Hari ini harus saya rayakan sebagai salah satu hari paling menguras air mata
Selain disaat Almarhumah Mama saya meninggal, ini adalah sebuah hari dimana saya merasakan kehilangan yang luar biasa
Setelah 1 tahun, akhirnya Tuhan mengabulkan doa saya
Mempertemukan kembali saya dengan dia
Kami bertemu setelah tidak saling berkabar sekian lama
Dan just in case you wonder, pertemuan ini sudah atas seizin pasangan saya
Hari ini, saya sudah ikhlas memaafkan dan melepaskan.
Percayalah, tidak pernah ada perpisahan yang menyenangkan.
Tetapi kadang hidup memberi pelajaran mengenai mana yang patut dipertahankan.
Hingga detik ini, saya biarkan diri saya menangis sepuasnya.
Iya, saya masih menangis dan merasakan sakit yang sungguh menyiksa.
Rasa marah, rindu, kecewa, benci, sedih yang sudah saya pendam selama 1 tahun belakangan kini semuanya tumpah begitu saja bersamaan dengan air mata.
Awalnya saya ingin terlihat tegar dan bersikap biasa
Saya ingin dia melihat bahwa saya masih dan selalu akan baik-baik saja
Tetapi pagi ini saat mata kami bertemu, dada saya terasa nyeri dan semua kenangan tentang 6 tahun perjuangan menyeruak tanpa jeda
Tidak apa-apa, kata saya.
Saya berikan waktu bagi hati saya untuk berduka dan menyesapi setiap luka.
Saya menangis bukan karena masih ada rasa.
Tetapi karena luapan kenangan selama 6 tahun yang tidak mungkin begitu saja terbuang sia-sia.
Kami sudah memilih jalan yang berbeda.
Saya berbahagia dengan pilihan saya, dan dia berbahagia dengan keberhasilannya membuktikan kepada saya bahwa pada akhirnya dia bisa.
Maafkan saya yang tidak bisa bersabar menunggumu berproses dan menggenggam tanganmu sampai hari itu tiba.
Akhirnya, garis finishmu menjadi nyata tepat di hari ulang tahun saya.
Meskipun saya tidak ada di sampingmu, kamu harus tahu bahwa saya ikut berbahagia.
Saya tahu bahwa saya belum menjadi pasangan yang sempurna
Pagi ini ketika melihat tangan dan bahumu, kembali saya terluka
Tangan itu adalah tangan yang pernah menggenggam erat tangan saya saat menangis mengerjakan skripsi dan berbagai cobaan lainnya
Tangan itu adalah tangan yang pernah menyeka banyak air mata saya
Tangan itu adalah tangan yang pernah memeluk saya dan meyakinkan bahwa semuanya akan bisa kita lewati bersama
Bahu itu pernah menjadi tempat bersandar ternyaman saat dunia seolah sedang tidak berpihak pada saya
Bagaimana saya bisa lupa?
Semoga kamu tetap menjadi sosok berhati mulia seperti dulu yang membuat saya jatuh cinta.
Kamu harus berbahagia.
Dan semoga kamu menemukan seseorang yang menjadi alasanmu untuk terus berkembang dan berjuang, saling menguatkan tanpa melukai ego.
Terimakasih untuk semua cinta yang pernah ada
Terimakasih untuk semua hadiah dan kejutan di setiap hari istimewa kita
Terimakasih untuk Mama Papamu yang sudah begitu baik kepada saya
Semoga perpisahan ini mendewasakan kita berdua
Saya pamit :')


Comments
Post a Comment