Skip to main content

Cewek Matre

2 hari lalu, saya mengobrol dengan sahabat dekat saya dan pacarnya
Kami membahas tentang banyak hal, terutama tentang permasalahan saya dengan pacar

Oke, post kali ini bukan bertujuan untuk menceritakan detil pembicaraan kami ketika itu
Ada satu hal "lucu" yang ingin saya bagi


Harus saya akui, pacar sahabat saya itu punya metode unik dalam menganalisa kepribadian seseorang
Hampir semua tebakannya tentang saya benar
Saran-saran yang dia sampaikan sangat menohok
Tepat sasaran !


Tapi ada satu hal yang membuat kening saya mengkerut
Ketika itu dia berkata,


"Kamu pasti tipe cewek materialistis"
Saya terdiam
Menatapnya dengan tajam, dan berusaha mencerna tujuannya melontarkan kalimat itu


"Ah, mana ada sih cewek yang nggak matre," lanjutnya kemudian seolah bisa membaca arti tatapan saya
"Yaa, tapi levelmu lebih tinggi lah dibanding dia," ujarnya sambil menunjuk ke arah sahabat saya


"Kok bisa bilang gitu? Atas dasar apa?" tanya saya dengan penasaran, sedikit tidak terima


Dia tersenyum simpul
"Yaa keliahatan lah dari style-nya"


Saya mengalihkan pandangan mata, sambil tersenyum simpul
Senyum mengejek sebenarnya
:)


Honestly, menurut saya itu adalah pernyataan paling bodoh yang dia lontarkan malam itu
Iya memang, saya setuju kalau penampilan seseorang bisa mencerminkan kepribadian dan attitude-nya
Tapi, matre?
Wait, nanti dulu jendral !


Memang ketika itu saya bisa dibilang berdandan
Mengenakan baju sejenis gamis, dan dengan make-up seperti yang biasa saya gunakan ketika ke kantor
Tapi, apa lantas dengan style semacam itu bisa dikatakan bahwa saya matre?


Dalam hati saya berkata,
"Kalo gue emang beneran matre, gue bakal nyari cowok yang udah kerja dan mapan supaya tiap kali kencan dia yang bayarin, apa yang gue mau langsung dibeliin"


Mungkin kalau dilihat sepintas sih memang agak kontras penampilan saya dengan mereka malam itu
Sahabat saya itu berpakaian kasual dengan jins dan kardigan, jilbab dengan model yang standar, sementara pacarnya pun tidak jauh berbeda
Celana jins 3/4, kaos, jaket


Mungkin ini bisa dibilang prinsip
In my humble opinion, orang yang bisa menjaga penampilan adalah orang yang definitely completely know how to respect him/herself
Menempatkan diri pada porsi yang seharusnya


Sebagai contoh, ketika itu kami bertemu di Mall
Jelas kalau saya memilih penampilan yang lebih rapi
Sementara kalau saya hanya ke pasar atau keluar ke warung dekat kos, apa mungkin saya akan berdandan?
Jangankan berdandan. Cuci muka pun tidak :P


Saya memang suka berdandan
Tapi tergantung mood dan kondisi
Tergantung kemana tujuan saya ketika itu
Tergantung siapa yang akan saya temui


Dan kalau dia mengira saya menghabiskan banyak uang setiap bulan untuk membeli segala kosmetik itu,
He definitely wrong
:)


Barang yang rutin saya beli tiap bulan itu hanya eye liner dan cleanser
Selebihnya, bisa bertahan sampai berbulan-bulan
So, is that my fault if I use such simple make-up which makes me look classy and well executed?


:)


Ya, sekali lagi
Namanya juga persepsi. Tidak ada yang salah.
Orang bakal terus nyinyir dengan asumsi mereka sendiri.
Dan itu hak mereka. Bebas.
Yang baik yaa dijadikan pelajaran dan masukan
Yang buruk, yaa.. I don`t care
:D




Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah