Skip to main content

Hellow, Fulla =)

Sebenarnya sudah sangat lama saya ingin menulis post tentang wisuda saya pada tanggal 8 Oktober lalu
Tapi sampai sekarang belum terlaksana
Ada waktu kosong, tangan males ngetik
Lagi pengen nulis, kerjaan lain mengantri dengan manis

Well, sebenarnya ketika hari itu saya membuktikan omongan kakak tingkat yang sudah diwisuda
"Oalah. Gini thok tha wisuda itu?"
No offense .
Wisuda ini ga bikin saya menitikkan air mata haru seperti ketika melihat wisuda kakak saya di IPB tahun lalu
Asli saya paham kenapa ada kakak tingkat saya yang bilang kalo wisuda itu gak guna

Tapi, yang bikin saya bahagia cuma satu
Eh salah, ada dua deh
Pertama, karena saya bisa bertemu dengan kakak saya
Kedua, mmm... karena saya merasa "utuh" ketika berkumpul dengan Papa, Kakak, Kak Nan, dan Indra
Ini keluarga yang saya mau
#Amin
=)

Saya begitu bahagia ketika kami berlima bisa makan malam bersama dengan menu sate kambing favorit Papa, dan favorit saya + Indra juga =)
Ah, intinya. Papa sudah mengenal calon-calon menantunya
#eaaaa
#kemudianhening

Oke, mari sudahi pembicaraan tentang Acara Keluarga itu yaa :)
Eniwei, sebenarnya ada hal lain yang ingin saya ceritakan

Sejak Wisuda, saya jadiiii... emmm.. jadi suka berdandan, dan mau belajar berdandan
=D

Mungkin karena saya dulu tidak suka dan tidak mau berdandan
Sehari-hari penampilan saya benar-benar ala kadarnya
Pelembap dan bedak
Itupun kalau ingat

Vinka sukses membuat saya tampak berbeda ketika wisuda
Dan saya bahagia, ketika banyak yang memuji penampilan saya hari itu
Tidak rugi saya berdandan dari pagi-pagi buta
Satu kata: Cantik
=)


Perbedaan yang jelas terlihat dari Fanny yang biasanya:
Sudah tidak memakai kaca mata, punya ALIS (luar biasa!), terlihat punya mata (tidak sipit seperti biasanya), dan juga punya bulu mata
Fabulous =)


Vinka Maharani and me. You can also read her story about my graduation Make Up on  her private blog.
Intinya, sejak saat itu saya mulai membuka mata tentang make up
Kakak saya memberikan ceramah gratis tentang pentingnya make up, khususnya untuk bekerja
Yayaya, thank you for the speech =P

Sedikit demi sedikit, mulailah saya belajar berdandan
Dimulai dari membiasakan memakai lip balm dan lipstik
Kemudian sedikit meningkat ke eye shadow
Dilanjut dengan belajar menggunakan penjepit bulu mata (eyelash curler) yang merupakan bagian tersulit menurut saya dan pasti membuat saya heboh sendiri karena takut ataupun sakit
Dan sebagai sentuhan akhir di bulu mata, ada maskara
Baru-baru ini, saya sudah mulai belajar memakai eye liner
Yaa, memang masih belum rapi sih
Masih belepotan
But still, practice makes perfect. Doesn`t it?


Sampai detik ini, saya masih merasa tertantang untuk memakai pensil alis
Mengingat bentuk alis kanan dan kiri saya tidak sama, hal ini jelas membuat seorang pemula seperti saya sangat kewalahan dan mati gaya
Ah, latihan terus
Nanti saya pasti bisa =)

Sebelum berangkat interview di Mojosari. Ah, sayang sekali saya belum berhasil memakai pensil alis :(

Gara-gara foto ini, saya dapat panggilan baru dari Ana dan Agus: Fulla. Kata Ana, Fulla itu boneka Barbie yang berjilbab. #aihmatek berarti saya imut dan lucu kayak Barbie donk yaa =P
Voila!
Banyak yang bilang sekarang saya berubah
Well, I took those words as a compliment yaa
=P

Sekarang saya sudah terbiasa dengan peralatan make up
Saya yang dulunya hanya punya pelembap dan bedak, sekarang sudah punya 1 tas khusus untuk segala macam peralatan bergenit-genit ria itu =P

Tas make up hadiah dari Reni :)
Saya sudah tidak takut lagi menjepit bulu mata dan memakai maskara
Anggapan orang kalau memakai contact lens plus maskara, pensil alis, dsb itu menyakitkan, menyengsarakan, pedih, sangat tidak terbukti
Kalau tahu tekniknya dan sudah terbiasa, semuanya jadi mudah kok
#ecieeeh keren banget dah bahasa lo, fan =D

Saya juga tidak selalu menggunakan full make up seperti itu
Untuk dandanan kasual sehari-hari, paling saya hanya menggunakan lipstik berwarna natural dan maskara
Kalau untuk acara yang lebih formal, saya tambahkan eye liner dan blush on
Ini kenapa semacam jadi kuliah make up?

Yak, sudah cukup ceritanya
Sekarang mari belajar berdandan
#eh
=P

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah