Skip to main content

Berjuang !

Belasan tahun lalu
Kakak saya baru saja lulus SD
Dari kelulusan itu, muncul masalah baru
Mencari sekolah lanjutan atau SMP yang terbaik

Bicara soal sekolah terbaik
Saya harus banyak bersyukur karena memiliki Bunda yang memperjuangkan pendidikan terbaik bagi kami
Jangan pikir kami dari keluarga kaya yang berkecukupan apalagi berlimpahan
Tidak. Kami hanya sebuah keluarga sederhana yang sama-sama punya mimpi untuk membangun rumah yang indah di hari tua
Kami hanya sebuah keluarga sederhana yang akan berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkan pendidikan terbaik, berapapun biayanya

Saya agak lupa mengenai detilnya
Seingat saya, saat itu nilai Ebtanas kakak saya tidaklah buruk
Tapi, tidak cukup baik untuk memasuki SMP Negeri 1 Denpasar
Sekolah terbaik di propinsi Bali

 Kemudian yang saya tahu, Bunda mulai berjuang
Segala cara dilakukan untuk mencari jalan agar kakak saya bisa bersekolah di SMP favorit itu
Wira-wiri dari dinas pendidikan, SD, bahkan sampai menemui pihak SMP 1 langsung
Semua celah diperjuangkan, bahkan ketika orang lain (termasuk saya!) berpikir bahwa hal itu mustahil

Antara bingung dan jengah, saya bertanya
Untuk apa repot-repot memperjuangkan jika sudah tahu hasilnya sia-sia?
Dengan kelelahan yang tergambar jelas, Bunda menjawab sambil menatap mata saya

"Adek. Suatu hari nanti kamu akan tahu makna berjuang. Suatu hari nanti kamu akan paham bahwa dalam hidup, tidak semua hal bisa kamu dapatkan dengan mudah. Ikhtiar artinya berjuang sekuat tenaga. Tawakal artinya menyerahkan semua hasilnya kepada Allah. Tidak boleh menyerah dan putus asa, meskipun banyak yang meragukan bahwa kamu bisa"

Hari ini, saya paham kenapa Bunda waktu itu berjuang demi kakak saya
Hari ini, saya memperjuangkan hal yang dikatakan mustahil dan tidak bisa
Hari ini, saya mengalahkan ketakutan dan air mata yang luar biasa
Hari ini, saya menumpahkan banyak kegelisahan dan ribuan kecewa di atas sajadah saat bersujud kepada-Nya
Kalau memang hasilnya tidak sesuai seperti apa yang diharapkan, setidaknya saya sudah berusaha
Dan saya tidak akan pernah menyesal untuk setiap langkah yang diiringi dzikir, karena saya sudah berusaha

Tuhan
Engkau Maha Teliti dan Maha Mengetahui
Semoga setiap tetes air mata di hari ini
Menjadi penghapus dosa dan terbayar lunas dengan senyum di penghujung cerita

Aamiin Allahumma Aamiin

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah