Skip to main content

Pinky Badak Butuh Air :(


If I`m not mistaken, this is the third year for me living in Pinky Badak Boarding House

Ada begitu banyak cerita di rumah tingkat tiga dengan cat berwarna pink ini
Dimulai sejak kepindahan saya pada tahun 2008 (kalau tidak salah)
Persaudaraan saya dengan seluruh penghuni kos lainnya
Tiwi, Kanti, Hanif, Novi, Near, Rida, Vinka, Mbak Amel, Mbak Nanta, Mbak Lely, Rani, Mbak Nunuk
Ada banyak tawa, cerita, pertengkaran

Lucu jika mengingat semua kejadian di rumah ini
Hebohnya ketika menonton TV bersama
Serunya ketika memasak bersama
Kesalnya ketika mengantri untuk mandi

Ada banyak masalah yang sudah kami lalui bersama
Mulai dari pompa air yang rusak
Jelas kami semua sibuk mencari tumpangan untuk mandi
Atau mengangkut air langsung dari tandon
Ada juga "The Beast" yang selalu membuat resah ketika musim liburan tiba #tsaaaah
Pompa air baru yang dicuri orang
Pipa saluran air kamar mandi di lantai 3 yang bocor

Yak
Masalah di kos ini selalu berhubungan dengan
Air

Beberapa hari ini, pipa saluran air dari kamar mandi di lantai 3 bocor
Tetangga dan Pak RT jelas mengamuk karena air dari kamar mandi jatuh mengenai rumahnya
Oke, fine
Semua kamar mandi di lantai 3 resmi tidak boleh dipakai
Satu-satunya harapan cuma kamar mandi bawah
To be honest, rada males kalau harus ke bawah
A lil bit uncomfort

Kalau tidak salah 2 hari lalu, Mbak Irma, tetangga kamar saya resmi pindah
Ganti Near yang menempati kamarnya
Hurrraay, kamar Near kosong
Which is means, kamar mandinya bisa dipakai
*tari hula-hula*

Senang sekali rasanya tidak perlu ke bawah untuk mandi, mencuci piring, mengambil air, blablabla

Laluuuu tiba-tiba
Kemarin sore kebahagiaan kami musnah
Ada anak baru yang menempati kamar Near
Ibu kos terlihat sangat antusias menyambut
(yaiyalah !)
Dan ibu kos juga terlihat sangat bete karena kamar mandi yang sudah dia bersihkan itu kami gunakan
-_____________-

Oke, fine
The only one choice adalah kamar mandi bawah
Sebenarnya kamar mandi bawah itu jauh lebih menyenangkan dibanding kamar mandi di kamar Near
Kamar mandi bawah jauh lebih besaaar, lebih bersih
Tapi, turun tangganya itu lho yang males sodara-sodara !

Lalu tadi malam, musibah lain terjadi
Entah mengapa dan bagaimana awalnya
Air yang keluar dari keran di kamar mandi bawah sangaaaat pelaaaaannnnnnnn
Bahkan lebih pelan dibanding siput merangkak atau nenek-nenek ngesot
Tetes demi tetes
"Elo niat keluar nggak sih, aer?"

  Vinka yang berinisiatif untuk meng-SMS bapak kos ternyata   mendapat respon yang cukup membuat geregetan juga
"Kamar mandi di kamarnya Near bisa dipakai kok"
Blaaar. Kemane aje pak? Kagak tau kalo itu kamar udah ada penghuninya?
"Tukangnya baru datang hari Minggu. Harap sabar"
What the!
We need those water, IMMEDIATELY pakdheeeee :((

Kalau air yang keluar dari keran kamar mandi bawah itu masih normal seperti dulu sih no problem
Lha ini
Atas sama bawah kok sama-sama bermasalah

Serius deh
Ini kos perlu semacam ruwatan apa yak?
Doyan amat punya masalah
Kalau nggak tentang air, ya listrik

Seandainya tidak sedang menunggu jadwal interview dan tes,
bisa dipastikan saya memilih untuk hengkang ke rumah eyang

Ya sudahlah yaaa...
Saya mencoba menikmati saja-saja hari-hari sepi di kos ini
Sepi dalam makna sebenarnya
Karena sebagian besar penghuni kos sudah mudik ke kampung halaman masing-masing
Dan saya masih setia di sini
*sigh*

Hari Mingguuuuu, cepatlah dataaanngg
Kami butuh tukang yang bisa memperbaiki pipa saluran air di lantai tiga yang bocor
Amin.

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah