Skip to main content

Kenapa Saya Suka Menulis Blog?

Pernah ada yang bertanya kepada saya
"Untuk apa kamu rajin menulis blog? Itu kan sama dengan menceritakan masalahmu ke publik?"

Saya menjawab, ada dua alasan mengapa saya suka menulis blog

Pertama, menulis di blog melatih saya untuk menyusun draft dan berpikir runtut
Saya adalah tipe orang yang suka berpikir melompat-lompat
Terkadang terlalu banyak ide di kepala, lalu bingung harus menuliskannya dari mana
Dari blog inilah saya belajar menyusun draft, berpikir runtut, dan lalu menuliskannya

Kedua, saya tidak hanya sekedar mengeluh atau curhat
Saya sadar, ingatan saya sebagai manusia sangatlah terbatas
Kejadian hari ini mungkin akan terlupa begitu saja
Padahal saya percaya, setiap detil kejadian dalam hidup kita pasti memiliki makna

Saya sedang dalam proses belajar pendewasaan
Di setiap proses belajar, selalu ada suka duka
Saya tidak mau terfokus pada duka dan luka itu saja
Tapi juga pelajaran kedewasaan apa yang bisa saya ambil

Saya tidak berharap terlalu banyak agar setiap postingan saya bermanfaat bagi siapa saja yang membaca
Minimal, manfaatnya untuk diri saya sendiri
Iya, untuk koreksi diri
Sekaligus pengingat segala pelajaran yang telah saya lewati

Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. [Pramoedya Ananta Toer]

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah