Skip to main content

Dua Dunia: Kita Berbeda


Kemarin, saya iseng mendownload lagu-lagu dari Siti Nurhaliza
Lalu saya menemukan lagu ini, dan mencoba memahami makna liriknya
Then, I found myself completely love this song
:)

Kau selalu di hati
Tak ku dekati
Dua dunia kita berbeza

Cinta itu buta
Dan juga boleh membutakan
Melukakan dan sukar untuk kita lupakan
Aku cinta padamu hanyalah ungkapan
Luahan yang jarang bermakna bila diucapkan
Ini pula cerita cinta sang pujangga
Bukan arjuna sita bukan cinta dan rangga
Mungkinkah khayalan akal mainan minda
Atau lamaran puitis dengan hasrat yang indah
Kau selalu di hati tidak ku dekati
Senantiasa ada mata jahat yang memerhati
Tapi ku tak rungsing tidak mungkin rindu

Ku pusing lihat wajahmu di setiap penjuru

Senyuman di kaca kisahmu kubaca

Perjuangan kita sama dukamu kurasa

Aku pasrah sahaja pada Yang Esa

Kerna ku tahu dua dunia kita berbeza

Kau selalu di hati
Tak ku dekati
Dua dunia kita berbeza

Duka di kala malam termimpi-mimpi
Rindu di kala siang mencari-cari
Kasih sebenar tidak bertukar tidak sebentar
Walau dipisah lautan direnangi gelora
Dan kadang kala hanyut bagaikan dua arah

Malu sering bersua tapi jarang bersuara

Kenapa bercinta jika kesudahannya pasrah

Kerna bila dilamun indahnya tidak terkata

Tersimpan hasrat tiada siapa yang mengerti

Harapan menggunung sampai penghujung dinanti

Dipegangkan janji tetap ratu di hati
Dengan izin Tuhan kan bersama kapan hari pasti
Sabarlah menanti kesabaran diuji

Berdoa dalam sujud sejadah ditangisi

Aku pasrah sahaja pada Yang Esa

Kerna ku tahu dua dunia kita berbeza...

Kau selalu di hati
Tak ku dekati
Dua dunia kita berbeza

Perjuangan seni kita tidak bepenghujung
Jangan tinggal batu bernama tak bepengunjung
Kesabaran menikam Kau tak pernah bermurung
Tetap tersenyum walau kesedihan menyelubung
Bukan rupa parasmu yang jadi ukuran
Atau suaramu yang jadi bahan tuturan
Ku bukan mahu hubungan tapi kejujuran
Hadiah sepatah darimu satu kesyukuran
Tapi bila bertentang mata tidak terbentang kata
Kata apa sahaja...iya tapi tentang apa
Wajahmu yang cantik manis lagi
Senyuman sepasti mentari timur tiap pagi
Realiti sukar diatasi tapi kesudah indah
Harus bermula dengan fantasi
Ku rasa terhoyong-hayang antara dua dunia
Biar khayalan ku melayang.....

Kau selalu di hati

Takku dekati

Dua dunia kita berbeza...

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah