Kalau nanti saya punya anak, saya akan memberikan dia kebebasan untuk berkarier sesuai dengan keinginannya
Asal bukan menjadi HRD
Menjadi HRD itu bukan perkara mudah
Separuh kaki berada di sisi Manajemen
Separuh kaki berada di sisi karyawan
Salah melangkah sedikit, taruhannya karier
HRD adalah divisi yang dianggap bukan sebagai profit centre
Malah sebagian besar perusahaan menganggap HRD sebagai cost centre
Bahasa kerennya, ngabisin duit doang ini mah
HRD harus merumuskan appraisal untuk karyawan
Menentukan standar reward and punishment
Mengajukan promosi dan demosi, mengajukan kenaikan gaji
Iya, HRD wajib tahu bagaimana performa setiap individu
Lalu kalau HRD sendiri memiliki performa yang baik, jangan harap appraisal akan semudah itu diperoleh
Ketika HRD memiliki kinerja yang baik, orang hanya akan berpikir "Ya memang sudah seharusnya"
Jarang akan ada pujian yang lebih lanjut
Jarang akan ada penghargaan bergengsi seperti seorang sales yang melebihi target penjualan
Jangan heran, ya begitulah kenyataan
Berharap HRD mendapat kenaikan gaji yang signifikan itu sama dengan berharap Lee Min Ho akan jatuh cinta ke upik abu
Alias, im pos si ble !
Ya kecuali di beberapa perusahaan besar yang memang levelnya sudah Tbk dan memiliki jenjang karier serta standar gaji yang jelas ya
Begitu juga ketika terjadi kasus hubungan industrial dengan karyawan
Saya, sebagai HRD, berusaha memikirkan solusi seadil mungkin untuk karyawan maupun perusahaan
Tapi ketika seorang HRD yang mendapat perlakuan tidak adil, kamu pikir siapa yang akan membelanya?
Ya tidak ada.
Ironis ya?
Ketika seorang HRD berhasil merekrut talent yang akhirnya membawa profit besar bagi perusahaan, apakah kamu pikir HRD akan mendapat pujian?
On your dream, sweetheart!
Ketika target penjualan tidak tercapai karena ada karyawan yang kurang kompeten apakah kamu pikir kesalahan akan serta merta dibebankan kepada atasannya?
Big No, dear.
Ya salah HRD juga lah kenapa merekrut orang tidak berguna
See?
Keberpihakan pada manajemen akan membuat HRD dibenci karyawan, sehingga segala kebijakan yang dibuat bisa mendapat kecaman dari sana-sini
Keberpihakan pada karyawan bisa membuat HRD tidak disenangi atau bahkan langsung dipecat oleh Direksi
Yhea, sometimes shit happens
Saya sadar bahwa sebagai individu maupun seorang HRD saya sangat jauh dari kata sempurna
Tidak disenangi atau bahkan dibenci sampai mati itu hal biasa
Jangankan saya yang banyak dosa
Nabi Muhammad yang sudah jelas-jelas dianggap sebagai junjungan umat muslim saja masih banyak yang mencaci maki dan membenci sampai mati
Jadi ya jangan heran kalau saya hanya tertawa saja ketika tahu bahwa mbak drama itu dengan bangganya mengupload screen shoot percakapannya dengan seseorang yang saya tahu pasti siapa
"Oalah, fanny tho. Ancene arek iku akeh sing nggak seneng kok".
Like seriously?
I was hired for doing my jobs, not for becoming popular or pleasing everybody dude!
Pada intinya apapun yang kamu lakukan, akan selalu ada pro dan kontra
Itu hal yang biasa
Karena sampai negara api menyerang pun kamu tidak akan pernah bisa memuaskan setiap kepala
Jadi, nak. Kalau sudah besar nanti pilihlah pekerjaan halal yang kamu mau asalkan bukan HRD ya :)
Comments
Post a Comment