Mengutip status facebook salah satu teman SMA saya, Ima
"punya pacar kok bisa sabar gini ya ngadepin aku. dosa apa kamu dapetin aku, haduhh (‾̩̩̩ ˛ ‾̩̩̩)"
Antara pengen ketawa, cengar-cengir, dan mmm.. tersindir mungkin :D
Rasanya itu juga yang sering saya pikirkan
Betapa beruntungnya saya punya pacar sesabar Indra
Dan betapa sialnya dia punya pacar se.. se.. eumm, seperti saya
=P
Mana ada lagi lelaki yang betah menghadapi keegoisan, kelabilan, kecengengan, dan segala macam sifat saya yang kekanak-kanakan
Ah, God must be love me that much by sending this angel into my life =*
Saya pernah mengucapkan kalimat ini ketika kami (sempat) putus,
"Kok kamu nggak nangis kayak aku sih? Kamu nggak sedih ya?"
Dan saya masih ingat dengan sangat jelas jawabannya
"Kalo kamu nangis, aku juga nangis, terus siapa yang nguatin kamu? Kita kan udah sepakat kalo harus saling melengkapi"
:`)
Percaya apapun yang akan terjadi nanti
Kau tetap pesona rahasia di lagu ini
Tak peduli berapakah berat badanmu nanti
Kau tetap yang ter… muahh… di hati
Kuakui ku tak hanya hinggap di satu hati
Kutakuti ku terlalu liar ‘tuk dimiliki
Walau begitu semua hanya persinggahan egoku
Dan sikapmu t’lah merobohkan aku
Dan waktupun terus berlari…
Dan akupun s’makin mengerti…
Apa yang akan kuhadapi…
Dan apa yang akan aku cari
Aku tuliskan lagu sederhana
Untuk dirimu, yang sangat bijaksana
Memahamiku dan mencintaiku… apa adanya
Aku goreskan lirik sederhana
Untuk dirimu, yang sungguh mempesona
Memahamiku dan mencintaiku… apa adanya (Terimakasih Bijaksana - Sheila On 7)
Comments
Post a Comment