Skip to main content

Saya Resmi 22 Tahun =)

Tepat seminggu yang lalu, usia saya genap 22 tahun
Yeaaay, happy birthday to me =)
Saya ingin sedikit berbagi cerita di hari istimewa itu

Tepat pukul 12 lewat 1 menit, saya mendapat telepon
Ya, sudah bisa ditebak siapa yang rela begadang hingga tengah malam seperti itu, hanya untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada saya
Padahal saya tahu persis
Dia sangat lelah setelah seharian bekerja
=`)

Bangun tidur, saya membaca SMS ucapan selamat ulang tahun dari kakak saya
Dia juga langsung menelepon saya setelah itu
Ada dua orang lagi yang menelepon saya di pagi itu
Aida dan Emyc
Terimakasih banyak untuk semua doanya
=)


Pukul tujuh pagi, saya mengantarkan kakak sepupu saya ke stasiun
Dia sudah 2 hari menginap di kos saya karena ada tes di Bank Mandiri
Setelah mengantarkannya, saya langsung kembali ke kos karena berniat untuk kembali tidur
Namun sampai di kos, saya merasa lapar


Saya memutuskan untuk memasak Indomie goreng kesukaan saya
Bukan karena saya sedang nista tidak punya uang
Hanya saja, ada filosofi cina yang mengatakan bahwa memakan mie di hari ulang tahun dapat membuat panjang umur
Hehehe, memang bukan alasan yang logis sih
Tapi sebodo teuing
Kalau biasanya Bunda memasakkan mie kwetiau untuk saya, kali ini cukup mie instan saja lah yaa
=)


Selamat ulang tahun, semoga panjang umur =P

Sekitar pukul delapan pagi, Indra datang ke kos saya
Dia datang dengan membawa setangkai mawar putih segar favorit saya
Baunya wangi sekali
Terimakasih sudah menyempatkan untuk membelikan mawar putih itu sebelum berangkat ke kantor
=)

Facebook dan twitter saya juga dipenuhi oleh wall dan mention yang mengucapkan selamat ulang tahun serta berbagai doa manis lainnya
Sekali lagi, terimakasih
Semoga seluruh doa yang baik itu juga kembali kepada yang mendoakan
Amin
=)


Thanks to Chika who posted this photo on my wall =)

Saya membalas seluruh wall dan mention itu
Bukan bermaksud untuk spamming
Tapi menurut saya, itu adalah wujud terimakasih paling sederhana yang bisa saya lakukan
Saya menghargai setiap orang yang menulis di wall saya dan juga mention
Mereka sudah menunjukkan perhatian yang begitu besar dengan membuka profile saya dan menulis di wall
Tidak semua orang lho mau repot-repot begitu
Jadi, begitulah cara saya membalasnya
=)

Siang itu saya sudah ada janji dengan mbak Lely untuk ke JMP 
Saya ingin mencari beberapa aksesoris untuk "kostum" wisuda saya
Setelah berjam-jam berputar, ternyata tidak ada satu pun yang membuat saya sreg
Okelah, kami memutuskan untuk melanjutkan acara jalan-jalan ke Tunjungan Plaza karena Mbak Lely berencana mencari inspirasi kado yang tepat untuk abangnya
Tidak butuh waktu yang lama, karena mbak Lely langsung menemukan jaket yang menurutnya sangat bagus dan cocok untuk abangnya
Namun sayang, ukuran badan abangnya Mbak Lely yang begitu besaaar membuat mbak Lely tidak yakin jaket itu akan muat ketika dipakai abangnya
Sekitar pukul 3 sore, kami kembali ke kos
Saya langsung merebahkan badan di kasur saking capeknya mengelilingi 2 pusat perbelanjaan besar itu
Saya menyempatkan untuk tidur sekitar 15 menit
(Bukan tidur, hanya sekedar memejamkan mata)

Hari itu, kebetulan ada acara puncak perayaan ulang tahun UKM Sinematografi yang ke-9
Saya dan Indra sudah berencana akan datang ke acara tersebut sekitar pukul 4
Oleh karena itu, ketika alarm saya berbunyi yang menandakan bahwa waktu istirahat 15 menit saya sudah habis, saya langsung bergegas mandi dan bersiap-siap
Biasanya, Indra cukup on-time setiap kali kami ada acara

Saya menunggu cukup lama
Agus sempat mengirim SMS yang mengatakan kalau dia ingin menemui saya di kos
Okelah, saya pikir tidak ada salahnya dia mampir ke kos sambil menemani saya menunggu Indra

Ternyata oh ternyata.
Jengjeeeeeengg.
Agus sudah sampai di kos saya, tetapi dia lupa membawa handphone
Jelas dia tidak bisa mengabari saya bahwa dia sudah ada di bawah
Dan akhirnya, dia memutuskan untuk kembali pulang
#gebleg

Lama saya menunggu Indra
Dia tidak juga datang atau memberi kabar
Tiba-tiba sekitar pukul 5, dia mengirimkan SMS yang mengabarkan bahwa dia masih harus membantu untuk beres-beres di kantornya
Dan dia baru bisa menjemput saya setelah maghrib

Saya yang ketika itu sudah duduk rapi dengan dandanan komplit, spontan langsung mengamuk
Saya kesal
Kalau begini ceritanya, saya tidak perlu buru-buru mandi
Saya lebih baik menambah waktu istirahat saya yang 15 menit menjadi setengah jam atau bahkan lebih
Saya capek, dan saya mengantuk
Dan hal itu membuat emosi saya semakin menjadi-jadi

Ya, sudah bisa ditebak bagaimana kelanjutannya
Kami bertengkar
Dan sumpah demi apapun yang bisa disumpahin deh
Pertengkaran di hari ulang tahun itu sangat tidak mengenakkan
Suasana hati saya langsung jungkir balik tidak karuan
Saking capeknya, saya sudah tidak sanggup menangis lagi
Saya hanya diam mendengarkan setiap penjelasan yang dia berikan

Iya, saya tahu kalau mungkin saya over-reacted
Dia juga sering menunggu saya hingga berjam-jam
tanpa protes !
Entahlah.
Tiba-tiba saya menjadi sangat egois dan kekanak-kanakan

Kami tetap berangkat ke acara ulang tahun Sinema itu
Suasana hati yang sudah jumpalitan membuat saya tidak bisa menikmati acara itu
Semua jadi terasa tidak menarik
Rasanya saya ingin sekali pergi dari tempat itu
Saya mau berteriak dan menangis
Tapi, buat apa?
Okelah, saya bertahan sampai acara selesai

Kami pulang sekitar pukul setengah sebelas malam
Sebelum pulang, kami sempatkan untuk membahas masalah tadi
Saya yang sudah agak mereda emosinya, akhirnya meminta maaf
Tidak perlu waktu yang lama untuk menyelesaikan konflik antara kami
Ketika salah satu sudah berlapang dada untuk meminta maaf dan yang satunya lagi berjiwa besar untuk memaafkan, semua kemarahan yang ada langsung hilang
:)

Mengutip tweet dari ,
"Within the worst relational conflicts lie the greatest opportunities for growth and intimacy"


Ketika saya pulang, Novi mengucapkan selamat ulang tahun dan menyerahkan sebuah kado yang katanya dari Agus
Saya terkejut
Tidak menyangka akan mendapat kado lagi

Saya membuka kado itu dengan hati-hati
Kado itu sangat berat =P
Dibungkus dengan kertas kado motif batik yang sangat manis
Isinya sungguh di luar prediksi saya

Al Qur`an dengan terjemahan per komponen ayat
Subhanallah, indah sekali kadonya
Semoga kado itu membuat ibadah mengaji saya semakin kuat
Amin
:`)

Here is my birthday gifts: tas kerja berwarna coklat dari kakak tersayang, setangkai mawar putih dari Indra, Al Qur`an dari Agus =)
Kado tas coklat itu sudah dibelikan oleh kakak saya sejak lebaran
Saya sendiri yang memilih
Dia ingin membelikan kado sesuai dengan selera saya, dan tentunya akan bermanfaat bagi saya
Hingga detik ini, saya belum memakai tas itu
Saya berjanji pada diri saya, saya akan memakai tas itu di hari pertama saya bekerja nanti
=)

Banyak yang bertanya,
"Dapet surprise apa dari Indra? Mana kadonya?"

Sama seperti dengan kado dari kakak saya,
Saya juga memilih sendiri kado dari Indra
Dan malam ini, dia membelikannya untuk saya
=)

Sebuah clutch atau tas pesta berwarna coklat tua yang nanti akan saya pakai ketika wisuda =)
Ya, kado terindah di ulang tahun ke-22 ini adalah wisuda
Upacara puncak yang akan mengukuhkan saya sebagai sarjana psikologi
Upacara yang menjadi epifani bagi perjuangan saya selama 4 tahun
Upacara yang akan mengantarkan saya menuju perjuangan berikutnya

Sebenarnya saya berharap bahwa sebelum wisuda ini, saya sudah mendapatkan pekerjaan
Ah, sudahlah
Semua sudah ada yang mengatur, kan?
Mungkin saya ditakdirkan untuk menyelesaikan kontrak dengan UPP dulu sebelum mendapatkan pekerjaan yang lebih baik
=P


Sebenarnya ada hal lain yang membuat saya sedikit sedih
Momen seperti ini selalu membuat saya teringat dengan Bunda
Saya ingin ada Bunda yang memberi ucapan spesial bagi saya
Ah, tidak apa
Saya tahu, Bunda selalu mendoakan saya dari surga
:`)


Papa juga lupa dengan ulang tahun saya
Hingga detik ini, tidak ada ucapan selamat ulang tahun dari Papa
Ah, tidak apa
Saya tidak perlu ucapan selamat ulang tahun
Karena saya tahu, dalam setiap sujudnya dia tidak pernah berhenti berdoa untuk saya
:`)



Anyway, saya merasa ada banyak hal yang harus saya perbaiki di usia saya yang semakin bertambah ini
Tua pasti, tapi dewasa itu pilihan

Dalam banyak hal, saya masih merasa kalau saya sangat egois dan kekanak-kanakan
Saya masih sulit mengendalikan emosi
Saya masih belum mampu untuk ikhlas
Dan yang terpenting, saya belum berusaha maksimal untuk mencapai segala impian saya

Saya tidak ingin membiarkan seluruh impian saya pergi begitu saja
Saya MAU dan SANGGUP membuatnya menjadi kenyataan
Dan mulai hari ini, saya menantang diri saya untuk melakukan perbaikan di berbagai hal
Bismillah, saya pasti bisa menjadi lebih baik
=)

Sekali lagi, terimakasih untuk segala ucapan dan doa yang ditujukan kepada saya
Semoga Allah mengabulkan dan membalas kebaikan teman-teman semua
Amin
=)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah