Skip to main content

Thank You My Mood Booster

My mood booster =*
Dia selalu punya cara yang unik untuk menyemangati saya
Ketika saya merasa berada dalam titik terendah
Dia "memaksa" saya untuk kembali percaya pada kemampuan yang saya miliki

Doa, usaha, dan percaya
Itu yang selalu dia ucapkan pada saya
(FYI, dia mengatakan itu sambil menjitak kepala saya)

"Tidak mungkin seorang Fanny Widiyanti tidak sanggup menyelesaikannya"
Itu juga yang dia ucapkan berkali-kali
Kalau dia percaya pada kemampuan saya, lalu mengapa saya tidak?

Saya sadar
Masalah terbesar saya justru ada pada kepercayaan diri
Keraguan saya yang justru membuat saya membuang banyak peluang

Ayolah, fanny
Kamu sudah berjalan sejauh ini
Semua tahap itu sudah kamu lewati dengan baik
Ini bukan titik untuk menyerah

"Kalau kita berusaha yang terbaik, Insya Allah hasil yang kita dapat juga yang terbaik"
Kalimat itu tidak akan pernah saya lupakan
:`)

Terimakasih untuk omelannya
Terimakasih sudah menjadi Mr. Bawel yang menyadarkan saya
Terimakasih untuk selalu mengirimkan SMS yang membuat saya tersenyum sendiri
"Hi cantik ttp semangat y..g blh gampang nyerah!!"
:`)

Terimakasih untuk semua dukungannya, hubby =*

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah