Saya teringat nasihat salah satu senior di kampus
"Nduk, istikharah itu jawabannya ndak selalu lewat mimpi. Jawabannya bisa lewat ketenangan dan kemantapan hati buat memilih salah satu hal dari yang kamu khawatirkan"
Dan sekarang saya baru menyadari
Inilah kemantapan hati yang dulu saya cari
5 tahun lalu
Saya tersungkur dan menangis dalam sujud yang pilu
Saya dihantam ribuan ragu
Saya terjerat dalam kekhawatiran yang tidak segera berlalu
5 tahun lalu
Saya meyakinkan diri agar bersetia pada satu
Mungkin Tuhan sedang menertawakan pilihan saya ketika itu
Saya benci berandai-andai
Karena sekeras apapun saya membenci, waktu tidak akan pernah kembali
Dan sedahsyat apapun keinginan untuk memperbaiki, tetaplah takdir menjadi penentu yang paling hakiki
Mungkin saat ini
Tuhan sedang menguji kemampuan saya untuk berdamai dengan diri sendiri
Karena sejatinya, memaafkan diri sendiri membutuhkan kekuatan hati
Bersabar dan berbanggalah
Karena pernah memilih jalan yang salah
Comments
Post a Comment