Skip to main content

Posts

Kata Adalah Doa

Be careful what you wish for, Cause you just might get it all (Chris Daughtry - Home) "Pokoknya ya, Bund. Sampai kapanpun adek nggak bakalan mau hidup di 2 kota itu. Jakarta sama Surabaya. Udahnya panas, sumpek, macet. Pokoknya nggak bakal" Faktanya, saya sudah hampir 7 tahun hidup di Surabaya Sudah mulai jatuh cinta dengan kota panas ini Dan belum terpikir untuk meninggalkan kota yang sudah seperti rumah sendiri "Aku nggak bakalan lama kok di Mandala" Faktanya, saya hanya diberi waktu 1 tahun berkarir di sini Dan harus meninggalkan perusahaan ini dengan cara yang cukup menguras emosi Tuhan, Benarlah bahwa kata-kata adalah sebagian dari doa Dan ternyata Engkau Maha Teliti atas segala yang terucap meskipun tidak terencana Engkau kabulkan tanpa banyak bertanya    

P O L I T I K

Putus cinta disaat sedang cinta-cintanya itu sakitnya luar biasa ! Sekitar 5 atau 6 tahun yang lalu, saya pernah berpacaran dengan salah seorang teman Teman yang entah kenapa tiba-tiba bisa menjadi dekat tanpa ada rencana Saya dan dia tidak sekota LDR istilah kerennya Saya di Surabaya, dia di Jakarta Sama-sama kuliah di universitas ternama Sama-sama sibuk dengan urusan kuliah dan aktivitas sosial yang berjubel banyaknya Saya tidak tahu kegilaan macam apa yang membuat saya pada akhirnya memilih bertahan Saya juga tidak tahu kebodohan macam apa yang membuat saya mulai yakin padanya dan dengan otomatis menciptakan berbagai angan-angan Dia sibuk dengan dunianya Saya sibuk menahan rasa kecewa karena terabaikan begitu saja Dia sibuk dengan teman-temannya Saya sibuk menahan rindu dan berharap dia menelepon meskipun hanya semenit saja Di tengah kegalauan karena merasa tidak dianggap dan tidak berharga Saya dengan gilanya justru memutuskan untuk bertahan d...

Epic - Failed

"Non, suaramu lho baguuuss. Kamu harusnya ikut Idol gitu lho" - Pak Rono, Satpam kantor "Mbak, suarane sampeyan lho uapik. Lapo seh dadi HRD? Kudune sampeyan dadi penyanyi ae" - Mbak Risca "Aku suka baca blogmu. Meskipun terlalu banyak kesedihan di sana-sini, tapi ada semacam magnet yang bikin ga bosen baca tulisanmu. Rapi. Terstruktur. Kalimat yang sederhana tapi mengena. Kamu harusnya jadi penulis" - Koko "Aku nangis baca tulisanmu tentang Mom di blog. Kak Nan juga bilang kamu punya bakat nulis. Seriously, you have to concider about leaving your job and become a writer instead" - My sister Saya tidak sedang ingin pamer beberapa kalimat yang bolehlah-dianggap-sebagai-pujian terhadap diri saya Saya hanya sedang mempertimbangkan lagi arah hidup saya Mungkin Dunia industri ini tidak cocok untuk saya

R I N D U

Pelukanmu itu candu Menyejukkan hati yang selalu rindu Penawar gundah yang datang tidak tahu waktu Senyumanmu itu lagu Melodi sempurna yang memberangus semua pilu Menyempurnakan ritme cinta dalam kalbu Kau bilang Tuhan sedang berbaik hati Kubilang Tuhan sedang mempermainkan hati Aku dan kamu, mengapa harus saling mencintai dengan berhati-hati? Aku titipkan hati kepadamu lelaki bermata sendu Tetaplah di situ untukku selalu Meskipun Tuhan terlanjur bicara kita bukan satu Tu me manques *satu rindu mengendap kembali dalam kejamnya waktu*

L E L A H

"Kamu tahu, apa kalimat terindah yang pernah kamu ucapkan untuk aku?" "Mmm. Kamu cantik?" "Bukan. Bukan itu." "Lantas?" "Kamu pernah bilang. Ketika kamu mendengar rekan-rekanmu yang lain membicarakan hal buruk tentangku di belakang, kamu berpikir bahwa itu bukan salahku. Itu karena mereka yang tidak bisa memahamiku. Itu karena mereka yang tidak tahu bagaimana caranya mengambil hatiku." "Aku tidak paham dimana sisi indahnya kalimat itu buatmu."  "Setiap orang berhak berkomentar apapun tentang kita. Setiap orang tidak perlu berpikir panjang untuk sekedar berkomentar, apalagi menyalahkan orang lain. Dan nyatanya aku memang tidak peduli. Tapi tahukah kamu, ada rasa bahagia yang menyesaki dada saat aku tahu bahwa setidaknya masih ada satu orang yang tidak ikut menghujaniku dengan pikiran negatif? Tahukah kamu betapa bahagianya mengetahui bahwa masih ada setidaknya satu orang yang memilih diam dan pergi daripada me...

Trauma

Pernah dengar kata trauma? Pernah merasakan bagaimana mengerikannya?  Saya tahu, dan sedang mengalaminya Sejak kejadian kecelekaan sekitar seminggu lalu Hari-hari mengendarai motor bagaikan mimpi buruk yang membuat hidup saya berwarna kelabu Jantung berdegup kencang tiap melewati jalan itu Tangan gemetar tiap kali ada kendaraan lain berjarak cukup dekat dan ingin menyalip Mulut tidak berhenti mengucap istighfar, sedikit usaha menenangkan Iya, seluar biasa itu Sempat terpikir untuk tidak mau mengendarai motor dalam waktu dekat Masih ada taksi atau angkot Tapi niat itu keburu saya tutup rapat Kenapa? Karena saya tidak mau kalah dari ketakutan tanpa jeda Karena saya tidak mau menghabiskan waktu untuk tenggelam dalam luka Sehari setelah kecelakaan, saya memberanikan diri untuk ke kantor dengan mengendarai motor Meskipun tangan gemetar Meskipun air mata sesekali menetes, tapi saya tidak gentar The limitation that we have is the only limitat...