"Teori bahwa kita harus menerima pasangan apa adanya itu sebenarnya tidak tepat. Yang benar adalah, kita harus mengingatkan pasangan untuk menjadi lebih baik. Misalnya kalau pasanganmu memiliki masalah dengan bau badan. Apa kamu akan mendiamkannya begitu saja? Tentu tidak. Kita pasti ingin mendapatkan yang terbaik, dan membuat orang lain menjadi lebih baik"
Kurang lebih itulah yang pernah disampaikan oleh seorang teman kepada saya.
Kalimatnya itu membuat saya berpikir tentang banyak hal
Dan jujur, saya sangat setuju dengan apa yang dikatakannya itu
Pernah saya mengobrol di telepon dengan salah seorang manajer di kantor saya
Dia sering membahas tentang keluarganya dengan saya
Ketika itu, saya meledeknya karena ia mengatakan kalau ingin fitnes
Dalam pemikiran saya, buat apa repot-repot ikut fitnes
Menurut saya, penampilannya sudah sangat oke kok
Apalagi dia sudah memiliki istri dan anak yang pasti akan menerimanya apa adanya
Jawaban yang dia lontarkan cukup membuat saya tertohok
"Kata siapa orang yang udah nikah dan punya anak itu nggak perlu memperhatikan penampilan? Lo tau nggak, apa penyebab kasus perselingkuhan atau perceraian yang paling banyak terjadi? Simpel, penampilan. Lo bayangin deh gimana kalo seandainya pas suami pulang kerja, terus dia liat istrinya cuma paske daster, rambut acak-acakan, lemak dimana-mana. Enak nggak tuh diliat? Nggak salah donk, kalau akhirnya suaminya selingkuh sama cewek lain yang lebih bisa menjaga penampilan. Lo sendiri gimana rasanya kalo pas lagi sumpek, capek, terus ngeliat cowok lo pake baju nggak rapi, rambut acak-acakan nggak dicukur, muka kucel? Males kan? Malah bikin sepet mata. justru seharusnya setelah kita nikah, tuntutan dan tantangan untuk menjaga penampilan itu jadi hal penting. Kenapa? Karena lo tiap hari bakal ketemu sama pasangan lo. Kalo tiap hari ngeliat yang bikin sakit mata, salah siapa pasangannya selingkuh?"
Dan saya jadi teringat akan ajaran Islam
Seorang istri memang hanya diperbolehkan berhias untuk suaminya
Dan istri memang diminta untuk menjaga penampilannya di depan suami, begitu juga sebaliknya
:)
Prinsip yang saya anut sebenarnya juga tidak jauh berbeda ternyata
Orang yang tau bagaimana cara menjaga penampilan adalah orang yang bisa menghargai dirinya
Contoh sederhana, di kantor saya
Bagaimana jika seorang manajer berpakaian asal-asalan dengan rambut berantakan?
Mana mungkin bawahan bisa menghargainya sebagai seorang pemimpin, sementara ia sendiri tidak bisa menghargai dirinya?
Bandingkan dengan orang lain yang bisa menjaga penampilan
Baju kemeja rapi dan dimasukkan ke dalam celana
Rambut wangi
Wajah tidak kusam
Wangi
Semua yang melihat bisa langsung terpesona dan memberikan poin plus, bukan?
:)
Di kantor pun, tidak ada yang menyangka bahwa saya masih berusia 22
Cara berpakaian dan make up saya yang formal memang membuat saya tampak lebih dewasa, menurut mereka
Ya, itu memang sengaja saya lakukan
Kalau saya berpenampilan seperti anak kuliahan, mana mungkin mereka bisa mengahrgai saya sebagai satu-satunya HRD di region ini?
:)
Kesimpulannya: penampilan itu penting, jendral !
:D

Comments
Post a Comment