"Kamu tahu, apa kalimat terindah yang pernah kamu ucapkan untuk aku?"
"Mmm. Kamu cantik?"
"Bukan. Bukan itu."
"Lantas?"
"Kamu pernah bilang. Ketika kamu mendengar rekan-rekanmu yang lain membicarakan hal buruk tentangku di belakang, kamu berpikir bahwa itu bukan salahku. Itu karena mereka yang tidak bisa memahamiku. Itu karena mereka yang tidak tahu bagaimana caranya mengambil hatiku."
"Aku tidak paham dimana sisi indahnya kalimat itu buatmu."
"Setiap orang berhak berkomentar apapun tentang kita. Setiap orang tidak perlu berpikir panjang untuk sekedar berkomentar, apalagi menyalahkan orang lain. Dan nyatanya aku memang tidak peduli. Tapi tahukah kamu, ada rasa bahagia yang menyesaki dada saat aku tahu bahwa setidaknya masih ada satu orang yang tidak ikut menghujaniku dengan pikiran negatif? Tahukah kamu betapa bahagianya mengetahui bahwa masih ada setidaknya satu orang yang memilih diam dan pergi daripada mendengarkan komentar negatif tentangku? Tahukah kamu betapa indahnya rasa menemukan seseorang yang mau mendengar banyak keluh kesahmu tentang jahatnya politik dunia kerja, dan menggandengmu untuk mundur mengalah sejenak meskipun dikatakan lemah?"
Terimakasih sudah menjadi seseorang yang tidak pernah lelah mengajakku berubah
Comments
Post a Comment