Dan saya mendadak kembali teringat dengan percakapan saya bersama Abang,
hari Sabtu kemarin di kantor.
"Ketika kamu sudah sampai rumah, kamu masuk dan melepaskan tasmu, maka lepaskan semua bebanmu."
Intinya, urusan kantor ya urusan kantor.
Tidak perlu di bawa ke rumah.
Kalau sudah di rumah, waktu sepenuhnya untuk diri sendiri.
Yayaya, saya akui kalau saya menjadi overly workaholic.
Saya tidak mau pulang sebelum semua pekerjaan saya selesai.
Padahal saya tahu pasti, kalaupun dipending sampai besok juga masih bisa.
Bahkan tidak jarang juga saya membawa pekerjaan kantor ke rumah.
Maksudnya ke kos :P
Entahlah.
Saya sadar, banyak hal yang saya lewatkan karena terlalu fokus pada pekerjaan.
Papa mengamuk karena tidak pernah saya hubungi duluan.
Kakak menangis karena saya tidak bisa selalu ada untuknya ketika ia ada masalah
Saya semakin jarang meneleponnya
Padahal dulu, hampir setiap hari kami selalu bergosip di telepon atau SMS
Sekarang, bahkan saya tidak tahu bagaimana kabar mereka
Pathetic !
"Kita hidup itu bagaikan pemain sirkus yang memegang 5 bola, dek. Anggaplah kelima bola itu adalah pekerjaan, kesehatan, keluarga, teman, dan semangat. Setiap hari kita memainkan kelima bola tersebut. Dan jika suatu saat kita harus memilih untuk melepaskan salah satu di antara kelima bola tersebut, maka lepaskanlah pekerjaan karena ia adalah bola karet. Suatu saat ia bisa melambung ke atas kembali. Tapi keempat bola lainnya ialah bola kaca. Sekali pecah, hancur."
Well, thanks for reminding me, Abang.
:)

Comments
Post a Comment