Saya menjadi semakin percaya
Bahwa Allah tidak pernah keliru dalam menuliskan cerita
Waktu yang Dia tentukan selalu sempurna tanpa cela
Mungkin saya saat itu sedang diajak belajar rendah hati
Mungkin juga saya sedang diberi pelajaran agar tidak menyimpan dendam dalam hati
Karena sesungguhnya, tidak ada rasa benci yang mampu menjadi penguat secara hakiki
Berbulan-bulan saya hidup dalam pemikiran, "Lihat saja. Suatu hari nanti saya akan buktikan bahwa kalian akan menyesal telah mendepak saya begitu saja"
Berbulan-bulan saya biarkan jiwa saya mati dalam kebencian yang tidak ingin saya ikrarkan
Tapi ternyata, jalan hidup saya berubah tidak lama setelah saya bersujud menangis dan melafalkan doa sederhana
"Allah, jikalau apa yang pernah dia tuduhkan tentang saya benar adanya, mohon ampunilah saya dan berilah saya kekuatan untuk berubah menjadi pribadi yang mampu bekerja dari hati dengan lebih baik. Tapi jikalau apa yang pernah dia tuduhkan tentang saya tidak benar adanya, maka mohon ampunilah dia dan berilah dia kekuatan untuk memperbaikin diri menjadi lebih baik dan menebus semua kesalahannya"
Allah tidak sedang bercanda ketika berfirman, "jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu"
=)
Comments
Post a Comment