Kejadian hari ini memaksa ingatan saya kembali ke masa kecil
Masa di mana hidup kita masih sederhana
Terpaut usia tidak sampai 2 tahun
Hanya 2 bersaudara, tidak ada lagi partner yang lain
Sejak kecil orang selalu berkata bahwa kita berbeda
Aku dan kamu adalah saudara yang berkebalikan seutuhnya
Aku yang tomboi, kamu yang feminin
Aku yang pemberani, kamu yang penakut
Aku yang galak, kamu yang kalem
Aku yang cuek, kamu yang lembut
Kamu ingat, dulu saat kita masih dirawat oleh adik-adik Papa
Saat Mama berjuang menyelesaikan S2 nya di Bandung
Bulik Ida yang keras dan jahat
Sering menghukum untuk membuat kita patuh
Cacian, makian, pukulan, sudah jadi makanan sehari-hari
Aku ingat
Kamu hanya akan menangis tanpa melawan
Sementara aku selalu dengan sigap membalas tanpa banyak pertimbangan
Kamu masih ingat?
Hari itu Bulik Ida marah besar karena kita pulang terlambat
Kita terlambat bukan karena bermain
Tapi karena mobil antar-jemput tidak juga datang, kita memilih berjalan kaki hingga kaki kita lecet
Dia mengambil sabuk untuk memukul kita seperti biasa
Kamu hanya diam dan menangis ketakutan
Sementara aku langsung mengambil sabuk milikku untuk membalas
Kamu masih ingat?
Dia melempar wajan ke arahmu ketika marah
Kamu lagi-lagi hanya menangis ketakutan
Sementara aku langsung mengambil piring untuk balas melempar dan mengatainya wanita gila
Kamu yang cantik dan bersih, aku yang jelek dan dekil
Kamu yang pemalu, aku yang tidak tahu malu
Kamu yang selalu berjalan menunduk, aku yang selalu berjalan mengangkat dagu
Kamu masih ingat?
Banyak yang jatuh hati padamu sejak dulu
Iya, karena kamu cantik dan lugu
Kamu masih ingat?
Ada seorang temanmu bernama Basir yang sering mengganggu karena dia menyukaimu
Pulang sekolah kamu menangis dan menceritakannya padaku
Esoknya tanpa ragu, aku menunggu kelasmu bubar
Dan dengan lantang mencari yang bernama Basir
Aku mengancamnya dengan pukulan agar dia tidak lagi mengganggumu
Lalu semua temanmu berkata
"Hati-hati sama Risa. Adiknya galak"
Kamu masih ingat?
Ketika aku pindah dari kosku yang pertama dan difitnah
Kamu menelepon wanita itu dan memakinya habis-habisan
Kita sudah terbiasa bersama
Kita terbiasa bercerita
Dan sejak Bunda meninggal, kamu adalah orang nomor satu
Hingga nanti tiba waktunya aku menikah dengan lelaki pilihanku
Aku tahu kamu sudah menikah
Aku tahu, hidupmu sudah berbeda arah
Tapi ketika dia berkata, "Risa sekarang sudah jadi istriku"
Maka akan kujawab, "Dan sampai kapan pun dia akan tetap jadi kakakku, orang nomor satu di hidupku"
Maka menyakitimu, sama dengan perang melawanku!
I may not be there to hold your hands
But I will always be here for you
I love you, as always



Well you are lucky to have some one very special to share your life with.
ReplyDeleteHehehe, I guess so, dok =)
ReplyDelete