Skip to main content

Allah is The Best Director =)

Sore ini
Aku menjalani rutinitas shalat Ashar seperti biasanya
Bukan karena terpaksa atau sudah terbiasa
Tapi karena aku merasa butuh!



Ya, aku butuh waktu yang istimewa antara aku dan Dia, Sang Pencipta
Aku butuh Dia untuk mendengarkan segala keluh kesahku
Aku butuh Dia untuk menguatkan setiap langkahku

Sehabis shalat, aku berdzikir dan membaca doa-doa yang ada di "buku hitam"
Buku hitam dalam arti harfiah, karena sampulnya berwarna hitam
Aku terbiasa membaca terjemahan dari setiap doa yang aku baca
Agar aku tidak sekedar berkomat-kamit dengan bahasa Arab yang jujur saja tidak aku kuasai
Tetapi aku paham makna dari setiap doa yang aku ucapkan

Entah mengapa
Aku sedikit merasa tersentak ketika membaca terjemahan dari 2 buah doa

Kedua doa itu sudah sejak lama aku baca sehabis shalat
Sudah menjadi rutinitas, dan aku hafal
Tapi baru tadi sore, aku benar-benar menyadari maksud dari doa itu

"Ya Allah, semoga Engkau merelakan aku dengan ketatapan-Mu. Berkahilah aku pada apa yang Engkau takdirkan, sehingga aku tidak senang menyegerakan apa yang Engkau akhirkan, dan mengakhirkan apa yang Engkau segerakan"
"Cukuplah Allah bagiku untuk agamaku, cukuplah Allah bagiku untuk duniaku, cukuplah Allah bagiku untuk kepentinganku, cukuplah Allah bagiku terhadap orang yang jahat kepadaku, dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah" 
Ikhlas fan, ikhlas!
Semua sudah diatur dengan rapi oleh Allah, karena Dialah sutradara terbaik
Percaya, benar-benar percaya
Bahwa semua akan indah pada waktunya
Jangan sampai ada perasaan ingin menyegerakan apa yang sudah Dia akhirkan
Jangan pernah berhenti ikhtiar

Allah...
Apa yang buruk di mataku, belum tentu demikian menurut-Mu
Apa yang baik dalam pikiranku, juga belum tentu baik menurut-Mu
Tolong jauhkan hati ini dari rasa dengki, cemburu, dan penyakit hati lainnya

Aku pasrahkan seluruhnya kepada-Mu
Aku ikhlaskan cerita ini mengalir dengan indah menurut kuasa-Mu

Allah yang tidak pernah berhenti mendengar doaku,
Terima kasih untuk terbukanya hati di sore ini
=)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah