Skip to main content

Marhaban Ya Ramadhan

Tinggal menghitung hari, insyaallah saya akan bertemu lagi dengan bulan suci Ramadhan
Alhamdulillah,
Marhaban Yaa Ramadhan
:)

Boleh sedikit jujur?
Ada sedikit rasa miris dalam hati saya
Sedikit sih, tapi cukup membuat saya ketar-ketir

Mungkin ini akan menjadi Ramadhan paling sepi bagi saya

4 tahun kemarin, saya masih tinggal di Pinky Badak
Bersama dengan teman, saudara, yang senasib menjadi anak rantau
Saya masih ingat dengan jelas kebersamaan kami yang begitu indah

Berburu makan sahur bersama
Saling titip makan kalau ada yang sedang kencan di luar
Saling membangunkan sahur
Saya masih ingat dulu saya sering kebagian tugas menghabiskan makanan
Karena saya selalu bangun paling akhir, dan sebelum sahur saya terbiasa untuk tahajud lebih dulu

Saya juga masih ingat dengan sangat jelas ketika kami memesan katering untuk sahur dan berbuka di Mas Irul, senior di fakultas saya
Lucu juga kalau mengingat kisah Mas Irul yang menjadi kecengan salah satu penghuni pinky badak
#eh #ups

Sempat juga terjadi huru-hara karena ketika itu saya telat bangun sahur, dan menemukan bahwa kiriman katering masih tertata dalam kresek dengan rapi
Pertanda belum ada seorang pun yang mengambil isinya
Padahal saat itu sudah hampir imsyak
Saya dan Mbak Amel makan dengan kecepatan super kilat
Dan alhamdulillah, berhasil selesai sebelum adzan subuh
:D

Besoknya kami berusaha mengusut siapa yang menerima kiriman katering itu, dan tidak membangunkan kami
Tidak ada satu pun yang mengaku atau merasa menerima
Sempat saya berburuk sangka pada salah satu penghuni kos yang paling apatis
Dan beberapa hari kemudian, Tiwi berkata dengan wajah tanpa dosa
"Eh, kayaknya aku deh yang waktu itu nerima kateringnya. Tapi aku langsung tidur lagi, soalnya waktu itu ngantuk banget"
Zzzzzz

Saya juga masih ingat ketika Ramadhan tahun lalu kami memutuskan untuk memasak
Kami patungan membeli bahan-bahannya
Biasanya saya dan Rida yang berbelanja
Kemudian di malam hari kami memasak bersama

Pintu kamar jarang kami kunci
Karena kami sudah sepakat, siapa yang bangun lebih dulu harus membangunkan yang lain
Sahur bersama sambil menonton TV dan mengobrol
Tarawih bersama

Aah. Saya kangen kalian semua
:(

Di kos baru ini, sungguh jauh dari kata keluarga
Jangankan keluarga
Saya tidak berminat mengenal mereka lebih jauh
Banyak hal yang sudah membuat saya jengah berada di sana
Intinya, saya merasa tidak nyaman di sini

Membayangkan saya harus bangun sendiri dan sahur tanpa ditemani siapa pun
Rasanya cukup membuat ingin menangis

Saya sangat merindukan keluarga saya
Keluarga pinky badak
Kakak, Papa, Yang Tie, semua sepupu saya

Saya mau pulang
:((

Comments