Skip to main content

Posts

PAMIT

Percayalah, tidak pernah ada perpisahan yang mudah Akan selalu ada hati yang terpaksa menyerah Pun juga kekecewaan yang membuncah Saya selalu percaya Dia memiliki rencana yang paling sempurna Tidak pernah ada sesuatu yang sia-sia Begitu juga dengan setiap orang yang hadir dalam hidup kita Beberapa orang hadir dengan membawa bahagia Namun pergi menyisakan luka Mungkin Tuhan sedang berbicara Jangan memberi luka dengan cara yang sama Saya kembali diingatkan Tidak semua yang kita inginkan akan didapat tanpa rintangan Satu hal yang saya tahu Saya hanya ingin pamit kepadamu Seandainya nanti kita bertemu Saya ingin kamu tahu Sekali memilih pergi, saya tidak akan pernah kembali seperti dulu Seandainya kamu tahu Tidak mudah bagi saya untuk berhenti mengutuk dan mencaci jalan pilihanmu Tidak mudah bagi saya untuk melepas benci yang mengakar dan kecewa yang terpaku Semoga kamu berbahagia dengan ketidakpedulianmu Dan semoga Tuhan mampukan ...

Jawaban 5 Tahun Lalu

Saya teringat nasihat salah satu senior di kampus "Nduk, istikharah itu jawabannya ndak selalu lewat mimpi. Jawabannya bisa lewat ketenangan dan kemantapan hati buat memilih salah satu hal dari yang kamu khawatirkan" Dan sekarang saya baru menyadari Inilah kemantapan hati yang dulu saya cari 5 tahun lalu Saya tersungkur dan menangis dalam sujud yang pilu Saya dihantam ribuan ragu Saya terjerat dalam kekhawatiran yang tidak segera berlalu 5 tahun lalu Saya meyakinkan diri agar bersetia pada satu Mungkin Tuhan sedang menertawakan pilihan saya ketika itu Saya benci berandai-andai Karena sekeras apapun saya membenci, waktu tidak akan pernah kembali Dan sedahsyat apapun keinginan untuk memperbaiki, tetaplah takdir menjadi penentu yang paling hakiki Mungkin saat ini Tuhan sedang menguji kemampuan saya untuk berdamai dengan diri sendiri Karena sejatinya, memaafkan diri sendiri membutuhkan kekuatan hati Bersabar dan berbanggalah Karena...

I K H L A S

Tuhan Tuntun hatiku pada keikhlasan Bahwa setiap kehilangan adalah pelajaran Dan hidup tidak selamanya berputar pada kesedihan Berikan hatiku ketenangan Untuk melepas yang bukan ditakdirkan *catatan kecil di sela kerinduan*

K E H I L A N G A N

Aku sedang mengingat Bagaimana dulu hati kita pernah terikat Berjanji untuk tetap bergandengan di suatu sudut malam yang pekat Kamu tahu Aku benci menunggu Tanpa tahu batas waktu Aku sedang bercengkrama dengan ketakutan Bias irama kenangan yang muncul dalam keheningan Aku sedang bertanya-tanya Bagaimana bisa kita saling tak acuh dan tidak bertegur sapa Dan ketiadaan menjadi teman bagi kata terbiasa Aku tidak tahu harus bagaimana Mengumbar kesedihan agar kamu tahu aku sedang terluka Atau berbahagia karena Tuhan menunjukkan bahwa kamu tidak setangguh yang aku kira? Aku ingin merasa diperjuangkan Aku ingin merasa diinginkan Bukan dengan diam yang berujung pada pengabaian Mengutip satu kalimat sederhana di pagi ini Seberapa keras usaha kita mempertahankan, jika memang sudah tak sejalan, semua akan bertemu pada satu kehilangan

Pengacara Wanna Be

Beberapa tahun lalu Papa pernah meminta saya untuk masuk ke jurusan hukum Alasannya sederhana dan cukup membuat saya memprotes keras Saya cerewet, pandai bernegosiasi sekaligus mengintimidasi orang Sungguh saya tidak paham apakah itu sebuah pujian atau sindiran terang-terangan Saran dari Papa itu saya tolak mentah-mentah Tanpa basa-basi dan tidak perlu berpikir ulang Alasan saya? Saya benci dengan hukum dan segala profesi yang terkait di dalamnya No offense Bagi saya yang merupakan orang awam, profesi seperti pengacara adalah sebuah profesi yang penuh dengan kepalsuan sekaligus keribetan Seorang pengacara harus mau dan mampu membela kliennya di persidangan, even when he knows which is right or wrong *pls tolong anak hukum yang baca tulisan ini jangan tersinggung* Sepertinya Tuhan sedang bercanda Saya dibuat merasakan bagaimana berada di posisi semacam pengacara yang sejak dulu saya cibir tanpa ampun Saya berada di posisi yang mau-tidak-mau-suka-...

Doa Sederhana

Saya menjadi semakin percaya Bahwa Allah tidak pernah keliru dalam menuliskan cerita Waktu yang Dia tentukan selalu sempurna tanpa cela Mungkin saya saat itu sedang diajak belajar rendah hati Mungkin juga saya sedang diberi pelajaran agar tidak menyimpan dendam dalam hati Karena sesungguhnya, tidak ada rasa benci yang mampu menjadi penguat secara hakiki Berbulan-bulan saya hidup dalam pemikiran, "Lihat saja. Suatu hari nanti saya akan buktikan bahwa kalian akan menyesal telah mendepak saya begitu saja" Berbulan-bulan saya biarkan jiwa saya mati dalam kebencian yang tidak ingin saya ikrarkan Tapi ternyata, jalan hidup saya berubah tidak lama setelah saya bersujud menangis dan melafalkan doa sederhana "Allah, jikalau apa yang pernah dia tuduhkan tentang saya benar adanya, mohon ampunilah saya dan berilah saya kekuatan untuk berubah menjadi pribadi yang mampu bekerja dari hati dengan lebih baik. Tapi jikalau apa yang perna...