana

"Allah, jikalau apa yang pernah dia tuduhkan tentang saya benar adanya, mohon ampunilah saya dan berilah saya kekuatan untuk berubah menjadi pribadi yang mampu bekerja dari hati dengan lebih baik. Tapi jikalau apa yang pernah dia tuduhkan tentang saya tidak benar adanya, maka mohon ampunilah dia dan berilah dia kekuatan untuk memperbaikin diri menjadi lebih baik dan menebus semua kesalahannya"

Allah tidak sedang bercanda ketika berfirman, "jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu"

=)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah