Skip to main content

Posts

Kamu Tahu?

Kamu tahu? Menjadi pemujamu itu butuh kebesaran hati Karena selalu dihadapkan pada sikapmu yang tak pasti Kamu tahu? Ada banyak hal yang aku simpan rapi dalam hati Banyak kata yang kubiarkan terpatri Agar rasa tak melambung tinggi Kamu tahu? Aku masih sering mencari tahu tentangmu Semua hal. Iya, semuanya. Semua hal tentangmu selalu menarik bagiku Kamu tahu? Aku tak butuh waktu lama untuk mengagumimu Gaya bicaramu yang cerdas selalu membuatku tertunduk malu Perdebatan lucu denganmu - entah bagaimana - menjadi energi baru Kamu tahu? Aku mulai terbiasa dengan kesibukanmu Aku mulai terbiasa mengobati rindu dengan segala imajinasi tentangmu Aku mulai terbiasa mengagumi semua tentangmu dalam diamku Kamu tahu? Aku seringkali berpura-pura merajuk untuk merebut perhatianmu Iya. Aku lakukan semuanya dengan sengaja sejak dulu Hanya agar kamu tahu Ada aku yang selalu merindukanmu Kamu tahu? Aku seringkali berpura-pura tak peduli denga...

Aku Benci Kamu !

Aku benci kamu Yang mengejawantahkan rasa kagum tanpa jemu Membuatku merasa bahwa kamulah yang aku mau Aku benci kamu Yang menghempaskan segala ragu dalam benakku Mengganti takaran logika dengan cinta yang lucu Aku benci kamu Yang menjadi distraktor bagi duniaku Menghanyutkan mimpi dalam gubahan lagu Aku benci kamu Yang tahu pasti bagaimana membuatku tersipu malu Atau terdiam membisu Hei, kamu! Yang selalu datang dan pergi sesuka hatimu Aku. Rindu.

Jakarta. Kamu.

Menikmati riuhnya Ibu Kota dengan serpihan kenangan tentang kamu Aku rindu Iya. Selalu begitu. Ada sayang yang tidak pernah layu Aku belajar untuk bahagia di atas rasa kehilangan kamu Mencoba percaya bahwa hatiku cukup kuat untuk merelakan kamu Meyakini bahwa rasa yang kumiliki tidak lagi segaris dengan kamu Aku biarkan rindu ini tetap tertuju padamu Karena aku tahu, Pada waktunya nanti, bayangan tentang kamu akan jadi kekuatan bagiku Aku pantas bahagia, seperti kamu ! *Jakarta, dalam bus kota*

K.A.M.U.

Kamu, Kepingan puzzle yang mungkin keliru Menyesaki ruang hati yang terlanjur membiru Memaksaku tuk berdamai dengan rindu yang tak tahu waktu Kamu, Terlalu jauh untuk kurengkuh Pun bayangmu begitu rapuh untuk kusentuh Kamu, Tinggalkan cerita tentang cinta Lepaskan sejuta rasa yang sempurna Kamu, Buatku mati cemburu !

Rindu

Aku rindu kamu dalam diam Cukup menjadi rahasia antara aku dan malam Aku rindu kamu Seperti air yang mengalir ke hulu Tak bisa dicegah Walau kadang tak seharusnya begitu Aku rindu Sejak dulu. Dan selalu. Jadi, ini namanya apa? Rindu? Oh. Wassalam. *catatan kecil untuk kamu yang sudah menepati janji* Surabaya, Juli 2013

Menata Mimpi

Beberapa hari lalu saat selesai sahur dan tidak bisa tidur lagi, saya iseng melihat akun instagram salah satu teman kuliah saya Bosan melihat foto-foto yang dia upload, saya "bergerilya" melihat followersnya Di situ, saya menemukan akun adik tingkat saya yang sama-sama berasal dari Denpasar Singkat cerita lah karena ke-kepo-an saya sedang tinggi, saya mengubek-ubek akun instagram adik tingkat yang baru saja melahirkan itu Dan dari akunnya, saya menemukan akun-akun teman saya di SMA dulu Ada perasaan "nyess" saat melihat akun-akun instagram milik teman saya semasa SMA I could see clearly, most of them have been reaching their dreams Ada yang sudah menjadi dokter Ada yang menjadi perawat Ada yang lulus program magister di ilmu hubungan internasional dan mengikuti konferensi di beberapa negara Ada yang sudah berkeliling Eropa sebagai hadiah wisata dari tempatnya bekerja Begh! Tanpa bisa dicegah, ada rasa inferior yang mendadak muncul Saya...

Definisi Rumah

Ia menatapku heran Sepersekian detik kemudian, tatapannya berganti tatapan iba "Kenapa kamu tidak bergabung dengan teman-temanmu?" tanyanya kepadaku dengan lembut Aku melirik sekilas ke arah teman-temanku di sudut ruangan. Ada yang sibuk bercerita, ada yang membantu memasukkan es buah ke dalam gelas plastik, ada yang berlarian sambil tertawa riang. "Aku ingin sendiri," jawabku singkat sambil menundukkan wajah. Gadis berusia 25-an itu kemudian memegang tanganku lembut. Ia seolah bisa membaca pikiranku "Oke. Kakak tinggal kamu sendiri ya. Tapi nanti kalau sudah mau adzan maghrib, kita kumpul di sana ya. Kakak udah siapin es buah kesukaan kamu tuh" Aku mengangkat wajahku. Tatapan kami bertemu di satu titik. Ia tersenyum lalu mengusap kepalaku. Tidak berapa lama kemudian, TV dinyalakan. Anca, anak paling senior di panti asuhan kami sibuk mencari stasiun televisi yang menyiarkan adzan maghrib. Acara TV saat itu masih menyiarkan ceramah me...