Bulan April hampir berakhir
Dan saya terjebak pada satu ruang yang memaksa saya untuk berpikir
Apa saja target saya di tahun ini?
Apa saja usaha saya agar target tercapai?
Sudah sejauh mana progressnya di 4 bulan awal ini?
"Yaelah, fan. Hidup lo nggak selow amat sih. Dibawa santai aja keleus."
Jadi gini, bro. Hidup memang terus mengalir
Tapi apa lo mau kalau mengalirnya ke comberan?
Santai bukan berarti tidak berpikir
Santai bukan berarti tidak berubah
Saya hanya takut jika saya mengulangi ketololan yang sama dengan dia
Iya.
Dia yang pernah mengatakan bahwa penghalang utama kemajuannya adalah ketidakmampuan memanage waktu dengan bijaksana
Tapi nyatanya, sampai negara api menyerang ya kelakuannya tetap seperti itu-itu saja
Tidak ada yang berubah dengan skala prioritasnya
Yang ada hanyalah jutaan alibi, "aku sudah berusaha" tapi ketika ditanya "lalu mana progressnya?" hanya bisa diam seribu bahasa
Kan anying kan...
Dan saya mulai dihantui dengan pikiran:
"Kalo lo tetep nggak berubah juga, fan, berarti lo sama tololnya dengan dia-yang-tidak-boleh-disebut-lagi-namanya!"
FAK!
Comments
Post a Comment