Skip to main content

Jalan Terbaik


Pagi ini saat sedang mengerjakan laporan, tidak sengaja play list di laptop memutar lagu ini
Saya terdiam
Seketika ada rasa ngilu yang kembali menghujam

Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri bahwa saya hanya memberi waktu 1 hari untuk berduka
Setelah itu, saya akan kembali tegar dan menjalani hari bahagia

Kamu yang di sana,
Saya percaya kita akan berbahagia meskipun sudah tidak lagi bersama
Ah, menuliskan kalimat ini saja sudah membuat mata saya kembali berkaca-kaca

Saya ingat, dulu kamu pernah berkata
Jika suatu saat nanti saya menemukan orang yang lebih baik daripada kamu, maka kamu tidak akan pernah menahan saya
Sekarang saya sadar bahwa kalimat itu terucap bukan karena kamu tidak cinta
Tetapi karena kebahagiaan saya adalah yang utama

Kemarin saya sempat bertanya-tanya
Apakah selama setahun ini kamu pernah merindukan saya?
Apakah selama setahun ini kamu merasa kehilangan saya?
Saya mencari tanda-tanda kesedihan atau kehilangan di matamu yang terus menatap saya dengan cahaya yang sama
Tapi sekarang saya paham, itu percuma
Karena jika saya sudah memilih berbahagia, maka kamu tidak akan pernah menghalangi apapun keputusan saya

Terimakasih ya, sudah menemui saya dengan hati yang begitu lapang dan tangan terbuka

Kita mungkin sama-sama terluka dengan perpisahan
Tetapi kita bisa lebih saling menyakiti jika terus bersama dan memaksa bertahan

Terimakasih sudah mengingatkan saya untuk tetap menjaga kesehatan
Dan kamu, jangan terlalu sering terlambat makan

:`)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah