Pagi ini saat sedang mengerjakan laporan, tidak sengaja play list di laptop memutar lagu ini
Saya terdiam
Seketika ada rasa ngilu yang kembali menghujam
Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya hanya memberi waktu 1 hari untuk berduka
Setelah itu, saya akan kembali tegar dan menjalani hari bahagia
Kamu yang di sana,
Saya percaya kita akan berbahagia meskipun sudah tidak lagi bersama
Ah, menuliskan kalimat ini saja sudah membuat mata saya kembali berkaca-kaca
Saya ingat, dulu kamu pernah berkata
Jika suatu saat nanti saya menemukan orang yang lebih baik daripada kamu, maka kamu tidak akan pernah menahan saya
Sekarang saya sadar bahwa kalimat itu terucap bukan karena kamu tidak cinta
Tetapi karena kebahagiaan saya adalah yang utama
Kemarin saya sempat bertanya-tanya
Apakah selama setahun ini kamu pernah merindukan saya?
Apakah selama setahun ini kamu merasa kehilangan saya?
Saya mencari tanda-tanda kesedihan atau kehilangan di matamu yang terus menatap saya dengan cahaya yang sama
Tapi sekarang saya paham, itu percuma
Karena jika saya sudah memilih berbahagia, maka kamu tidak akan pernah menghalangi apapun keputusan saya
Terimakasih ya, sudah menemui saya dengan hati yang begitu lapang dan tangan terbuka
Kita mungkin sama-sama terluka dengan perpisahan
Tetapi kita bisa lebih saling menyakiti jika terus bersama dan memaksa bertahan
Terimakasih sudah mengingatkan saya untuk tetap menjaga kesehatan
Dan kamu, jangan terlalu sering terlambat makan
:`)
Comments
Post a Comment