Skip to main content

Posts

SEMOGA

Kamu tahu Saya membenci kamu sampai di satu titik itu Sampai sebuah kalimat yang sadis meluncur tanpa banyak pikir ini-itu "Seandainya membunuh orang itu bukan merupakan tindakan kriminal dan diganjar dengan dosa besar, maka sudah pasti saya akan membunuh dia" Kamu, iya kamu Yang diam-diam masih sering mengecek blog saya entah dengan tujuan apa Yang menyebabkan saya menangis berbulan-bulan dan mengabaikan segala usaha saya meminta sebuah kejelasan yang sederhana Hingga saya harus berjuang seorang diri menuju UGD pada pukul dua dini hari Kamu, iya kamu Semoga suatu saat kamu akan melihat rasa sakit yang sama Pada wanita yang kamu cinta Ingat, karma itu ada

Love Yourself

For all the times that you rain on my parade And all the clubs you get in using my name You think you broke my heart, oh girl for goodness sake You think I'm crying, oh my oh, well I ain't And I didn't wanna write a song cause I didn't want anyone thinking I still care I don't but, you still hit my phone up And baby I be movin' on and I think you should be somethin ' I don't wanna hold back, maybe you should know that My mama don't like you and she likes everyone And I never like to admit that I was wrong And I've been so caught up in my job, didn't see what's going on And now I know, I'm better sleeping on my own Cause if you like the way you look that much Oh baby you should go and love yourself And if you think that I'm still holdin' on to somethin' You should go and love yourself But when you told me that you hated my friends The only problem was with you and not them And every time you told me my opinion w...

CATATAN HATI WANITA GALAU: TENTANG MENIKAH

Memasuki usia 27, memasuki masa dimana telinga dan hati harus kebal menghadapi pertanyaan “Kapan nikah?”. YHA. At first, I thought it was suck. And now I understand, the different between care and kepo . Saya mulai terbiasa membedakan mana yang bertanya karena sekadar mengikuti norma atau memang berharap kebahagiaan saya agar segera menggenapkan separuh agama. Pertanyaan “kapan nyusul?” is really suck. Seriously. Marriage is NOT a racing . Terserah jika ini disebut sebagai sebuah pembelaan atau apa. Tapi bagi saya, perkara menikah bukanlah sebuah ajang perlombaan. Dalam agama yang saya anut, sudah jelas diajarkan bahwa jodoh, rezeki dan maut adalah hak mutlak milik Dia Yang Maha Kuasa. Lalu, kenapa masih bertanya? Memangnya manusia bisa apa? Ya hanya bisa berusaha. Sebatas itu saja. Semakin bertambahnya usia, saya semakin sadar. Menikah bukan sekadar perkara menghalalkan yang haram. Menikah tidak sesederhana perkara perasaan saya mencintai dia dan ingin menghabiskan sisa...

Sekelebat Perbandingan

Bulan April hampir berakhir Dan saya terjebak pada satu ruang yang memaksa saya untuk berpikir Apa saja target saya di tahun ini? Apa saja usaha saya agar target tercapai? Sudah sejauh mana progressnya di 4 bulan awal ini? "Yaelah, fan. Hidup lo nggak selow amat sih. Dibawa santai aja keleus." Jadi gini, bro. Hidup memang terus mengalir Tapi apa lo mau kalau mengalirnya ke comberan? Santai bukan berarti tidak berpikir Santai bukan berarti tidak berubah Saya hanya takut jika saya mengulangi ketololan yang sama dengan dia Iya.  Dia yang pernah mengatakan bahwa penghalang utama kemajuannya adalah ketidakmampuan memanage waktu dengan bijaksana Tapi nyatanya, sampai negara api menyerang ya kelakuannya tetap seperti itu-itu saja Tidak ada yang berubah dengan skala prioritasnya Yang ada hanyalah jutaan alibi, "aku sudah berusaha" tapi ketika ditanya "lalu mana progress nya?" hanya bisa diam seribu bahasa Kan anying kan.....

PAMIT

Percayalah, tidak pernah ada perpisahan yang mudah Akan selalu ada hati yang terpaksa menyerah Pun juga kekecewaan yang membuncah Saya selalu percaya Dia memiliki rencana yang paling sempurna Tidak pernah ada sesuatu yang sia-sia Begitu juga dengan setiap orang yang hadir dalam hidup kita Beberapa orang hadir dengan membawa bahagia Namun pergi menyisakan luka Mungkin Tuhan sedang berbicara Jangan memberi luka dengan cara yang sama Saya kembali diingatkan Tidak semua yang kita inginkan akan didapat tanpa rintangan Satu hal yang saya tahu Saya hanya ingin pamit kepadamu Seandainya nanti kita bertemu Saya ingin kamu tahu Sekali memilih pergi, saya tidak akan pernah kembali seperti dulu Seandainya kamu tahu Tidak mudah bagi saya untuk berhenti mengutuk dan mencaci jalan pilihanmu Tidak mudah bagi saya untuk melepas benci yang mengakar dan kecewa yang terpaku Semoga kamu berbahagia dengan ketidakpedulianmu Dan semoga Tuhan mampukan ...

Jawaban 5 Tahun Lalu

Saya teringat nasihat salah satu senior di kampus "Nduk, istikharah itu jawabannya ndak selalu lewat mimpi. Jawabannya bisa lewat ketenangan dan kemantapan hati buat memilih salah satu hal dari yang kamu khawatirkan" Dan sekarang saya baru menyadari Inilah kemantapan hati yang dulu saya cari 5 tahun lalu Saya tersungkur dan menangis dalam sujud yang pilu Saya dihantam ribuan ragu Saya terjerat dalam kekhawatiran yang tidak segera berlalu 5 tahun lalu Saya meyakinkan diri agar bersetia pada satu Mungkin Tuhan sedang menertawakan pilihan saya ketika itu Saya benci berandai-andai Karena sekeras apapun saya membenci, waktu tidak akan pernah kembali Dan sedahsyat apapun keinginan untuk memperbaiki, tetaplah takdir menjadi penentu yang paling hakiki Mungkin saat ini Tuhan sedang menguji kemampuan saya untuk berdamai dengan diri sendiri Karena sejatinya, memaafkan diri sendiri membutuhkan kekuatan hati Bersabar dan berbanggalah Karena...

I K H L A S

Tuhan Tuntun hatiku pada keikhlasan Bahwa setiap kehilangan adalah pelajaran Dan hidup tidak selamanya berputar pada kesedihan Berikan hatiku ketenangan Untuk melepas yang bukan ditakdirkan *catatan kecil di sela kerinduan*