Skip to main content

Cinta Dua Hati

Beberapa hari lalu saat sedang iseng browsing di kantor, saya menemukan artikel ini.


http://id.she.yahoo.com/jatuh-cinta-dengan-dua-orang.html

Mencintai lebih dari satu orang? Anda tidak sendirian. Para psikiater sudah tidak asing lagi dengan kisah cinta model begini. “Terjadi lebih sering dari yang Anda pikirkan,” kata Alain Héril, seorang terapis seks dan analis.

Ini bukan tentang nafsu, tetapi kemungkinan mencintai dua orang dalam cara yang berbeda, untuk alasan yang berbeda. Dapatkah dua orang yang jatuh cinta itu dapat menjadi pasangan, atau malah akan saling menyakiti?

Bukan perselingkuhan
Dapatkah Anda memiliki dua kekasih pada saat yang sama? "Sering kali, orang yang Anda cintai belum tentu cukup", kata Alain. Kerap kali, kemunculan orang ketiga awalnya didorong oleh fantasi alam bawah sadar. Di atas semua itu, wajar ada tempat bagi orang ketiga.

Komposisi tersebut tidak ada hubungannya dengan perselingkuhan. Kebanyakan, hal itu tiba-tiba jatuh ke pangkuan seseorang. Ketika Anda sedang jatuh cinta dengan dua orang, kebutuhan baik erotis dan emosional datang pada saat yang sama. Pasangan normal Anda sebenarnya tidak gagal dengan cara apa pun, hanya saja si orang ketiga menarik sisi lain dari diri Anda.

Jadi siapa pria atau wanita lain itu? "Ia adalah kebalikan dari pasangan Anda, melengkapi mereka, dan posisinya sejajar", ujar Alain Héril.

Sebagai ilustrasi, anggaplah perempuan bernama Michelle mencintai Paul, seorang musisi pendiam, dan pada saat yang sama juga mencintai Arthur, seorang ilmuwan komputer yang pandai bergaul. Kedua orang itu membuat Michelle tertarik dengan cara yang berbeda. "Terlepas dari moral budaya monogami kita, pengalaman tersebut adalah kesempatan yang unik untuk mencintai dengan cara yang berbeda dan mengatasi kecemburuan", kata Alain melanjutkan.

Tantangan dalam jangka panjang
Jatuh cinta dengan dua orang tidak selalu mengarah pada perpisahan. Orang yang melakukannya harus menanggung rasa bersalah. "Perlu berbicara tentang hal itu", Alain Héril menjelaskan. Selain itu, godaan untuk mengaku sering tak tertahankan. Penderitaan juga muncul karena adanya rasa takut akan menyakiti orang lain.

Secara keseluruhan, masalahnya masih belum jelas. Segala dampak dengan melakukan permainan cinta segitiga pasti akan menimbulkan pertanyaan dalam diri sendiri dan dampak bagi setiap hubungan. Ada yang berakhir tragis, ada pula yang tidak. Biasanya seseorang akan berpisah dengan salah satu atau kedua kekasihnya setelah 1-4 tahun. Hanya sangat sedikit orang yang mendapat kebebasan dengan memiliki dua kekasih tanpa mengkhianati salah satunya.
Bagaimana dengan Anda? Pernahkah mengalami masalah ini?

Saya sempat membahas persoalan tersebut dengan Abang
Dan secara tidak langsung, kami sepakat bahwa yaa.. memang hal tersebut wajar
Saya lupa detil percakapan kami di BBM


Awalnya saya bersikeras tidak setuju
Menurut saya, kalau kita sudah memiliki pasangan ya seharusnya tetap berkomitmen dengan orang tersebut
Tidak ada istilah mencintai dua orang secara bersamaan


Tapi setelah membaca kembali artikel tersebut dengan cermat,
Ya, saya setuju.


Cinta itu anugerah
Tidak ada yang salah dengan perasaan apapun
Perasaan yang seringkali muncul mengalahkan segala logika itu terkadang memang sulit kita atur


Saya jadi teringat dengan artikel lain yang pernah saya baca
Pernahkah kita terpikir untuk menetapkan kriteria lelaki/wanita idaman kita?
Dan kemudian, pernahkah kita menyadari bahwa pasangan kita saat ini tidak sepenuhnya sesuai dengan kriteria yang telah kita tetapkan tersebut?
Well, menurut artikel itu sih sebenarnya tanpa disadari kita cenderung menyukai seseorang yang berlawanan dengan kita


Sebagai contoh misalnya, saya sendiri
Sebagai ISTJ sejati, saya cenderung indecisive
Lambat mengambil keputusan. Terlalu banyak pertimbangan.
Oleh karena itu, wajar jika orang yang saya harapkan adalah lelaki yang tegas (bukan keras) yang bisa mendampingi saya dalam pengambilan berbagai keputusan dan memahami jalan pikiran saya tanpa banyak bertanya
Bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika saya memiliki pasangan yang sama-sama selalu kebingungan dan ragu-ragu dalam mengambil keputusan
Siapa yang bisa saya andalkan?


Yang membuat saya tergelitik adalah kalimat
"Ia adalah kebalikan dari pasangan anda, melengkapi mereka, dan posisinya sejajar.."
Pada titik ini, saya sangat setuju sekali
:)


Dalam beberapa kasus perselingkuhan yang saya ketahui baik dari artikel maupun klien yang saya temui ketika saya masih bekerja di Biro Psikologi,
Kebanyakan orang selingkuh tidak hanya setelah memiliki masalah dengan pasangan
Dalam banyak hal, hubungan orang tersebut dengan pasangannya baik-baik saja
Hanya saja yang terjadi kemudian adalah, ada orang lain yang menarik dengan sisi yang berbeda
Possibly, sisi berbeda itulah yang sebenarnya menjadi harapan kita dari pasangan


Manusia itu memang tidak pernah puas
Tidak akan berhenti mencari yang terbaik


Dan saya kembali pada satu kesimpulan sederhana
Allah itu Maha membolak-balikkan hati manusia
Dan saya semakin yakin,
Tidak ada satu pun perasaan yang konstan
Bukankah kalimat "I love you more and more each day" semakin terdengar seperti retorika palsu yang siap terhapus kapan pun takdir berbicara?


:)

Comments

Popular posts from this blog

Resolusi 2019: Mengurangi Benci

Saya memang tergolong orang yang selalu memiliki rencana atau target. Kalau ibarat sebuah permainan, setelah melewati level 1 maka saya akan berlanjut ke level 2, begitu seterusnya hingga permainan tersebut berakhir. Bicara tentang pergantian tahun, orang seringkali mengaitkan itu dengan resolusi. Sebagian besar orang akan memposting di sosial media apa saja resolusinya di tahun baru, yang kemudian akan di-amin-i oleh rekan yang membaca postingan tersebut. Saya? Percaya atau tidak, saya justru jarang memposting tentang resolusi. Hal itu bukan karena saya tidak memiliki resolusi. Bisa dibilang, ada dua alasan. Pertama, resolusi bagi saya adalah suatu hal yang pribadi. Sebut saja, sebuah janji kepada diri saya sendiri yang tidak perlu mendapat legitimasi. Kedua, resolusi saya seringkali berubah sewaktu-waktu (maha benar libra dengan segala kelabilannya wkwkwkwkwk). Tahun 2018 kemarin sejujurnya bukan tahun yang mudah bagi saya. Mungkin jika harus membuat perbandingan, porsi sed...

(NOT) AN INSTANT JUDGMENT

Saya sudah menggeluti bidang sumber daya manusia selama sekitar 7 tahun. Sebuah rentang waktu yang cukup lama untuk bertemu dengan orang dari berbagai latar belakang dan karakter. Seluruh perusahaan tempat saya bekerja menaruh tugas rekrutmen sebagai salah satu indikator pencapaian. Tidak heran, saya cukup familiar dengan metode interview dan juga beberapa alat tes, terutama tes kepribadian. Saya pribadi termasuk golongan orang yang percaya akan pengaruh faktor kepribadian dalam keberhasilan seseorang. Oleh karena itu, biasanya saat pelaksanaan psikotes akan lebih banyak digunakan tes kepribadian dibandingkan kecerdasan. Meskipun saya seorang sarjana psikologi, saya tidak sembarangan memberikan analisa atau interpretasi dari alat tes. Terutama jika alat tesnya adalah alat tes proyeksi, seperti misalnya tes grafis menggambar pohon, manusia. Ketika menempuh pendidikan strata 1 selama 3.5 tahun memang saya pernah mempelajari alat tes tersebut. Tapi sesuai dengan kode etik psikologi,...

Dieu

Allah Beri aku kekuatan untuk percaya Bahwa rencana-Mu pasti luar biasa Allah Aku tahu bahwa Engkau menggenggam hatiku Jangan biarkan hatiku jatuh pada yang tidak mencintai-Mu Allah Aku percaya bahwa Engkau mampu membolak-balikkan hatiku Maka jangan biarkan aku tenggelam dalam pilu Allah Jangan biarkan aku menyesapi kesedihan yang berlebihan Ajari aku merasa cukup dengan cinta-Mu saja Agar aku percaya bahwa tiada kehilangan melainkan akan Engkau ganti dengan yang lebih bermakna Allah, aku pasrah